Mengenal Neutropenia, Ketika Kadar Neutrofil Terlalu Rendah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Neutrofil merupakan jenis sel darah putih yang paling umum dan memiliki kadar paling banyak. Ketika jenis sel darah putih ini berjumlah lebih rendah dari kadar normal, Anda mengalami kondisi yang disebut dengan neutropenia. Kondisi ini dapat membuat tubuh Anda lebih rentan mengalami infeksi. Lantas, apa saja penyebab neutrofil rendah dan apa saja bahayanya? Simak penjelasannya di bawah ini. 

Apa itu neutropenia?

Neutropenia adalah kondisi ketika neutrofil dalam darah berada di bawah kadar normal, yaitu  sekitar 2.500-6.000 neutrofil/mcL.

Neutrofil sendiri berperan penting dalam menangani infeksi dalam tubuh. Beberapa orang dengan jumlah neutrofil di bawah rata-rata bisa saja tidak berisiko mengalami infeksi. Pada kondisi ini, kekurangan jumlah neutrofil bukanlah suatu hal yang berbahaya.

Meski begitu, orang-orang dengan kondisi ini berisiko sangat tinggi untuk mengalami infeksi serius. Hal ini karena tubuh tidak memiliki jumlah neutrofil yang cukup untuk melawan kuman (patogen) penyebab infeksi.

Dikutip dari Cleveland Clinic, terdapat tiga tingkatan neutrofil rendah, yaitu:

  • Ringan (terdapat 1.000-1.500 neutrofil/mcL darah)
  • Sedang (terdapat 500-1.000 neutrofil/mcL darah)
  • Parah (terdapat kurang dari 500 neutrofil/mcL darah)

Neutropenia ringan mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, Anda bisa saja mengalami infeksi apabila kondisi ini yang Anda alami termasuk parah.

Beberapa gejala neutropenia yang mungjika kondisi yang Anda alami termasuk parah, gejala neutropenia yang Anda rasakan, antara lain:

  • Demam
  • Luka terbuka (yang mungkin sulit sembuh)
  • Bisul (kumpulan nanah)
  • Pembengkakan
  • Infeksi berulang

Anda mungkin tidak akan menyadari sedang mengalami kondisi neutrofil terlalu rendah karena tidak mengalami gejala apa pun. Bahkan, pada beberapa kasus, seseorang tidak mengetahui mereka memiliki kondisi ini sampai melakukan tes darah untuk keluhan lain yang mungkin tidak berhubungan.

Meskipun begitu, hasil tes darah yang menunjukkan kadar neutrofil rendah tidak selalu berarti Anda mengidap neutropenia. Kadar jenis sel darah putih ini dapat bervariasi dari hari ke hari, sehingga Anda perlu melakukan tes darah beberapa kali untuk memastikan kondisi tersebut. 

Kadar neutrofil rendah dapat membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi. Ketika Anda mengalami neutrofil terlau rendah yang parah, bakteri normal dari mulut atau saluran pencernaan saja dapat menyebabkan penyakit serius. 

Apa penyebab neutropenia?

Neutropenia terjadi karena neutrofil digunakan atau dihancurkan lebih cepat daripada yang dihasilkan, atau sumsum tulang tidak menghasilkan cukup neutrofil. Kondisi ini dapat berlangsung secara akut (sementara), bisa juga kronis (dalam jangka waktu yang panjang), terutama jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Berdasarkan penyebabnya, neutropenia dibedakan menjadi dua jenis, yaitu karena bawaan lahir dan yang didapatkan (acquired) seiring berjalannya waktu.

Berikut adalah kondisi-kondisi yang bisa menjadi penyebab neutropenia:

1. Kanker dan perawatan kanker

efek kemoterapi terhadap kesuburan

Kemoterapi dalam perawatan kanker adalah penyebab umum dari neutropenia. Hal ini karena selain membunuh sel kanker, kemoterapi juga dapat menghancurkan neutrofil dan sel sehat lainnya. 

Salah satu jenis kanker yang dapat menurunkan jumlah neutrofil adalah leukemia. Selain itu, beberapa pengobatan untuk kanker yang juga berpotensi menyebabkan neutropenia, antara lain:

2. Obat-obatan

cara menyimpan obat padat

Penggunaan obat-obatan dalam jangka waktu yang panjang juga dapat menyebabkan kadar neutrofil menurun. Berikut adalah obat-obatan yang dapat menjadi penyebab neutropenia:

  • Obat-obatan untuk menangani hipertiroid, seperti methimazole (Tapazole) dan propylthiouracil 
  • Beberapa antibiotik, termasuk vankomisin (Vancocin), penisilin G dan oksasilin
  • Obat antivirus, seperti ganciclovir (Cytovene) dan valganciclovir (Valcyte)
  • Obat antiperadangan yang menangani radang usus besar atau rheumatoid arthritis, seperti sulfasalazine (Azulfidine)
  • Beberapa obat antipsikotik, seperti clozapine (Clozaril, Fazaclo) dan chlorpromazine
  • Obat yang digunakan untuk mengobati irama jantung yang tidak teratur, seperti quinidine dan procainamide
  • Levamisole, yaitu obat hewan yang tidak disetujui untuk digunakan oleh manusia, tetapi dapat dicampur dengan kokain

3. Infeksi

Berbagai penyakit infeksi juga dapat menyebabkan kadar neutrofil menurun, seperti:

  • Cacar air
  • Campak
  • Infeksi virus lain, seperti Epstein-Barr (mononukleosis), virus hepatitis, HIV/AIDS
  • Infeksi bakteri salmonella
  • Tuberkulosis
  • Sepsis (infeksi aliran darah luar biasa)

4. Penyakit autoimun

penyakit lupus bisa sembuh

Pada kondisi neutropenia autoimun, antibodi di dalam tubuh justru terus menghancurkan neutrofil. Akibatnya, kadar neutrofil dalam tubuh sangat rendah.

Beberapa penyakit autoimun yang dapat menyebabkan neutropenia, yaitu:

  • Granulomatosis dengan poliangiitis (sebelumnya disebut Wegener’s granulomatosis)
  • Lupus
  • Rheumatoid arthritis
  • Penyakit Crohn

5. Gangguan sumsum tulang

anemia aplastik adalah

Neutrofil bersama dengan sel darah lainnya dibuat di sumsum tulang. Itu sebabnya, adanya gangguan pada sumsum tulang bisa menjadi penyebab kadar neutrofil menurun.

Dalam beberapa kasus, gangguan sumsum tulang dapat bersifat bawaan lahir, yakni bayi terlahir dengan masalah pada sumsum tulangnya. 

Namun, terdapat pula beberapa kondisi atau penyakit yang menyebabkan gangguan sumsum tulang, seperti:

  • Anemia aplastik
  • Sindrom mielodisplasia
  • Myelofibrosis

6. Penyebab lainnya

tanda kekurangan vitamin

Beberapa kondisi lainnya, termasuk kondisi bawaan lahir, juga dapat menyebabkan neutrofil rendah. Kondisi tersebut di antaranya:

  • Kondisi saat lahir, seperti sindrom Kostmann (gangguan yang melibatkan produksi neutrofil yang rendah)
  • Alasan tidak diketahui, disebut dengan neutropenia idiopatik kronis
  • Kekurangan vitamin atau nutrisi
  • Kelainan limpa

Apa bahaya yang bisa diakibatkan oleh neutropenia?

triase gawat darurat

Demam adalah respons alami tubuh saat terjadi infeksi. Namun, demam selama mengalami neutropenia bisa menjadi kondisi yang sangat serius.

Dikutip dari jurnal yang dipublikasikan di US National Library of Medicine, orang dengan neutropenia disertai demam mengalami peningkatan risiko kematian. Ini merupakan komplikasi yang termasuk darurat. 

Pada penderita kanker, kadar neutrofil rendah tanpa disertai demam bisa menghambat pengobatan kemoterapi. Penundaan dan perubahan pola pengobatan itu mungkin memiliki efek jangka panjang terhadap kesembuhan kanker. 

Komplikasi serius lain dari neutropenia, yaitu:

  • Infeksi bakteri dan jamur yang berulang dan fatal
  • Bakteremia
  • Syok septik
  • Kematian dini
  • Gagal untuk berkembang
  • Malnutrisi energi-protein
  • Kegagalan multiorgan

Infeksi serius terjadi pada sejumlah orang dengan neutropenia, sehingga mereka perlu mendapatkan perawatan berulang. Tanpa pengobatan, kadar neutrofil yang amat rendah dapat meningkatkan risiko kematian. 

Bagaimana mengatasi neutrofil rendah?

Antibiotik

Beberapa jenis neutropenia mungkin tidak memerlukan perawatan apa pun. Namun, jika kadar neutrofil rendah disertai dengan demam, Anda perlu mendapat pengobatan.

Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan yang direkomendasikan dokter untuk mengatasi neutropenia:

  • Antibiotik. Dokter akan merekomendasikan obat untuk melawan infeksi, seperti antibiotik. Jika Anda mengalami demam, Anda mungkin akan mendapatkan infus antibiotik di rumah sakit. 
  • Menghentikan pengobatan. Jika penyebab neutropenia Anda adalah obat-obatan, dokter mungkin akan meminta Anda berhenti mengonsumsi obat tersebut. 
  • Mengobati kondisi penyebab. Jika kadar neutrofil Anda rendah akibat kekurangan vitamin, dokter akan berusaha untuk mengatasi masalah kekurangan vitamin yang Anda alami. 
  • Obat yang dapat meningkatkan produksi sel darah putih. Obat-obatan ini biasanya diberikan melalui suntikan yang disebut faktor pertumbuhan atau faktor perangsang koloni. 
  • Transplantasi sel darah putih granulosit
  • Obat-obatan anti peradangan
  • Transplantasi sumsum tulang dapat berguna dalam mengobati beberapa tipe neutropenia yang parah, termasuk yang disebabkan oleh masalah tulang sumsum

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tinea Cruris

Tinea cruris adalah infeksi jamur pada kulit di pangkal paha, area genital, paha bagian dalam atas atau bokong. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Kurap (Kadas)

Kurap (kadas) adalah penyakit kulit akibat infeksi jamur yang menyerang permukaan kulit. Penyakit ini sangat menular dan ditandai dengan ruam.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Apa yang Terjadi Bila Kadar Limfosit Tinggi?

Kadar limfosit tinggi bisa menjadi tanda bahwa Anda terkena penyakit tertentu, lho. Apa saja penyakit yang bisa sebabkan kadar limfosit melonjak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 10 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Leukosit yang rendah bisa membuat Anda rentan kena infeksi. Makanan penambah sel darah putih bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan leukosit Anda.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 8 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

infeksi gusi periodontitis

Periodontitis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 15 menit
kebotakan alias alopecia

Alopecia (Kebotakan)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 10 menit
trombosis arteri

Trombosis Arteri

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 5 menit
trombositosis trombosit tinggi

Mengenal Trombositosis, Saat Jumlah Trombosit Meningkat Secara Berlebihan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 7 menit