Torakoskopi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu torakoskopi?

Torakoskopi  adalah  suatu  prosedur  untuk  mendiagnosis  masalah  dalam  rongga  pleura (ruang antara lapisan luar paru‐paru dan lapisan dalam tulang rusuk).Prosedur pleurodesis dapat dilakukan pada saat yang sama untuk mengobati efusi pleura (kondisi ketika cairan di rongga pleura terlalu banyak), atau pneumotoraks (kondisi ketika udara lolos ke rongga pleura) yang dapat menyebabkan kerusakan paru‐paru.

Pencegahan & peringatan

Apa saja yang harus saya ketahui sebelum menjalani torakoskopi?

Torakoskopi  tidak  disarankan  bagi  pasien  yang  telah  menjalani  operasi  paru‐paru sebelumnya,  memiliki  gangguan  perdarahan  berat, maupun  pasien  yang  tidak  mampu bernapas  dengan  hanya  satu  paru‐paru (karena  salah  satu  paru‐paru  harus  mengempis sebagian atau sepenuhnya selama prosedur).Pemeriksaan  melalui  x‐ray  atau  scan  dapat  memberikan  beberapa  informasi  mengenai kondisi paru‐paru.  Terkadang,  biopsi  juga  dapat  dilakukan  dengan  cara  memasukkan jarum melalui dada pasien.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani torakoskopi?

Beri  tahu  dokter  apabila  Anda  sedang  menjalani  pengobatan  antikoagulan,  obat nonsteroidal  anti‐inflamasi (seperti  aspirin, ibuprofen,  atau  naproxen),  atau  obat‐obatan lain seperti obat herbal dan suplemen. Anda mungkin diberi instruksi untuk menghentikanobat‐obatan tertentu sebelum menjalani prosedur ini. Hindari makan atau minum selama 12 jam sebelum pembedahan.Sesaat  sebelum dimulai,  jarum  intravena  (IV)  atau  kateter  akan  dimasukkan  ke  dalam pembuluh darah di lengan, dan Anda akan diberi anestesi umum (bius total).

Bagaimana proses torakoskopi?

Dokter akan memberikan obat penenang untuk membantu pasien tenang dan rileks. Pada beberapa kasus, torakoskopi dilakukan di bawah bius total dan biasanya memakan waktu sekitar  45  menit.  Dokter  akan  membuat  lubang  di  dinding  dada  pasien,  kemudian memasukkan teleskop  ke  dalam  lubang tersebut. Dengan  seksama,  dokter  akan  mencari masalah dalam rongga pleura dan melakukan biopsi jika dibutuhkan.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani torakoskopi?

Selama beberapa hari, pasien akan dirawat di rumah sakit hingga pulih dari efek anestesi dan pembedahan. Selama masa pemulihan ini, organ vital akan dipantau, dan setiap tanda‐tanda komplikasi akan diamati.Pasien  akan  diberi  obat  penghilang  rasa  sakit untukmenghilangkan  rasa  tidak  nyaman pasca operasi.Pemeriksaan  dada  melalui  x‐ray  akan  dilakukan  untuk  memastikan  kinerja paru‐paru kembali sempurna.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Anestesi umum yang digunakan dalam proses torakoskopi memiliki risiko:

● rasa nyeri

● pneumotoraks (udara lolos ke rongga pleura)

● sesak napas

● pendarahan

● infeksi rongga pleura

● reaksi alergi

● edema paru

● emfisema bedah

Anda  dapat  mengurangi  risiko  komplikasi  dengan  mengikuti  arahan  dokter  sebelum operasi, seperti puasa dan berhenti mengonsumsi obat‐obatan tertentu.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Transplantasi Ginjal

    Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

    Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

    Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Meski tak bisa disembuhkan, ada berbagai macam cara untuk mencegah diabetes. Tindakan pencegahan diabetes ini pun sangat sederhana. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    atrofi otot

    Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    pencegahan anemia

    7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit