USG Saat Hamil: Apa Fungsinya dan Apakah Aman?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/01/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

USG biasa dilakukan saat Anda berkunjung ke dokter untuk memeriksakan kondisi kehamilan Anda. Pemeriksaan USG saat hamil tidak hanya dilakukan untuk mengetahui jenis kelamin bayi Anda, tetapi juga untuk melihat kondisi bayi dalam kandungan secara keseluruhan. Ya, melalui USG, banyak informasi yang bisa Anda terima terkait pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan bayi Anda di kandungan. Melalui USG juga, dokter bisa menentukan apa yang harus Anda lakukan saat hamil untuk mendukung kesehatan bayi Anda.

Mengapa ibu hamil butuh pemeriksaan USG?

USG kehamilan adalah sebuah tes yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menggambarkan perkembangan janin dan juga organ reproduksi ibu hamil. Saat Anda melakukan USG, perut Anda akan dioleskan gel, dan kemudian dokter akan menggerakkan transduser di atas perut Anda. Transduser ini akan mengirimkan gelombang suara frekuensi tinggi ke rahim Anda, kemudian gelombang suara ini akan mengirimkan sinyal kembali ke mesin yang akan mengubahnya menjadi gambar. Anda bisa melihat gambar janin dalam kandungan Anda di layar monitor.

USG pertama kali bisa Anda lakukan saat usia kehamilan mencapai 6-8 minggu, namun gambaran yang Anda dapatkan mungkin belum jelas. Anda mungkin akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas pada usia kehamilan 13 minggu.

Sesuai usia kehamilan, USG bisa Anda manfaatkan untuk berbagai tujuan, untuk tujuan medis maupun tujuan nonmedis, seperti untuk melihat jenis kelamin bayi dalam kandungan.

USG selama trimester pertama

Pemeriksaan USG selama trimester pertama kehamilan bisa Anda lakukan untuk tujuan:

  • Memastikan bahwa Anda benar sedang hamil
  • Memeriksa detak jantung janin
  • Menentukan usia kehamilan bayi dan memperkirakan kapan bayi akan lahir
  • Memeriksa apakah Anda mempunyai kehamilan kembar
  • Memeriksa kondisi plasenta, rahim, ovarium, dan leher rahim (serviks)
  • Mendiagnosis kehamilan ektopik (ketika telur yang sudah dibuahi sperma tidak menempel di dinding rahim)
  • Mendiagnosis keguguran awal
  • Memantau apakah janin mengalami pertumbuhan yang abnormal

USG selama trimester kedua dan ketiga

Saat usia kehamilan sudah memasuki trimester kedua dan ketiga, Anda bisa melakukan USG untuk tujuan yang lebih banyak, seperti:

  • Memantau pertumbuhan janin
  • Mengetahui posisi janin, apakah janin berada dalam posisi sungsang, melintang, kepala di bawah (cephalic), atau posisi normal
  • Menentukan jenis kelamin bayi
  • Memastikan apakah Anda mempunyai kehamilan kembar
  • Memeriksa plasenta apakah bermasalah, seperti plasenta previa dan abrupsio plasenta
  • Memeriksa apakah bayi Anda berpotensi mengalami Down syndrome (biasanya dilakukan pada usia kehamilan 13 dan 14 minggu)
  • Memeriksa apakah bayi berpotensi mengalami kelainan bawaan atau cacat lahir
  • Memeriksa apakah bayi dalam kandungan mengalami kelainan struktural atau masalah pada aliran darah
  • Memantau kondisi cairan ketuban
  • Memantau apakah bayi menerima cukup oksigen dan nutrisi
  • Mendiagnosis masalah pada ovarium atau rahim, seperti tumor
  • Mengukur panjang leher rahim
  • Mengetahui apakah Anda membutuhkan tes lain, seperti amniosentesis
  • Memastikan bayi Anda sehat dan tidak mati dalam kandungan

Apakah USG saat hamil aman?

Ya, USG aman dilakukan saat kehamilan selama dilakukan dengan benar. USG tidak melibatkan radiasi, seperti sinar-X. Namun, sebaiknya lakukan USG hanya dengan dokter atau profesional kesehatan yang terjamin kualitasnya. Bahkan, banyak ahli menyarankan agar USG dilakukan hanya untuk alasan medis yang jelas, seperti untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda dalam kandungan.

USG tidak menimbulkan rasa sakit pada Anda. Jika Anda merasa tidak nyaman saat melakukan USG, sebaiknya bilang pada dokter Anda. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk mengosongkan kandung kemih (buang air kecil) Anda terlebih dahulu. Kandung kemih yang penuh biasanya akan membuat Anda merasa tidak nyaman saat transduser (alat yang digunakan untuk USG) menekan perut Anda.  

Saat Anda melakukan USG pertama kali di awal kehamilan Anda, mungkin Anda perlu untuk membuat kandung kemih Anda penuh. Cairan menjadi media perambatan gelombang suara, sehingga kandung kemih yang penuh di saat menjalani USG di awal kehamilan dapat meningkatkan kualitas USG Anda. Sedangkan, saat usia kehamilan Anda sudah tua, Anda tidak perlu untuk mengisi kandung kemih Anda sebelum melakukan USG. Saat kehamilan Anda sudah besar, cairan ketuban di sekeliling bayi Anda sudah cukup membantu membuat gema (suara) untuk menghasilkan gambar saat Anda melakukan USG.

Macam-macam jenis USG saat hamil

Terdapat berbagai jenis USG yang bisa Anda pilih untuk melihat gambaran bayi Anda dalam kandungan, antara lain:

USG transvaginal

USG transvaginal bisa dilakukan pada awal masa kehamilan saat ukuran rahim Anda masih kecil dan saat gambar yang jelas mungkin sulit untuk dihasilkan. USG jenis ini dapat menghasilkan gambar yang lebih jelas dibandingkan USG lainnya saat kandungan Anda masih kecil. USG ini dilakukan dengan cara memasukkan probe USG ke dalam vagina. Oleh karena itu, USG ini mungkin membuat Anda sedikit tidak nyaman saat dilakukan.

USG 3D

USG 3D memungkinkan dokter dan Anda dapat melihat gambar janin dan organ-organ dalam tubuh Anda yang lebih lebar, lebih tinggi, dan lebih dalam. Karena menghasilkan gambaran yang lebih jelas, USG ini sangat membantu untuk mendiagnosis masalah selama kehamilan.

USG 4D

USD 4D bisa menghasilkan video bergerak dari janin. Sehingga, melalui USG 4D, Anda bisa melihat berbagai aktivitas janin dalam kandungan. USG 4D juga lebih bisa menghasilkan gambar wajah dan anggota tubuh janin lainnya yang lebih jelas. USG ini dilakukan sama seperti USG lainnya, tetapi dengan peralatan khusus.

Ekokardiografi

Ekokardiografi biasanya dilakukan jika dokter mencurigai bayi Anda mungkin memiliki cacat jantung bawaan. Tes ini membutuhkan waktu lama untuk melakukannya. Tetapi, tes ini mampu menunjukkan gambar jantung janin Anda lebih dalam, termasuk ukuran, bentuk, dan struktur jantung.

 

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    tanda istri hamil

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit