Fakta Penyebab Cegukan, dari yang Ringan Sampai Kronis (Terus-Menerus)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Hampir setiap orang pernah mengalami cegukan dalam hidupnya. Bahkan, bayi yang masih dalam kandungan juga dapat mengalaminya. Meski seringnya kondisi ini tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu yang cepat, cegukan terus-menerus juga bisa jadi tanda kalau Anda mengalami masalah medis yang serius. Apa saja penyebab cegukan? Simak ulasannya berikut ini.

Apa saja penyebab cegukan?

Penyebab utama cegukan adalah adanya kontraksi atau menegangnya diafragma, otot yang terletak di antara rongga dada dan perut. Kontraksi otot diafragma ini bisa terjadi secara mendadak tanpa bisa dikendalikan.

Kontraksi tersebut menyebabkan udara dari luar masuk ke paru-paru dengan cepat. Akibatnya, katup epiglotis di belakang lidah harus segera menutup agar makanan, minuman, atau air liur tidak ikut terisap ke paru-paru. Penutupan epiglotis yang mendadak inilah yang menimbulkan suara ‘hik’ saat cegukan.

Nah, cegukan sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari makan terlalu banyak, minuman bersoda, hingga konsumsi alkohol. 

Berikut adalah berbagai penyebab cegukan yang umum ditemukan pada orang dewasa:

1. Makan terlalu cepat dan banyak

pola makan untuk binge eating penyebab cegukan terus menerus

Makan dengan porsi besar, apalagi sambil terburu-buru, adalah penyebab cegukan yang paling umum. Makan berlebihan menyebabkan perut cepat membesar dan mendorong diafragma untuk berkontraksi. Nah, hal inilah yang kemudian memicu suara saat cegukan.

Makan terlalu cepat juga menyebabkan banyak udara masuk ketika Anda menelan. Secara bersamaan, diafragma akan berkontraksi secara berlebihan dan epiglotis menutup dengan cepat supaya tidak ada makanan yang masuk ke tenggorokan.

2. Jenis makanan tertentu

makan makanan pedas

Beberapa jenis makanan memang bisa menjadi penyebab cegukan, terutama makanan kering atau yang rasanya terlalu pedas.

Makanan kering, seperti roti, cenderung lebih sulit dikunyah atau ditelan daripada makanan lunak. Jenis makanan kering rentan melukai dan mengiritasi lapisan kerongkongan. Sejumlah saraf yang ada di kerongkongan akan terangsang dan memicu kontraksi diafragma, sehingga pada akhirnya menyebabkan cegukan.

Konsumsi makanan pedas juga memberikan efek serupa. Kandungan capsaicin pada makanan dengan cabai berikatan dengan reseptor khusus pada diafragma. Akibatnya, otot diafragma akan berkontraksi atau menegang. Aliran udara ke batang tenggorokan pun berlangsung dengan cepat dan cegukan terjadi.

3. Perubahan suhu mendadak di kerongkongan

air dingin bakar kalori penyebab cegukan terus menerus

Penyebab cegukan lainnya berkaitan dengan perubahan  suhu secara tiba-tiba di kerongkongan. Suhu yang naik atau turun secara mendadak akan ‘menggelitik’ saraf kerongkongan dan merangsang kontraksi diafragma secara berlebihan.

Nah, saraf di kerongkongan ini sangat sensitif ketika terpapar makanan dan minuman yang sangat panas atau dingin. Selain dari faktor makanan, berpindah-pindah tempat dengan perubahan suhu yang drastis juga memengaruhi kerongkongan.

4. Emosi berlebihan

bullying di tempat kerja

Siapa sangka bahwa cegukan juga bisa dipicu oleh emosi berlebihan? Benar, kondisi terlalu bahagia atau stres dapat menyebabkan cegukan.

Belum diketahui secara pasti bagaimana emosi memicu reaksi pada diafragma. Kemungkinan fenomena ini berkaitan dengan hormon tertentu, seperti dopamin.

Apa penyebab cegukan terus-menerus?

Cegukan umumnya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu singkat. Namun, ada pula cegukan yang terjadi terus-menerus selama beberapa hari atau minggu, sekalipun sudah menggunakan berbagai cara menghilangkan cegukan secara alami.

Cegukan terus-menerus bukan hanya mengganggu, tapi juga perlu diwaspadai karena bisa menjadi gejala penyakit tertentu. Beberapa hal yang menjadi penyebab cegukan terus-menerus, antara lain:

1. Kerusakan pembuluh darah otak

Akibat stroke dan dampak stroke

Dalam beberapa kasus, cegukan kronis terjadi karena adanya masalah pada pembuluh darah otak. Beberapa penyakit yang dikaitkan dengan masalah ini adalah stroke, seperti iskemia otak dan sindrom Wallenberg. Stroke cukup banyak ditemukan di antara pasien dengan cegukan yang terus-menerus berlangsung.

Selain itu, menurut sebuah artikel dari Journal of Neurogastroenterology and Motility, cegukan berkepanjangan juga dapat terjadi pada pasien dengan lupus eritematosus sistemik (SLE). Anda harus mempertimbangkan kemungkinan SLE atau stroke pada seseorang (terutama orang tua) yang mengalami cegukan berkepanjangan untuk menghindari keterlambatan penanganan.

2. Radang, cedera, dan tumor sistem saraf pusat

harapan hidup kanker otak

Penyebab cegukan terus-menerus juga bisa terjadi karena adanya radang, cedera, atau tumor pada otak. Oleh karena itu, cegukan kronis biasanya akan menghilang setelah pasien tumor otak menjalani operasi lesi batang otak.

Pembengkakan pembuluh arteri yang terdapat di otak kecil dan cedera otak juga dapat menyebabkan cegukan. Selain itu, salah satu kondisi langka bernama neuromyelitis optica yang memengaruhi saraf tulang belakang dan saraf mata, juga memicu cegukan berkepanjangan.

3. Kanker

angka kematian kanker menurun

Kanker juga diyakini sebagai salah satu pemicu kenapa seseorang cegukan terus-menerus. Gejala cegukan cukup banyak ditemukan pada pasien kanker yang menjalani pengobatan kemoterapi, atau menerima obat pereda nyeri opioid, seperti morfin.

Ditambah lagi, kemungkinan sel kanker yang ada di dalam tubuh pasien mendorong otot diafragma, sehingga menyebabkan cegukan. 

4. Gangguan saluran pencernaan dan perut

penyebab utama sakit perut

Apabila Anda menderita gangguan saluran pencernaan dan perut, peluang Anda mengalami cegukan berkepanjangan lebih besar. Beberapa kasus menunjukkan bahwa 7,9% pria dan 10% wanita pasien GERD mengalami cegukan berkepanjangan.

Masalah kesehatan lainnya yang terjadi di saluran pencernaan dan perut dapat menjadi penyebab cegukan terus-menerus, seperti:

  • Tukak lambung
  • Usus buntu
  • Inflammatory bowel disease (IBS)
  • Tumor pada perut atau usus
  • Hernia diafragmatik

5. Anestesi dan pasca-operasi

infeksi luka operasi

Operasi juga bisa menyebabkan Anda mengalami cegukan terus-menerus setelahnya. Salah satu prosedur operasi yang dapat memicu cegukan adalah kolektomi, yaitu operasi pengangkatan sebagian atau seluruh organ usus besar.

Penggunaan anestesi atau obat bius saat operasi juga dapat menyebabkan cegukan pada pasien. Namun, para ahli masih memperdebatkan apakah penyebab di balik cegukan sebenarnya adalah prosedur operasi itu sendiri, atau efek dari obat bius yang diberikan.

Mengatasi penyebab cegukan terus-menerus

Untuk penyebab umum, Anda bisa menghilangkan cegukan secara alami, misalnya dengan minum atau melakukan teknik pernapasan tertentu. Dokter juga mungkin saja meresepkan beberapa obat apabila cegukan yang Anda alami terjadi terus-menerus dan tak kunjung berhenti.

Konsultasikanlah dengan dokter apabila Anda khawatir karena sering mengalami cegukan. Dokter akan membantu Anda menjalani pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan mengatasi masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang membuat kulit gatal, memerah, dan pecah-pecah. Lantas, apa bedanya eksim kering dan eksim basah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit