Kadar Hb Terlalu Tinggi, Apakah Berbahaya dan Perlu Diturunkan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Hemoglobin merupakan salah satu kandungan dalam sel darah merah yang memberikan warna merah. Jika kadar hemoglobin lebih tinggi atau lebih rendah dari normal, Anda mungkin mengalami kondisi tertentu. Kadar hemoglobin yang tinggi biasanya terjadi ketika kadar oksigen dalam tubuh menurun. Apa saja penyebabnya? Simak penjelasan di bawah ini. 

Apa itu kondisi Hb tinggi?

penyebab hemoglobin hb rendah

Hemoglobin (Hb atau Hgb) adalah protein dalam sel darah merah yang juga berisi zat besi. Darah berwarna merah karena adanya kandungan protein hemoglobin ini. Fungsi Hb adalah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, terutama paru-paru.

Meski hemoglobin bagian dari sel darah merah, hemoglobin yang tinggi tidak sama dengan jumlah sel darah merah yang berlebih. Setiap sel darah merah mungkin tidak memiliki jumlah protein hemoglobin yang sama. Oleh karena itu, Anda bisa saja memiliki kelebihan hemoglobin ketika jumlah sel darah merah Anda berada dalam kisaran normal.

Hemoglobin juga berperan penting dalam menjaga bentuk dari sel darah merah. Bentuk sel darah merah hampir mirip dengan donat, yaitu bulat dan pipih di bagian tengah, tapi tidak punya lubang di tengahnya. Struktur hemoglobin yang tidak normal dapat mengubah bentuk sel darah merah dan menghambat fungsi dan alirannya pada pembuluh darah.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Hemoglobin (Hb)

Kadar hemoglobin rendah atau tinggi mungkin terjadi pada setiap orang. Namun, Anda harus mengetahui terlebih dahulu kisaran hemoglobin normal, yang bergantung pada usia serta jenis kelamin, yaitu:

  • Bayi yang baru lahir: 17-22 gm/dL
  • Bayi berumur satu minggu: 15-20 gm/dL
  • Bayi berumur satu bulan: 11-15 gm/dL
  • Anak-anak: 11-13 gm/dL
  • Pria dewasa: 14-18 gm/dL
  • Wanita dewasa: 12-16 gm/dL
  • Pria paruh baya: 12.4-14.9 gm/dL
  • Wanita paruh baya: 11.7-13.8 gm/dL

Kondisi hemoglobin tinggi biasanya terjadi akibat reaksi tubuh saat kadar oksigen turun. Tubuh berusaha untuk segera memasok oksigen lewat Hb. 

Umumnya, gejala kelebihan hemoglobin hampir tidak terasa. Kadar Hb yang melonjak dalam darah baru diketahui saat melakukan pemeriksaan darah lengkap.

Apa saja penyebab Hb tinggi?

Umumnya, tingkat Hb tinggi tidak selalu berisiko buruk untuk kesehatan. Meskipun begitu, orang yang memiliki hemoglobin dalam jumlah tinggi biasanya terjadi pada orang yang tinggal di dataran tinggi dan pada perokok.

Berikut adalah beberapa penyebab yang membuat kadar Hb tinggi:

1. Dehidrasi

dehidrasi saat puasa

Bila selama ini Anda kurang minum, bisa jadi itulah penyebab kadar hemoglobin Anda meningkat. Hal ini lantaran saat dehidrasi, volume plasma darah akan otomatis meningkat. Nah, ketika volume plasma darah semakin banyak, jumlah hemoglobin di dalamnya pun kian bertambah.

Dehidrasi bisa terjadi jika Anda kekurangan cairan atau mengalami diare yang memaksa Anda mengeluarkan banyak cairan dalam tubuh. 

2. Berada di dataran tinggi

kebersihan diri mendaki gunung

Kadar hemoglobin tinggi juga bisa terjadi jika Anda sedang berada di dataran tinggi, seperti puncak gunung. Saat berada di dataran tinggi, kadar hemoglobin cenderung meningkat karena sel darah merah juga meningkat secara alami.

Peningkatan yang terjadi pada sel darah merah adalah upaya tubuh untuk mengimbangi asupan oksigen yang semakin terbatas di atas sana. Oleh sebab itu, semakin tinggi gunung yang didaki, semakin besar pula kemungkinan kadar hemoglobin Anda naik.

Meski demikian, tubuh Anda lama-kelamaan juga akan mulai mencoba beradaptasi dengan situasi dan kondisi saat berada di dataran tinggi. Jadi, sekalipun Anda berada di puncak gunung atau hidup di dataran tinggi untuk waktu yang panjang, lama-kelamaan kadar hehemoglobin pada tubuh sedikit demi sedikit akan berkurang kembali ke normal.

3. Merokok

bahaya merokok bikin rematik kambuh

Kebiasaan merokok ternyata juga berdampak pada kadar hemoglobin pada tubuh. Umumnya, semakin sering Anda merokok, semakin tinggi pula peningkatan kadar hemoglobin pada tubuh.

Hal ini terjadi karena hemoglobin yang seharusnya mengambil oksigen malah mengingat karbon monoksida di dalam rokok saat Anda mengisapnya. Tubuh pun merasa “panik”, kemudian memberikan sinyal kadar oksigen rendah, akibat hemoglobin yang tak mengikat oksigen. Itu sebabnya, tubuh meningkatkan kadar hemoglobin sebagai respons.

Perokok pria memiliki kadar hemoglobin yang jauh berbeda dari kadar hemoglobin pada pria yang tidak merokok. Sementara, perokok wanita yang usianya 30 tahunan memiliki kadar hemoglobin yang hampir sama dengan wanita yang tidak merokok. Namun, perokok wanita yang berusia lebih dari 40 tahun memiliki kadar hemoglobin yang jauh lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok.

tips berhenti merokok

Meski tidak ada penjelasan yang jelas mengenai hubungan rokok dan kadar hemoglobin, terlihat bahwa perokok aktif memiliki rata-rata kadar hemoglobin tinggi dibandingkan mereka yang merokok pasif.

Jika dibiarkan, kemampuan hemoglobin untuk mendeteksi anemia pada tubuh semakin menurun. Sebuah studi  yang dipublikasikan Annals of Hematology menyarankan bahwa untuk menghindari peningkatan kadar hemoglobin pada tubuh, kurangi kebiasaan merokok.

Terlebih lagi, kebiasaan itu tidak hanya meningkatkan kadar hemoglobin saja namun juga memberikan efek topeng, yang membuat hemoglobin kesulitan mendeteksi anemia.

4. Penyakit jantung bawaan

jantung

Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung yang dialami sejak lahir. Kondisi ini paling banyak terjadi pada bayi yang baru lahir. Kondisi ini terbentuk atau berkembang saat bayi masih ada di dalam perut sang ibu.

Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai gangguan pada sirkulasi darah, seperti misalnya darah yang mengalir dari paru-paru terlalu banyak, darah yang dialirkan oleh paru-paru terlalu sedikit, atau darah yang mengalir ke seluruh tubuh terlalu sedikit.

Kondisi ini menyebabkan kemungkinan peningkatan  pada kadar hemoglobin pada tubuh. Hal ini disebabkan tubuh berupaya memaksimalkan kadar oksigen dalam darah yang dibutuhkan oleh tubuh.

5. Mengonsumsi obat penambah hormon

menstruasi berlebihan

Mayo Clinic menyebutkan bahwa mengonsumsi obat-obatan untuk meningkatkan hormon juga dapat memicu peningkatan kadar hemoglobin pada tubuh, seperti steroid anabolik atau erythropoietin.

Erythropoietin adalah jenis obat yang digunakan untuk meningkatkan hormon yang dapat menyembuhkan anemia pada penderita penyakit ginjal. Erythropoietin dapat meningkatkan produksi sel darah merah dan hemoglobin.

Secara otomatis, mengonsumsi obat ini dapat menyebabkan hemoglobin tinggi karena adanya peningkatan kadar dalam tubuh. Para atlet biasanya mengonsumsi obat ini untuk meningkatkan kadar oksigen pada otot, sehingga memaksimalkan performa mereka dalam berolahraga.

6. Emfisema

bronkitis kronis dan emfisema

Emfisema adalah masalah paru-paru yang menyebabkan napas menjadi pendek. Ini termasuk ke dalam PPOK (penyakit paru obstruktif kronis) yang menyerang kantung udara di paru-paru (alveolus).

Orang dengan emfisema mengalami kerusakan permanen pada alveolusnya. Dari waktu ke waktu, dinding bagian dalam dari kantung udara melemah dan membuat lubang besar pada kantung tersebut.

Saat penderita menghirup udara yang masuk, kantung udara tidak bekerja sebagaimana mestinya. Akibatnya, udara yang berada di dalam terjebak dan tidak bisa keluar, sementara udara baru yang hendak masuk tidak memiliki ruang.

Hal ini menyebabkan jumlah oksigen yang sampai di aliran darah penderitanya menjadi berkurang. Akhirnya, supaya kekurangan oksigen, secara alami kadar hemoglobin pun akan meningkat.

Bagaimana cara menurunkan kadar hemoglobin yang terlalu tinggi?

Anda bisa menurunkan kadar hemoglobin yang terlalu tinggi dengan cukup mengonsumsi air mineral. Pasalnya, dehidrasi bisa menjadi salah satu penyebab tubuh Anda memiliki kadar Hb tinggi.

Mulailah berhenti merokok, karena biasanya ketika berhenti merokok, kadar hemoglobin Anda akan mulai ikut stabil. Jangan lupa untuk selalu melakukan check-up ke dokter untuk berkonsultasi dan menemukan pengobatan yang tepat untuk kondisi Anda. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit