Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 November 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Selama kehamilan, periksa kandungan dan punya kesempatan untuk “bertemu” si kecil di dalam perut melalui pemeriksaan USG biasanya menjadi momen yang ditunggu-tunggu Anda dan pasangan. Namun, sudah pahamkah Anda bagaimana cara membaca hasil USG kehamilan tersebut?

Nah, mungkin banyak ibu yang masih bingung bagaimana cara baca hasil USG yang benar. Apa saja yang perlu diperhatikan saat membaca hasil USG dan seperti apa cara yang tepat? Mari simak ulasan berikut untuk mengetahuinya.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Bagaimana cara membaca singkatan pada hasil foto USG?

blighted ovum kehamilan kosong janin tidak berkembang transvaginal ultrasound

USG kehamilan atau ultrasonografi termasuk ke dalam rangkaian pemeriksaan kehamilan yang rutin dijalani ibu hamil.

Tidak hanya untuk melihat jenis kelamin bayi, USG dapat membantu dokter dan ibu untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan.

Pemeriksaan USG 2D, USG 3D, dan USG 4D merupakan beberapa pilihan pemeriksaan yang kerap dipakai saat hamil.

Ketiga jenis USG tersebut sama-sama dapat menunjukkan hasil berupa kondisi bayi di dalam kandungan beserta kemungkinan jenis kelamin.

Hanya saja, perbedaan berbagai jenis USG tersebut terletak pada kualitas gambar.

Tak perlu khawatir kebingungan mengenai cara membaca hasil USG untuk mengetahui kondisi bayi dan kemungkinan jenis kelamin karena dokter akan membantu Anda.

Biasanya, hasil USG hadir dalam bentuk foto dan disertai berbagai keterangan singkatan yang mungkin membingungkan Anda dalam mengatirkannya.

Berikut cara membaca hasil USG dari singkatan-singkatan tersebut berdasarkan UNSW embriology:

  1. BPD (biparietal diameter) untuk menentukan usia janin dan perkembangan lingkar kepala berdasarkan ukuran diameter.
  2.  CRL (crown rump length) untuk mengukur panjang janin dari kepala sampai bokong yang masih berbentuk melingkar atau menyerupai huruf C. Ini biasanya dilakukan di trimester 1 kehamilan atau usia kehamilan 7-13 minggu.
  3. FL (femur length) untuk menentukan usia janin dan perkembangan panjang tulang kaki.
  4. HC (head circumference) untuk mengetahui ukuran lingkar kepala janin yang biasanya dilakukan di trimester 2 kehamilan.
  5. GS (gestational sac) untuk mengetahui ukuran diameter kantung kehamilan.
  6. GA (gestational age) untuk mengetahui perkiraan usia kehamilan berdasarkan panjang lengan, panjang kaki, dan diameter kepala janin.
  7. AC (abdominal circumference) untuk mengetahui ukuran diameter perut janin.
  8. EDD (estimated due date) untuk mengetahui perkiraan tanggal kelahiran yang dihitung selama 40 minggu sejak hari pertama haid terkahir (HPHT).

Jadi, hasil USG bisa membantu Anda untuk mengetahui ukuran tubuh dan usia janin berdasarkan 4 pemeriksaan.

Umumnya, dokter melihat hal tersebut dari diameter biparietal (BPD), lingkar kepala (HC), lingkar perut (AC), dan panjang femur (FL).

Apa saja yang perlu diketahui mengenai cara membaca hasil USG?

cara membaca hasil usg

Selain dengan memahmi singkatan pada foto hasil USG, cara baca hasil USG lainnya yang juga perlu Anda perhatikan yakni:

Warna hasil USG

Saat Anda melihat hasil USG, yang Anda lihat hanya warna hitam, abu-abu, dan sedikit warna putih.

Dari warna yang terbatas tersebut Anda mungkin akan menebak-nebak mana saja bagian tubuh bayi. Arti dari warna pada hasil USG yaitu:

  • Warna hitam mengartikan cairan
  • Warna abu-abu berarti jaringan
  • Warna putih mengartikan tulang

Hasil USG warna abu-abu yang biasanya mendominasi area sekitar gambar USG menunjukkan area jaringan rahim Anda.

Kemudian warna hitam yang Anda lihat di dalamnya merupakan cairan ketuban yang mengelilingi bayi.

Cairan ketuban ini yang nantinya bisa pecah sebagai salah satu tanda mau melahirkan.

Objek yang berada di tengah dan dikelilingi oleh warna hitam pada gambar hasil USG adalah tubuh janin.

Mengetahui arti warna dalam USG menjadi cara awal untuk bisa membaca hasil rekam janin.

Ini membantu Anda untuk memahami cara membaca hasil USG dilihat dari indikator warna yang muncul.

Orientasi hasil USG

Nah, saat Anda sedang belajar bagaimana cara membaca hasil USG, jangan hanya memerhatikan warnanya saja untuk menemukan di mana letak bayi Anda dan apa yang sedang dilakukannya.

Namun, perhatikan juga orientasi gambar pada hasil USG. Dengan mengetahui orientasi gambar, Anda dapat mengetahui cara membaca hasil USG dengan lebih baik.

Hal ini penting untuk melihat posisi kepala bayi apakah sudah berada di bawah atau dalam posisi sungsang.

Supaya bisa melihat kepala bayi sedang menghadap ke kanan atau ke kiri, Anda dapat mencari tulang belakang bayi melalui hasil USG dari dokter.

Apa tujuan mencari tahu cara membaca hasil USG?

Berikut kegunaan mencari tahu cara membaca hasil USG:

1. Mengetahui karakteristik bayi

pemeriksaan usg

Pada awal Anda melakukan USG dan mendapatkan hasilnya (sekitar usia kehamilan 6-10 minggu), Anda dapat melihat calon bayi masih dalam bentuk seperti gumpalan kecil.

Kemudian pada hasil USG usia kehamilan 12 minggu, Anda sudah bisa mulai melihat kepalanya.

Selanjutnya di hasil USG usia kehamilan 20 minggu, Anda mulai bisa melihat jantung janin, mata, hidung, kaki, tulang belakang, dan jenis kelamin.

Gambar bayi yang bisa Anda lihat juga tergantung dari sudut tembakan dari transduser USG atau alat yang dipakai untuk mengambil gambar USG.

Cara membaca hasil USG untuk tahu karakteristik bayi mungkin tidak begitu sulit ketika janin sudah mulai besar.

Sebab di saat ini berbagai organ seperti hidung, kaki, dan mata mulai terlihat jelas.

2. Mengetahui jenis kelamin bayi

usg saat hamil 4 bulan

Mengetahui cara membaca hasil USG juga bisa memuaskan rasa penasaran mengenai jenis kelamin bayi.

Ini biasanya jadi hal yang ditunggu-tunggu oleh banyak pasangan ketika mempelajari cara membaca hasil USG kehamilan.

Agar tahu jenis kelamin bayi, Anda biasanya disarankan untuk melakukan USG pada usia kehamilan 18-22 minggu.

Ini karena sampai usia 14 minggu kehamilan biasanya bayi laki-laki dan perempuan belum bisa dibedakan pada hasil USG.

Sejumlah faktor turut yang menentukan kemudahan dalam cara membaca hasil USG kehamilan untuk mengetahui jenis kelamin yakni posisi bayi dan usia bayi.

Saat Anda berusaha belajar membaca hasil USG, terkadang agak sulit bagi dokter untuk menentukan jenis kelamin bayi karena kaki bayi menghalangi.

Anda harus menunggu bayi berada pada posisi yang tepat untuk mengetahui jenis kelaminnya.

Dokter biasanya mengetahui bayi berjenis kelamin laki-laki dengan mencari tanda seperti bentuk penyu saat ujung penis mengintip dari balik testis.

Sementara untuk mengetahui bayi perempuan, biasanya dokter akan mencari tanda seperti hamburger karena klitoris berada di antara bibir vagina (labia).

Ini adalah salah satu cara membaca hasil USG kehamilan guna mengetahui jenis kelamin yang bisa Anda pelajari.

Menentukan jenis kelamin bayi lewat hasil USG memang punya keakuratan yang tinggi.

Namun, kesalahan dalam menentukan jenis kelamin juga bisa terjadi. Ini tergantung dari kejelasan gambar dan kemampuan dokter dalam menafsirkan hasil USG tersebut.

Memang, hasil USG tidak dirancang khusus untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Utamanya, hasil USG ditujukan untuk tujuan medis, seperti untuk mengetahui perkembangan bayi dalam kandungan, kondisi plasenta, dan kondisi tali pusar bayi.

Beberapa fakta seputar jenis kelamin bayi yang bisa dilihat dari hasil USG:

Penis tidak terlihat belum berarti bayi perempuan

Banyak yang menyatakan bila penis pada janin tidak terlihat berarti calon bayi berjenis kelamin perempuan.

Padahal, pada awal kehamilan, klitoris dan penis memiliki ukuran dan bentuk yang sama. Jadi, masih ada dua kemungkinan dalam hal ini.

Ini adalah hal yang perlu Anda perhatikan saat baca hasil USG dengan cara menerka-nerka.

Jangan terlalu cepat menyimpulkan sendiri di awal pemeriksaan karena cara Anda membaca hasil USG bisa saja keliru. Selalu tanyakan dokter untuk memastikannya hal tersebut.

USG mendeteksi labia dan klitoris

Ketika dokter melakukan tes USG untuk menentukan jenis kelamin bayi, dokter akan mencari alat kelamin perempuan, yaitu labia dan klitoris.

Beberapa orang menyebutnya sebagai “hamburger” karena klitoris berada di bibir labia yang menyerupai sebuah hamburger di antara dua roti. Ketika dua hal itu terlihat di hasil USG, tandanya anak Anda perempuan.

Mencari “bentuk kura-kura”

Dokter yang memeriksa hasil USG anak laki-laki akan mencari “bentuk kura-kura” di dalam perut ibu. Ini adalah kondisi ujung penis mengintip di balik testis.

“Bentuk kura-kura” ini akan terlihat ketika posisi bayi sedikit nungging atau membelakangi transduser USG.

3. Mengetahui kelainan bayi di dalam rahim

pemeriksaan USG transvaginal

Saat melakukan USG, dokter dapat mengambil ukuran tubuh janin sehingga dokter mengetahui apakah calon bayi Anda tumbuh dengan baik di dalam rahim.

Melansir dari laman Mayo Clinic, melalui hasil USG dokter juga bisa melihat apakah bayi Anda mengalami kelainan struktural atau cacat lahir.

seperti kelainan jantung bawaan, bibir sumbing, spina bifida, tanda-tanda Down syndrome, dan lainnya.

Kelainan pada plasenta juga dapat ditemukan ketika Anda mengetahui cara baca hasil USG.

Jika ditemukan kelainan pada janin, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan tes lebih lanjut.

Namun biasanya, dibutuhkan pemahaman khusus untuk tahu cara membaca hasil USG yang menunjukkan kelainan bayi.

Berbagai tes ini meliputi amniosentesis dan CVS untuk memeriksa kelainan kromosom pada bayi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kondisi Genetik Ayah Turut Menentukan Jenis Kelamin Anak yang Lahir

Penentuan jenis kelamin anak tidak sepenuhnya acak. Ternyata, kondisi genetik ayah turut menentukan ke jenis kelamin anak yang lahir.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 22 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

Terkadang ibu hamil mungkin merasa demam dan nyeri. Hal ini membuat ibu hamil memerlukan paracetamol. Namun, apakah aman minum paracetamol saat hamil?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan, Hidup Sehat, Tips Sehat 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

Pemanis buatan saat hamil mungkin diperlukan oleh ibu yang memiliki diabetes gestasional atau yang kelebihan berat badan. Tapi, apakah memang lebih aman?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Seberapa Besar Kemungkinan Bayi Prematur Bertahan Hidup?

Kebanyakan bayi prematur lahir pada usia kehamilan 34-36 minggu. Lalu, bagaimana kemungkinan bayi prematur bertahan hidup jika usianya masih 24 minggu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Melahirkan, Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 17 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
nutrisi trimester ketiga

Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit
berapa kali hamil

Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit