home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Fakta Penyebab Cegukan, dari yang Ringan Sampai Kronis (Terus-Menerus)

Fakta Penyebab Cegukan, dari yang Ringan Sampai Kronis (Terus-Menerus)

Hampir setiap orang pernah mengalami cegukan dalam hidupnya. Bahkan, bayi yang masih dalam kandungan juga dapat mengalaminya. Meski seringnya kondisi ini tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu yang cepat, cegukan terus-menerus juga bisa jadi tanda kalau Anda mengalami masalah medis yang serius. Apa saja penyebab cegukan? Simak ulasannya berikut ini.

Apa saja penyebab cegukan?

Penyebab utama cegukan adalah adanya kontraksi atau menegangnya diafragma, otot yang terletak di antara rongga dada dan perut.

Kontraksi otot diafragma ini bisa terjadi secara mendadak tanpa bisa dikendalikan.

Kontraksi tersebut menyebabkan udara dari luar masuk ke paru-paru dengan cepat.

Akibatnya, katup epiglotis di belakang lidah harus segera menutup agar makanan, minuman, atau air liur tidak ikut terisap ke paru-paru.

Penutupan epiglotis yang mendadak inilah yang menimbulkan suara ‘hik’ saat cegukan.

Nah, cegukan sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari makan terlalu banyak, minuman bersoda, hingga konsumsi alkohol.

Berikut adalah berbagai penyebab cegukan yang umum ditemukan pada orang dewasa.

1. Makan terlalu cepat dan banyak

pola makan untuk binge eating penyebab cegukan terus menerus

Makan dengan porsi besar, apalagi sambil terburu-buru, adalah penyebab cegukan yang paling umum.

Makan berlebihan menyebabkan perut cepat membesar dan mendorong diafragma untuk berkontraksi. Nah, hal inilah yang kemudian memicu suara saat cegukan.

Makan terlalu cepat juga menyebabkan banyak udara masuk ketika Anda menelan.

Secara bersamaan, diafragma akan berkontraksi secara berlebihan dan epiglotis menutup dengan cepat supaya tidak ada makanan yang masuk ke tenggorokan.

2. Jenis makanan tertentu

makan makanan pedas

Beberapa jenis makanan memang bisa menjadi penyebab cegukan, terutama makanan kering atau yang rasanya terlalu pedas.

Makanan kering, seperti roti, cenderung lebih sulit dikunyah atau ditelan daripada makanan lunak. Jenis makanan kering rentan melukai dan mengiritasi lapisan kerongkongan.

Sejumlah saraf yang ada di kerongkongan akan terangsang dan memicu kontraksi diafragma, sehingga pada akhirnya menyebabkan cegukan.

Konsumsi makanan pedas juga memberikan efek serupa. Kandungan capsaicin pada makanan dengan cabai berikatan dengan reseptor khusus pada diafragma.

Akibatnya, otot diafragma akan berkontraksi atau menegang. Aliran udara ke batang tenggorokan pun berlangsung dengan cepat dan cegukan terjadi.

3. Perubahan suhu mendadak di kerongkongan

air dingin bakar kalori penyebab cegukan terus menerus

Penyebab cegukan lainnya berkaitan dengan perubahan suhu secara tiba-tiba di kerongkongan.

Suhu yang naik atau turun secara mendadak akan ‘menggelitik’ saraf kerongkongan dan merangsang kontraksi diafragma secara berlebihan.

Nah, saraf di kerongkongan ini sangat sensitif ketika terpapar makanan dan minuman yang sangat panas atau dingin.

Selain dari faktor makanan, berpindah-pindah tempat dengan perubahan suhu yang drastis juga memengaruhi kerongkongan.

4. Emosi berlebihan

bullying di tempat kerja

Siapa sangka bahwa cegukan juga bisa dipicu oleh emosi berlebihan? Benar, kondisi terlalu bahagia atau stres dapat menyebabkan cegukan.

Belum diketahui secara pasti bagaimana emosi memicu reaksi pada diafragma. Kemungkinan fenomena ini berkaitan dengan hormon tertentu, seperti dopamin.

Apa penyebab cegukan terus-menerus?

Cegukan umumnya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu singkat.

Namun, ada pula cegukan yang terjadi terus-menerus selama beberapa hari atau minggu, sekalipun sudah menggunakan berbagai cara menghilangkan cegukan secara alami.

Cegukan terus-menerus bukan hanya mengganggu, tapi juga perlu diwaspadai karena bisa menjadi gejala penyakit tertentu.

Beberapa hal yang menjadi penyebab cegukan terus-menerus, antara lain sebagai berikut.

1. Kerusakan pembuluh darah otak

Akibat stroke dan dampak stroke

Dalam beberapa kasus, cegukan kronis terjadi karena adanya masalah pada pembuluh darah otak.

Beberapa penyakit yang dikaitkan dengan masalah ini adalah stroke, seperti iskemia otak dan sindrom Wallenberg.

Stroke cukup banyak ditemukan di antara pasien dengan cegukan yang terus-menerus berlangsung.

Selain itu, menurut sebuah artikel dari Journal of Neurogastroenterology and Motility, cegukan berkepanjangan juga dapat terjadi pada pasien dengan lupus eritematosus sistemik (SLE).

Anda harus mempertimbangkan kemungkinan SLE atau stroke pada seseorang (terutama orang tua) yang mengalami cegukan berkepanjangan untuk menghindari keterlambatan penanganan.

2. Radang, cedera, dan tumor sistem saraf pusat

harapan hidup kanker otak

Penyebab cegukan terus-menerus juga bisa terjadi karena adanya radang, cedera, atau tumor pada otak.

Oleh karena itu, cegukan kronis biasanya akan menghilang setelah pasien tumor otak menjalani operasi lesi batang otak.

Pembengkakan pembuluh arteri yang terdapat di otak kecil dan cedera otak juga dapat menyebabkan cegukan.

Selain itu, salah satu kondisi langka bernama neuromyelitis optica yang memengaruhi saraf tulang belakang dan saraf mata, juga memicu cegukan berkepanjangan.

3. Kanker

angka kematian kanker menurun

Kanker juga diyakini sebagai salah satu pemicu kenapa seseorang cegukan terus-menerus.

Gejala cegukan cukup banyak ditemukan pada pasien kanker yang menjalani pengobatan kemoterapi, atau menerima obat pereda nyeri opioid, seperti morfin.

Ditambah lagi, kemungkinan sel kanker yang ada di dalam tubuh pasien mendorong otot diafragma, sehingga menyebabkan cegukan.

4. Gangguan saluran pencernaan dan perut

penyebab utama sakit perut

Apabila Anda menderita gangguan saluran pencernaan dan perut, peluang Anda mengalami cegukan berkepanjangan lebih besar.

Beberapa kasus menunjukkan bahwa 7,9% pria dan 10% wanita pasien GERD mengalami cegukan berkepanjangan.

Masalah kesehatan lainnya yang terjadi di saluran pencernaan dan perut dapat menjadi penyebab cegukan terus-menerus, seperti:

  • tukak lambung,
  • usus buntu,
  • inflammatory bowel disease (IBS),
  • tumor pada perut atau usus, dan
  • hernia diafragmatik.

5. Anestesi dan pasca-operasi

infeksi luka operasi

Operasi juga bisa menyebabkan Anda mengalami cegukan terus-menerus setelahnya.

Salah satu prosedur operasi yang dapat memicu cegukan adalah kolektomi, yaitu operasi pengangkatan sebagian atau seluruh organ usus besar.

Penggunaan anestesi atau obat bius saat operasi juga dapat menyebabkan cegukan pada pasien.

Namun, para ahli masih memperdebatkan apakah penyebab di balik cegukan sebenarnya adalah prosedur operasi itu sendiri, atau efek dari obat bius yang diberikan.

Mengatasi penyebab cegukan terus-menerus

Untuk penyebab umum, Anda bisa menghilangkan cegukan secara alami, misalnya dengan minum atau melakukan teknik pernapasan tertentu.

Dokter juga mungkin saja meresepkan beberapa obat apabila cegukan yang Anda alami terjadi terus-menerus dan tak kunjung berhenti.

Konsultasikanlah dengan dokter apabila Anda khawatir karena sering mengalami cegukan.

Dokter akan membantu Anda menjalani pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan mengatasi masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hiccups – Mayo Clinic. (2017). Retrieved September 3, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiccups/symptoms-causes/syc-20352613 

Hiccups – BetterHealth Channel. (n.d.). Retrieved September 3, 2020, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/hiccups 

Chronic hiccups – Genetic and Rare Diseases Information Center. (2014). Retrieved September 3, 2020, from https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/6657/chronic-hiccups#:~:text=Chronic%20hiccups%20are%20unintentional%20movements,own%20after%20a%20couple%20minutes

Concern about recurring hiccups – Harvard Health Publishing. (2016). Retrieved September 3, 2020, from https://www.health.harvard.edu/mens-health/concern-about-recurring-hiccups 

What causes hiccups? – Harvard Health Publishing. (2018). Retrieved September 3, 2020, from https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/what-causes-hiccups 

Hiccups and cancer – Cancer Research UK. (2019). Retrieved September 3, 2020, from https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/coping/physically/hiccups-and-cancer 

Chang, F. Y., & Lu, C. L. (2012). Hiccup: mystery, nature and treatment. Journal of neurogastroenterology and motility, 18(2), 123–130. https://doi.org/10.5056/jnm.2012.18.2.123 

Nausheen, F., Mohsin, H., & Lakhan, S. E. (2016). Neurotransmitters in hiccups. SpringerPlus, 5(1), 1357. https://doi.org/10.1186/s40064-016-3034-3 

Quiroga, J., García, J., & Guedes, J. (2016). Hiccups: a common problem with some unusual causes and cures. British Journal Of General Practice, 66(652), 584-586. https://doi.org/10.3399/bjgp16X687913 

Thyagarajan, B., Potian, J. G., Baskaran, P., & McArdle, J. J. (2014). Capsaicin modulates acetylcholine release at the myoneural junction. European journal of pharmacology, 744, 211–219. https://doi.org/10.1016/j.ejphar.2014.09.044 

Cole, JA., Plewa, MC. (2020). Singultus (Hiccups). StatPearls.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adinda Rudystina Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x