Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 33 Minggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan Janin

Bagaimana perkembangan janin di usia kehamilan 33 minggu?

Dilansir dari Baby Center, memasuki minggu 33 kehamilan, perkembangan tubuh janin kini sudah sebesar buah nanas.

Kira-kira panjang badannya sekitar 43 cm dari ujung kepala sampai tumit dan beratnya sekitar 1,8 kilogram. Umumnya berat janin akan bertambah pesat di beberapa minggu terakhir sebelum ia lahir.

Di beberapa minggu terakhir sebelum si kecil lahir, miliaran sel yang berkembang di otak janin akan membantu ia belajar mengenai lingkungan di dalam rahim.

Bayi Anda dapat mendengar, merasakan, bahkan melihat walau belum jelas. Lalu, pupil mata bayi Anda dapat mengecil dan melebar saat mendeteksi cahaya.

Seperti bayi yang baru lahir, janin akan lebih banyak tidur dan bahkan mengalami tahap Rapid Eye Movement (REM) di dalam kandungan.

Selama minggu 33 minggu kehamilan ini, perkembangan paru-paru janin juga sudah terbentuk sempurna. Selanjutnya akan muncul lemak pada tubuh janin yang fungsinya untuk melindungi dan memberikan rasa hangat.

Tidak lupa juga bahwa janin Anda sekarang sudah punya sistem kekebalan tubuh sendiri. Kekebalan tubuh berfungsi penting untuk menjaga bayi tetap sehat dengan melawan segala macam penyakit setelah lahir nanti.

Sistem kekebalan atau imun tubuh diwariskan dari ibu ke janin seiring dengan perkembangan di dalam kandungan.

Perubahan pada Tubuh

Bagaimana perubahan pada tubuh saya di usia kehamilan 33 minggu?

Banyak hal yang dapat berubah dan Anda alami seiring perkembangan janin di minggu 33 kehamilan, di antaranya:

1. Lebih mudah kegerahan

Di minggu-minggu terakhir kehamilan, tubuh biasanya menguarkan hawa panas hingga membuat badan ibu mudah gerah. Ini adalah hal yang normal dan banyak dialami ibu hamil yang merasa kepanasan tanpa sebab.

Kepanasan ini disebabkan karena tubuh memasok darah lebih banyak untuk kebutuhan janin di dalam kandungan.

Alhasil, temperatur tubuh ibu akan meningkat di usia kehamilan 33 minggu.

2. Sesak napas

Sesak napas masih menjadi masalah bagi ibu hamil selama masa kehamilan termasuk di usia kehamilan 33 minggu.

Di usia kehamilan yang sudah genap 33 minggu, ukuran janin sudah cukup besar. Hal ini kemudian menimbulkan banyak tekanan pada paru-paru maupun diafragma ibu dan membuat ibu hamil sesak napas.

3. Tangan mati rasa

Selain sesak napas dan merasa gerah sepanjang hari, di usia 33 minggu kehamilan, ibu dapat merasakan kesemutan.

Bisa juga mengalami sensasi mati rasa pada beberapa bagian tubuh seperti jari dan pergelangan tangan. Hal ini disebabkan jaringan pada pergelangan tangan menahan penumpukan cairan.

Cairan yang menumpuk ini dapat menimbulkan rasa sakit seperti carpal tunnel. Ini adalah kondisi di mana saraf pada pergelangan tangan terjepit, sehingga menimbulkan mati rasa, geli, atau bahkan nyeri.

Untuk mengatasi hal tersebut, gunakan beban untuk menyeimbangkan kondisi pergelangan tangan atau menyangga tangan Anda saat tidur.

Jangan lupa untuk sering istirahat dan melakukan peregangan agar perkembangan janin kehamilan 33 minggu tidak terganggu.

Kunjungan ke Dokter/Bidan

Apa yang perlu saya perhatikan di usia kehamilan 33 minggu?

Bersamaan dengan perkembangan janin di usia 33 minggu, akan banyak muncul gejala lain yang bikin kehamilan terasa risi dan tidak nyaman.

Sulit tidur karena kegerahan bisa terjadi dan diatasi dengan mengonsumsi pil tidur. Akan tetapi, ibu hamil harus tahu bahwa tidak semua obat tidur boleh dikonsumsi selama kehamilan.

Konsultasikan pada dokter, nantinya ia dapat mempertimbangkan risiko dan manfaat dari penggunaan obat-obatan.

Untuk membantu ibu dan perkembangan janin, dokter juga akan memberikan solusi alternatif untuk mengatasi gangguan tidur selama kehamilan.

Apa saja tes yang perlu dilakukan di usia kehamilan 33 minggu?

Untuk memantau perkembangan janin di dalam kandungan, umumnya Anda akan menghabiskan banyak waktu untuk melakukan pemeriksaan.

Biasanya dokter akan memperkirakan ukuran janin sembari memprediksi waktu kelahiran. Dokter juga dapat memberikan tes sesuai dengan kebutuhan kondisi kehamilan Anda, seperti:

  • Menimbang berat badan (di trimester 3 ini, berat badan bisa berhenti naik atau malah berkurang)
  • Mengukur tekanan darah ( hasilnya mungkin lebih tinggi dari trimester 2)
  • Uji pemindaian urine untuk mengecek kadar gula dan protein
  • Memeriksa kaki varises, dan bengkak pada kaki dan tangan
  • Memeriksa ukuran rahim seperti seberapa tipis dan apakah sudah mulai melebar
  • Memeriksa tinggi fundus (bagian atas rahim)
  • Melakukan tes detak jantung janin
  • Mengukur besar janin, arah kelahiran (kepala atau kaki terlebih dahulu), dan posisi janin (menghadap ke bawah atau menghadap ke atas)

Ada baiknya ibu mempersiapkan daftar pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada dokter kandungan seputar perkembangan janin.

Ibu bisa menanyakan tentang persalinan dan kelahiran, termasuk frekuensi kontraksi palsu (Braxton Hicks) dan gejala-gejala lain khususnya gejala hamil yang tidak normal.

Kesehatan dan Keselamatan

Apa saja yang perlu saya ketahui untuk menjaga kesehatan perkembangan janin di usia kehamilan 33 minggu?

Mengingat ukuran janin semakin membesar, banyak aspek yang perlu diperhatikan. Berikut hal-hal yang penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin:

1. Pakai obat nyamuk

Pada beberapa area, khususnya daerah tropis, Anda mungkin butuh obat nyamuk untuk mencegah gigitan nyamuk terutama saat tidur.

Jika Anda khawatir apakah aman atau tidak menggunakan obat nyamuk saat hamil, konsultasikan ke dokter kandungan.

Nantinya, dokter kandungan akan memberikan saran, apakah obat nyamuk oles kulit, obat nyamuk bakar atau obat semprot yang aman digunakan.

Obat nyamuk umumnya dianggap aman digunakan selama kehamilan 33 minggu, tapi jangan lupa untuk membaca dan melakukan cara pakai yang benar agar tidak mengganggu perkembangan janin.

2. Hindari makan keju yang tidak dipasteurisasi

Hati-hati saat ibu hamil makan keju terutama yang kandungan susunya tidak dipasteurisasi terlebih dahulu.

Pasalnya, hal ini sangat berisiko apabila ibu makan keju yang susunya tidak dipasteurisasi. Ini karena kandungan bakteri di dalamnya bisa membahayakan janin.

Jika ingin mengonsumsi keju, pastikan bahwa kandungan susu di dalamnya sudah melalui proses pasteurisasi. Anda bisa mengetahuinya dengan membaca terlebih dahulu kemasan produk.

Setelah minggu ke-33, akan seperti apa perkembangan janin di minggu berikutnya?

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

    Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
    Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

    Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

    Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara pijat bayi

    Ketahui Manfaat dan Cara Melakukan Pijat Bayi di Rumah

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
    ibu hamil makan daging kambing

    Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    pekerjaan rumah tangga saat hamil

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit