Orchidopexy

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu orchidopexy?

Orchidopexy  adalah  operasi  untuk  menurunkan  testis  ke  skrotum.  Testis  terbentuk pada  abdomen  bayi  laki‐laki  saat  masih  di  rahim.  Testis  biasanya  sudah  turun  ke skrotum pada minggu ke‐35 saat kehamilan. Kadang, testis tidak turun dengan normal.

Apa saja keuntungan menjalani operasi orchidopexy?

Operasi  dapat  mencegah  anak  Anda  mengalami  komplikasi  serius.  Kesuburan  anak Anda akan meningkat dan lebih mudah untuk memeriksa masalah pada testis.

Kapan anak saya perlu menjalani orchidopexy?

Operasi orchidopexy diperlukan jika testis tidak turun dengan sendirinya  sampai bayiberumur 6 bulan. Apabila testis tetap tidak turun, ada kemungkinan  risiko kesehatan, seperti:

● trauma (torsion)

● hernia jika benjolan pada usus melewati lubang yang sama dengan testis

● kesuburan  yang  rendah  disebabkan  temperatur  pada  perut  lebih  tinggi dibandingkan  dengan  skrotum,  yang  mempengaruhi produksi  sperma  pada testis

● risiko kanker testis

● kepercayaan diri yang rendah disebabkan permasalahan penampilan

Pencegahan & peringatan

Apa yang perlu saya ketahui sebelum anak saya menjalani orchidopexy?

Ada beberapa kemungkinan mengapa testis tidak turun ke  skrotum. Namun, biasanya penyebab tidak diketahui.Operasi  orchidopexy  dilakukan  apabila  testis  tidak  turun  dengan  sendirinya  setelah bayi berumur 6 bulan. Operasi dilakukan untuk menghindari masalah kesehatan.Operasi ini berlangsung sehari dan anak Anda dapat pulang pada hari yang sama.

Apakah ada alternatif lain selain operasi?

Jika  testis  tidak  turun  ke  skrotum  setelah  umur  6  bulan,  tidak  adanya  alternatif  lain selain operasi.

Proses

Apa yang harus anak saya lakukan sebelum menjalani orchidopexy?

Anak Anda akan diberi instruksi sebelum operasi, seperti apakah diperbolehkan makan sebelum operasi. Pada umumnya, anak Anda harus berpuasa 6 jam  sebelum prosedur dimulai.  Anak  Anda  mungkin  diperbolehkan  untuk  meminum  cairan,  beberapa  jam sebelum operasi.

Bagaimana proses orchidopexy?

Operasi biasanya dilakukan dengan bius total dan berlangsung selama sekitar 45 menit sampai 1 jam. Ahli bedah akan membuat sayatan pada pangkal paha dan sayatan kecil pada skrotum. Testis akan diturunkan pada skrotum.Jika ahli bedah menemukan testis kecil yang tidak berfungsi, ini akan diangkat.

Apa yang harus anak saya lakukan setelah menjalani orchidopexy?

Anak  Anda  diperbolehkan  pulang  pada  hari  yang  sama  dan  dapat  kembali  masuk sekolah setelah 1 minggu. Anak Anda dilarang berolahraga atau mengendarai sepeda selama 6 minggu.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Seperti prosedur lainnya, ada beberapa kemungkinan risiko. Mintalah ahli bedah untuk menjelaskan risiko pada anak Anda.Kemungkinan komplikasi pada prosedur umumnya dapat meliputi reaksi pada anestesi, perdarahan atau penggumpalan pada darah (deep vein thrombosis, DVT).Pada operasi orchidopexy, komplikasi spesifik yang dapat terjadi meliputi:

● timbulnya benjolan di bawah luka sayatan

● testis menyusut

● terhalangnya sperma lewat ke penis

● testis dapat kembali ke posisi semula

● penurunan kesuburan pada testis yang diturunkan.

Anda  dapat  meminimalisir  risiko  komplikasi  pada  anak  Anda  dengan  mengikuti instruksi  dari  dokter  sebelum  operasi,  seperti  berpuasa  dan  berhenti  mengkonsumsi obat tertentu.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Transplantasi Ginjal

    Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

    Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

    Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Meski tak bisa disembuhkan, ada berbagai macam cara untuk mencegah diabetes. Tindakan pencegahan diabetes ini pun sangat sederhana. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    atrofi otot

    Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    pencegahan anemia

    7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit