Berbagai Jenis Obat Penambah Darah yang Umum Diresepkan Dokter

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Anemia adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya jumlah sel darah merah sehat untuk mengalirkan oksigen ke berbagai jaringan tubuh. Jika mengalami gejala anemia, Anda akan merasakan lemas atau kelelahan tanpa sebab, sesak napas tiba-tiba, pusing berputar atau sakit kepala, hingga kulit yang memucat. Anemia sendiri punya banyak jenis, sehingga jenis pengobatan yang diperlukan mungkin juga berbeda. Selain untuk meredakan gejalanya, obat anemia jpengobatan juga bertujuan untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi akibat anemia

Apa saja obat untuk mengatasi anemia?

pencegahan anemia

Sesuai dengan penyebab anemia, berikut adalah daftar obat-obatan yang mungkin diresepkan dokter:

1. Suplemen oral (obat minum)

Obat yang tersering digunakan untuk mengatasi anemia defisiensi zat besi adalah suplemen zat besi. Dokter Anda mungkin akan merekomendasikan suplemen zat besi yang mengandung zat besi, yang mudah diserap tubuh. 

Anda bisa mengonsumsi suplemen zat besi sebagai upaya menambah darah saat Anda didiagnosis anemia. Namun Anda harus berkonsultasi dulu untuk mengetahui dosis yang sesuai untuk Anda. Untuk mengobati jenis anemia ini, orang dewasa umumnya dianjurkan minum 100-200 mg suplemen zat besi setiap hari.

Sementara untuk kasus anemia defisiensi B12 dan asam folat, dokter dapat meresepkan multivitamin yang mengandung keduanya.

Obat ini dapat digunakan untuk mengobati kurang darah yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat gizi dari makanan, kehilangan darah, penyakit tertentu, kehamilan, gangguan pencernaan, dan kondisi lainnya.

2. Suntikan zat besi

Jika anemia Anda tidak membaik hanya dengan suplemen zat besi, dokter akan menjadwalkan terapi suntikan atau infus zat besi.

Selama pengobatan anemia ini, dokter akan memantau jumlah sel darah merah, termasuk tingkat hematokrit, hemoglobin, dan ferritin. Dalam kasus anemia defisiensi besi yang sangat mengancam jiwa, pengobatan mungkin melibatkan transfusi darah.

Sementara itu, obat suntik untuk anemia akibat kekurangan vitamin B12 dan asam folat, dokter akan memberikan hydroxocobalamin dan cyanocobalamin. Hydroxocobalamin umumnya lebih disarankan karena efeknya lebih bertahan lama di dalam tubuh. Suntikan dapat diberikan setiap hari selama 2 minggu sekali atau sampai gejala Anda mulai membaik.

Anemia Defisiensi Besi

3. Obat antibiotik atau antivirus

Anak-anak yang memiliki anemia sel sabit dapat diresepkan antibiotik penisilin oleh dokter. Pengobatan ini berfungsi untuk membantu mencegah infeksi, seperti pneumonia, yang dapat mengancam nyawa bayi atau anak kecil.

Orang dewasa juga dapat diberikan obat ini jika limpanya telah diangkat atau terkena radang paru-paru. Antibiotik diperlukan karena organ limpa yang diangkat atau bermasalah tidak lagi menyaring darah dengan maksimal. Ini membuat risiko infeksi bakteri di dalam tubuh meningkat sehingga harus diantisipasi dengan antibiotik.

Antibiotik dan antivirus juga kemungkinan akan diberikan juga dalam pengobatan anemia aplastik. Pasalnya, kondisi ini dapat membuat sistem kekebalan tubuh melemah karena jumlah sel darah putih untuk melawan virus atau bakteri di tubuh Anda sedikit. Kondisi ini rentan menyebabkan Anda terkena infeksi. 

4. Hydroxyurea

Obat hidroksiurea biasa diberikan untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi kebutuhan transfusi darah pada pasien anemia sel sabit.

Obat anemia ini diminum dengan menelannya secara utuh (oral) tanpa menghancurkan, mengunyah, atau membuka kapsul.

5. Epoetin alfa

Anemia akan berangsur membaik ketika penyakit kronis yang memicunya berhasil diobati. Namun terkadang, pasien penyakit ginjal dan pasien kanker yang mengidap anemia akibat kemoterapi diberikan obat epoetin alfa untuk merangsang sel darah merah.

Obat epoetin alfa digunakan untuk mengatasi kurang darah akibat beberapa kondisi, yaitu:

  • Anemia pascakemoterapi
  • Anemia akibat penyakit ginjal kronis
  • Anemia yang disebabkan oleh penggunaan zidovudine untuk mengobati HIV (human immunodeficiency virus).

Obat ini juga digunakan untuk mengurangi kebutuhan transfusi sel darah merah pada orang yang menjalani prosedur operasi tertentu. Epoetin alfa adalah bentuk protein buatan manusia yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah.

Obat anemia ini diberikan memalui suntikan melalui infus. Namun, dokter tidak menyarankan untuk menggunakan obat ini lewat suntik bila Anda memiliki:

  • Tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan
  • Memiliki aplasia sel merah murni (sejenis anemia) setelah menggunakan epoetin alfa
  • Menggunakan botol epoetin alfa multidosis saat sedang hamil dan menyusui.

6. Immunosupresan

Untuk orang anemia aplastik yang tidak dapat menjalani transplantasi sumsum tulang, dokter akan memberikan obat imunosupresan, seperti cyclosporin dan anti-thymocyte globulin. 

Obat-obatan ini berfungsi menekan aktivitas sel-sel kekebalan yang merusak sumsum tulang Anda. Obat ini juga membantu sumsum tulang Anda pulih dan menghasilkan sel darah baru agar gejala anemia aplastik dapat dikendalikan. 

7. Obat stimulan sumsum tulang belakang

Obat stimulan dapat diresepkan untuk membantu mengatasi gejala anemia aplastik. Obat seperti sargramostim, filgrastim, dan pegfilgrastim berguna untuk membantu merangsang sumsum tulang  menghasilkan sel darah baru.

Apa saja efek samping minum obat penambah darah?

penderita anemia minum suplemen saat puasa

Umumnya, dalam pengobatan anemia, Anda akan diberikan suplemen zat besi sebagai salah satu obat penambah darah. Mengonsumsi nutrisi kaya zat besi memang dapat mengatasi dan mencegah anemia. Namun, bukannya tidak mungkin bahwa asupan zat besi Anda bisa berlebihan.

Rata-rata kandungan zat besi dalam obat penambah darah adalah sekitar 14 mg. Ini setara dengan setengah kebutuhan harian Anda. Bahkan, dosis suplemen yang lebih tinggi bisa mengandung zat besi hingga 65 mg.

Jumlah itu pun belum ditambah asupan zat besi dari makanan sehari-hari, seperti sayuran hijau, daging sapi, hati ayam, ikan, seafood, telur, dan kacang-kacangan. Sebagai gambaran, 100 gram steik memiliki kandungan zat besi sekitar 3 mg dan 100 gram bayam memiliki kandungan sekitar 2,7 mg.

Mengonsumsinya tanpa tahu takaran yang tepat tentu bisa berpotensi menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini efek samping umum dari kelebihan zat besi yang dapat terjadi:

  • Sakit otot punggung, selangkangan, dan dada
  • Sakit perut
  • Menggigil
  • Pusing dan sakit kepala
  • Pingsan
  • Jantung berdebar
  • Demam dengan berkeringat deras
  • Penurunan fungsi indera pengecap; lidah terasa asam karat (metallic taste)
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan pada mulut dan tenggorokan
  • Gangguan pernapasan
  • Gangguan pencernaan, baik itu sembelit maupun diare
  • Ruam pada kulit

Itu sebabnya, sangat penting bagi Anda berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui dosis yang tepat bagi Anda sebelum memutuskan mengonsumsinya sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Anemia rash adalah ruam yang terjadi pada pengidap anemia. Namun, apakah semua pengidap anemia akan mengalami anemia rash? Apa saja penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Anemia, Health Centers 29 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Perkembangan Janin, Kehamilan 31 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Penderita anemia G6PD perlu menghindari beberapa pantangan. Pasalnya, sel-sel darah merah yang kekurangan G6PD sangat rentan mengalami kerusakan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Masturbasi Saat Hamil

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
nafsu seks ibu hamil

Kenali Perubahan Gairah Seks Ibu Hamil di Trimester Ketiga, Plus Tips Seks yang Aman

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 15 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit