Cabut Gigi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu operasi cabut gigi?

Cabut gigi biasa dilakukan pada anak-anak, remaja, atau bahkan orang dewasa yang masih mempunyai gigi bungsu. Tapi ada sejumlah alasan di tengah jalan yang membuat dokter merasa perlu untuk melakukan operasi cabut gigi pada salah satu (atau lebih) gigi Anda yang bermasalah.

Operasi cabut gigi tampaknya menakutkan, tapi proses sebenarnya cukup sederhana dan terbilang singkat. Sayangnya, perencanaan yang tidak tepat sebelum mencabut gigi dapat menyebabkan pemulihan yang lambat dan isu kesehatan gigi lainnya yang lebih parah.

Kapan saya harus menjalani operasi cabut gigi?

Setelah gigi bungsu lepas, Anda memiliki gigi dewasa yang seharusnya permanen dan akan bertahan seumur hidup. Namun, ada beberapa faktor yang membuat Anda pun harus melakukan pencabutan gigi, seperti:

Pencegahan dan Peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum melakukan operasi?

Walapun merupakan hal yang umum dilakukan, namun ada beberapa risiko yang bisa terjadi ketika Anda menjalani cabut gigi.

Dikutip dari Healthline, setelah prosedur cabut gigi, biasanya akan terdapat gumpalan darah yang terbentuk secara alami. Namun, dokter akan memberikan obat penenang selama beberapa hari. Beberapa risiko lain yang bisa terjadi:

  • Pendarahan yang berlangsung lebih dari 1 jam.
  • Demam yang disertai menggigil cukup parah karena infeksi.
  • Mual atau muntah.
  • Batuk
  • Nyeri dada disertai sesak napas.
  • Pembengkakan dan kemerahan di lokasi bedah.

Apabila terjadi hal-hal yang sudah disebutkan di atas, sebaiknya Anda menghubungi dokter gigi kembali.

Persiapan dan Proses

Apa yang harus dipersiapkan sebelum prosedur?

Sebelum menjadwalkan prosedur operasi cabut gigi, dokter akan melakukan rontgen terlebih dahulu. Pengambilan gambar ini akam membantu untuk mengevaluasi lebih lanjut mengenai kelengkungan dan sudut akar gigi.

Selain itu, ada baiknya pula Anda memberitahu mengenai obat apa saja yang Anda diminum setiap harinya serta kondisi medis lainnya. Beberapa kondisi medis yang dokter Anda perlu ketahui adalah:

  • Diabetes
  • Gangguan liver
  • Hipertensi
  • Gangguan pada jantung
  • Penyakit tiroid
  • Gagal ginjal kronis

Selain itu, dokter gigi juga seharusnya memastikan semua kondisi stabil sebelum Anda melakukan proses cabut gigi. Ada kemungkinan Anda akan diberikan resep antibiotik apabila:

  • Operasi diperkirakan akan memakan waktu lama.
  • Anda mempunyai gangguan seperti infeksi atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Umumnya, Anda dianjurkan untuk tidak makan dan minum (termasuk air putih) selama delapan jam hingga 12 jam sebelum operasi. Namun, dokter Anda sendirilah yang akan memastikan seberapa lama waktu puasa yang diperlukan untuk kasus Anda.

Jika Anda akan menggunakan bius lokal, Anda boleh makan makanan ringan atau camilan pengganjal lapar 1-2 jam sebelum operasi. Gosok gigi, berkumur, dan floss gigi Anda sebelum berangkat ke dokter.

Jangan merokok dalam 12 jam sebelum cabut gigi — dan setidaknya dalam 24 jam setelah cabut gigi.

Jika Anda memiliki diabetes atau sedang mengonsumsi obat resep lain (termasuk antibiotik yang diresepkan oleh dokter gigi Anda untuk mengobati infeksi yang Anda miliki saat ini), lanjutkan penggunaannya seperti biasa. Konsultasikan hal ini lebih lanjut dengan dokter Anda.

Bagaimana proses dari prosedur ini?

1. Diberikan anestesi

Sebelum prosedur, hal yang pertma kali akan dilakukan oleh dokter gigi adalah memberikan anestesi lokal di dekat area gigi tertentu. Tentunya hal ini akan membuat area tersebut mati rasa sehingga Anda tidak akan merasakan sakit.

Seharusnya Anda tidak akan merasakan sakit, namun tetap merasakan ketika adanya tekanan atau suara dari alat yang digunakan. Perlu diketahui pula, mati rasa akan berlanjut selama beberapa jam setelah operasi.

2. Cabut gigi sederhana

Setelah mendapatkan anestesi lokal di area sekitar gigi, Anda hanya akan merasakan tekanan akibat dari prosedur. Dokter akan menggunakan alat yang disebut sebagai elevator. Alat ini berfungsi untuk melonggarkan gigi juga forsep untuk mencabut gigi.

3. Cabut gigi dengan teknik bedah

Prosedur yang satu ini tidak hanya membutuhkan anestesi lokal, tetapi juga kemungkinan Anda akan mendapatkan anestesi intravena.

Hal ini dibutuhkan agar Anda tetap tenang dan juga lebih rileks sehingga membuat Anda tidak sadar selama prosedur.

Dokter atau ahli bedah akan memotong gusi dengan sayatan kecil. Selain itu, ada kemungkinan untuk menghilangkan tulang di sekitar gigi atau memotong gigi sebelum dicabut.

Apabila semua tahapan sudah selesai dilakukan, ada kemungkinan pula Anda mendapatkan prosedur jahitan untuk mengendalikan terjadinya pendarahan.

Dokter akan menempatkan lapisan kasa yang tebal di atas area pencabutan sehingga Anda akan menggigitnya. Ini akan menyerap darah agar terjadi proses pembekuan.

Perawatan Setelah Operasi

Apa yang boleh dilakukan setelah operasi cabut gigi?

1. Mengganti kain kasa

Sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa setelah prosedur cabut gigi, Anda akan menggigit kain kasa yang berfungsi untuk menahan darah. Menggigit dengan tekanan yang konsisten selama 20-30 menit akan membantu mengendalikan pendarahan.

Setelah itu, ganti kain kasa dengan yang baru. Pendarahan kemungkinan akan berlanjut selama 1-2 hari setelah operasi.

2. Minum obat pereda sakit

Anestesi yang dilakukan sebelum prosedur hanya akan berlangsung selama beberapa jam. Dokter akan meresepkan obat untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan setelah prosedur.

Namun, obat seperti asetaminofen atau ibuprofen biasanya cukup untuk mengendalikan rasa sakit.

3. Mengompres dengan es

Bagi sebagian orang, setelah prosedur cabut gigi ada kemungkinan Anda akan mengalami pembengkakan ringan pada area wajah. Jangan khawatir karena ini merupakan hal yang normal.

Maka dari itu, Anda pun diperbolehkan untuk mengompres area yang bengkak dengan menggunakan waslap dingin.

4. Membersihkan gigi

Setelah operasi, Anda diperbolehkan untuk tetap menjaga kebersihan mulut serta gigi. Anda dapat berkumur dengan menggunakan air garam setiap beberapa jam. Ketika menggosok gigi, perhatikan area gigi Anda agar tidak mengganggu darah yang membeku.

5. Beristirahat

Apabila Anda berpikir setelah operasi cabut gigi Anda dapat melakukan aktivitas normal, sebaiknya dipikirkan kembali. Setelah operasi, Anda tetap harus beristirahat setidakya selama 24 jam ke depan.

Apa yang tidak boleh dilakukan setelah operasi cabut gigi?

1. Perhatikan apa yang dikonsumsi

Kemungkinan besar Anda akan mengalami ngilu dan pembengkakan ringan setelah gigi dicabut. Ini dapat menurunkan nafsu makan, tapi Anda tetap perlu mendapatkan asupan nutrisi yang tepat untuk masa penyembuhan yang optimal.

Hindari makan makanan keras, asam, dan pedas yang bisa mengiritasi gusi. Selain itu, jika operasi Anda termasuk pemasangan gigi palsu di hari yang sama, Anda harus melindungi gigi dengan mengonsumsi makanan lembut — misalnya sup krim, jelly, puding, oatmeal, atau bubur.

Konsumsi pula minuman yang mengandung nilai gizi tinggi seperti jus, smoothies, atau protein shake yang mudah untuk diracik. Minuman sehat ini menyediakan asupan tinggi vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh untuk tetap fit selama masa pemulihan.

2. Tidak menggunakan sedotan

Anda diperbolehkan untuk minum ait putih atau minuman apapun dengan kandungan yang bernutrisi. Tapi, jangan gunakan sedotan untuk minum minuman Anda, terutama setelah cabut gigi.

Menggunakan sedotan dapat menyebabkan kondisi bernama dry socket, yang akan menimbulkan komplikasi yang sangat menyakitkan sehingga Anda harus balik lagi ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan.

Lama Pemulihan

Berapa lama proses penyembuhan operasi cabut gigi?

Merupakan hal yang normal apabila Anda merasakan sakit setelah efek enestesi sudah mulai menghilang. Tidak hanya itu saja, setelah 24 jam gigi dicabut, hal lain yang Anda rasakan adalah pebengkakan juga pendarahan.

Namun, apabila rasa sakit juga pendarahan semakin parah lebih dari empat jam setelah operasi. Sebaiknya hubungi kembali dokter Anda.

Periode penyembuhan awal biasanya membutuhkan waktu selama satu sampai dua minggu. Jaringan tulang dan gusi baru akan tumbuh pada celah.

Seiring berjalannya waktu, cabut gigi pun juga akan menyebabkan gigi yang tersisa bergeser dan mempengaruhi cara menggigit Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Untuk Apa Cuci Darah, dan Siapa yang Harus Rutin Cuci Darah?

Mendengar istilah cuci darah dapat membuat bulu kuduk merinding. Tapi satu hal yang pasti, prosedur medis ini bertujuan untuk menyelamatkan nyawa.

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Waktu bercinta yang paling ideal ternyata bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung usia Anda dan pasangan. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Memiliki masalah di sekitar daerah intim sering membuat pria enggan konsultasi ke dokter. Lantas, obat penyakit prostat apa yang bisa digunakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Prostat 5 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Cara Kerja Baking Soda untuk Membantu Memutihkan Gigi

Baking soda digunakan untuk menghilangkan noda dan memutihkan gigi. Namun, bagaimana cara kerjanya dan anjuran pemakaiannya agar tetap aman?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
baking soda untuk gigi
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 24 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

syarat-donor-ginjal

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit
perawatan gigi ke dokter

12 Jenis Perawatan Gigi Melalui Prosedur Medis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Agina Naomi
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 8 menit
kesehatan gigi dan mulut

3 Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut demi Senyum yang Indah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Agina Naomi
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 5 menit
arti warna darah haid bagi kesehatan

Normalkah Jika Darah Haid Saya Berwarna Cokelat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit