Abses Anus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu abses anus?

Abses anal adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada kelenjar anal, menyebabkan terbentuknya nanah di sekitar anus. 

Jenis abses anal yang paling umum adalah abses perianal, berupa bisul yang membengkak dan terasa sakit di sekitar anus. Jenis lain dari abses anal, yaitu abses perirectal terletak di jaringan yang lebih dalam, sehingga tidak terlalu terlihat.

Dikutip dari Harvard Health Publishing, kebanyakan abses anal tidak berhubungan dengan masalah kesehatan lainnya. Justru, kondisi ini dapat muncul dengan spontan, tanpa alasan yang jelas. 

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Seberapa umum kondisi ini?

Abses anal umum terjadi pada orang dewasa di antara usia 20 hingga 40 tahun. Pria lebih sering terkena kondisi ini dibandingkan dengan perempuan. 

Sebagian besar abses anal terletak di dekat pembukaan anus dan jarang terletak di di dalam atau lebih tinggi dari saluran anus. 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala abses anus?

Gejala paling umum dari abses anal adalah nyeri tajam pada anus, terutama saat duduk. Tanda-tanda lainnya adalah iritasi pada anus, keluarnya nanah, dan konstipasi. 

Apabila abses terletak lebih dalam, pasien dapat mengalami demam, menggigil, dan tidak enak badan. Kadang, demam hanyalah satu-satunya pertanda.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab abses anus?

Abses anal diperkirakan berkembang dari kelenjar di sekitar anus. Terkadang, abses perianal dapat berkembang dari kulit terinfeksi yang berdekatan dengan anus. 

Kelenjar bisa menyumbat, biasanya mengarah ke infeksi bakteri. Ketika diisi dengan nanah, kelenjar mungkin meledak ke arah dalam dan melepaskan isi yang terinfeksi ke dalam ruang di sekitar dubur dan anus. 

Inilah yang menyebabkan abses, atau pengumpulan nanah, di ruang-ruang di sekitar dubur atau anus. Kondisi ini dapat membesar dan menyebabkan rasa sakit, demam, hingga sulit buang air besar. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk abses anus?

Beberapa orang memiliki kecenderungan untuk mengalami abses abal, termasuk mereka dengan kondisi berikut ini:

  • Diabetes
  • Infeksi AIDS atau HIV dengan jumlah sel darah putih rendah 
  • Penyakit Crohn
  • Orang dengan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh, seperti steroid (prednisone, methylprednisolone), atau mereka yang sedang menjalani kemoterapi untuk pengobatan kanker
  • Hamil
  • Penempatan benda asing ke dalam anus.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana abses anal didiagnosis?

Pada kebanyakan kasus, evaluasi dengan pemeriksaan rektum digital cukup untuk diagnosis. Namun, beberapa pasien memerlukan tes lebih lanjut untuk melihat adanya kanker rektum, infeksi menular seksual, atau penyakit lainnya.

Setelah Anda mengutarakan gejala yang Anda alami, dokter akan menanyakan soal riwayat kesehatan dan gaya hidup Anda. Ini akan membantu dokter menilai masalah pada anus Anda, termasuk jika ada abses anal. 

Tergantung dari gejalanya, dokter mungkin akan bertanya soal:

  • Kebiasaan buang air besar Anda, terutama riwayat sembelit
  • Riwayat medis Anda, termasuk riwayat gangguan perdarahan, episode perdarahan dubur, penyakit menular seksual, atau pengobatan radiasi untuk kanker. 
  • Penggunaan obat resep atau nonresep yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. 
  • Apakah Anda melakukan hubungan seks anal atau memiliki riwayat trauma anal. 

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada perut Anda, diikuti dengan pemeriksaan luar dari area anal Anda. Dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan digital pada daerah rektum. 

Biasanya, dokter juga akan melakukan anoskopi (menyisipkan alat seperti tabung ke dalam anus untuk melihat ke dalam) dan sigmoidoskopi (teleskop pendek untuk memeriksa rektum dan usus besar bagian bawah). 

Bagaimana abses anus ditangani?

Abses anal kadang-kadang bisa mengering sendiri, meskipun selalu lebih aman bagi dokter untuk memeriksa masalahnya. Jika abses tidak membaik dengan sendirinya, dokter dapat melakukan prosedur operasi untuk mengatasi abses anus.

Paling baik untuk mengatasi abses anal sebelum meletus. Umumnya, abses anal dapat diatasi dengan bedah drainase menggunakan anestesi lokal. Kasus yang lebih parah dapat memerlukan rawat inap. 

Setelah prosedur, pasien akan diberikan penawar rasa sakit dan antibiotik. Bagi orang yang sehat, antibiotik biasanya tidak diperlukan. Antibiotik mungkin diperlukan bagi sebagian orang, termasuk mereka yang menderita diabetes atau mengalami penurunan kekebalan tubuh. 

Terkadang, operasi fistula dapat dilakukan bersamaan dengan operasi abses. Namun, fistula sering berkembang empat hingga enam minggu setelah abses terkuras. 

Fistula mungkin tidak kunjung muncul hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian. Jadi, operasi fistula biasanya merupakan prosedur terpisah yang dapat dilakukan secara rawat jalan atau dengan rawat inap di rumah sakit. 

Dikutip dari Web MD, Anda dapat merendam daerah yang terkena dengan air hangat, tiga atau empat kali sehari. Pelunak feses mungkin direkomendasikan dokter untuk meringankan ketidaknyamanan gerakan usus.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi abses anus?

Dengan perawatan yang tepat, orang dengan abses anal dapat pulih total dalam jangka waktu yang pendek. Anda dapat mencegah abses anal dengan menggunakan kondom saat melakukan anal seks. 

Selain itu, Anda juga bisa melakukan hal-hal di bawah ini: 

  • Gunakan teknik lembut untuk membersihkan area anal
  • Jagalah area anal Anda kering dengan mengganti celana dalam secara berakal dan pakai bedak untuk meresap kelembapan berlebih
  • Selalu gunakan kondom jika Anda melakukan seks anal
  • Jangan pernah memasukkan benda apapun ke dalam anus.

Pada beberapa kasus, bayi dan balita dapat mengalami kondisi ini. Penggantian popok yang sering serta pembersihan yang benar selama penggantian popok dapat membantu mencegah celah dan abses anal.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Fistula Ani

    Fistula ani adalah penyakit yang menyerang kulit sekitar anus. Seperti apa gejala, penyebab, dan cara mengobatinya? Lihat di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 23/11/2018 . Waktu baca 7 menit

    Daftar Obat Bisul yang Bisa Dibeli di Apotek

    Tumbuh bisul di kulit sering kali mengganggu penampilan dan menyebabkan nyeri. Tenang, segera ambil obat bisul berikut ini yang manjur menyembuhkannya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Penyakit Kulit, Health Centers 25/10/2018 . Waktu baca 5 menit

    Sudah Benarkah Cara Anda Membersihkan Bokong Selama Ini? Cek di Sini!

    Selain organ intim, Anda juga wajib menjaga kebersihan pantat supaya terhindar dari infeksi dan pantat gatal. Simak cara tetap membersihkan pantat disini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 18/10/2018 . Waktu baca 4 menit

    Kenali Ludwig Angina, Benjolan Berisi Nanah di Dalam Leher. Apa Bahayanya?

    Nyeri leher yang diakibatkan oleh Ludwig angina berasal dari benjolan berisi nanah di leher dalam dan sekitarnya. Apa penyebabnya dan apa bahayanya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2018 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kapsida

    Kapsida

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 09/03/2019 . Waktu baca 6 menit
    bawang dayak

    3 Khasiat Bawang Dayak dari Kalimantan yang Berpotensi Baik Buat Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 27/02/2019 . Waktu baca 8 menit
    abses adalah

    Abses

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 12/02/2019 . Waktu baca 8 menit
    bronchopneumonia atau bronkopneumonia adalah

    Bronkopneumonia

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 24/11/2018 . Waktu baca 8 menit