home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Amankah Penggunaan Obat Nyamuk untuk Ibu Hamil?

Amankah Penggunaan Obat Nyamuk untuk Ibu Hamil?

Ada banyak penyakit yang disebabkan oleh nyamuk yang dapat berakibat fatal bagi ibu hamil dan bayi dalam kandungan. Namun, untuk menggunakan obat nyamuk pun banyak ibu yang ragu-ragu. Sebenarnya amankah obat nyamuk bagi ibu hamil?

Bolehkah ibu hamil menggunakan obat nyamuk?

Obat nyamuk bakar

Gigitan nyamuk tidak hanya membuat aktivitas Anda terganggu tetapi juga dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya.

Sejumlah penyakit seperti demam berdarah dengue, malaria, zika, dan West Nile Virus dapat menular lewat gigitan nyamuk. Penyakit ini sebaiknya tidak Anda abaikan karena dapat mengancam keselamatan jiwa.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan untuk sebisa mungkin menghindari gigitan nyamuk terutama di wilayah yang rawan penyakit-penyakit tersebut. Penggunaan obat nyamuk bisa menjadi cara yang efektif.

Lalu apakah ibu hamil boleh menggunakan obat nyamuk? Sebenarnya boleh saja, selama Anda memastikan formulanya relatif aman dan mematuhi aturan pakainya.

Kebanyakan obat nyamuk mengandung bahan kimia N, N-diethyl-m-toluamide, yang dikenal dengan nama DEET. DEET merupakan insektisida yang sangat efektif untuk mengatasi gigitan nyamuk.

Melansir United States Environmental Protection Agency (EPA), obat nyamuk yang menggunakan bahan ini tergolong aman untuk anak-anak usia di atas 2 tahun dan ibu hamil.

DEET dengan kandungan rendah biasanya terdapat pada losion anti nyamuk. Ini karena tingkat insektisidanya minim sehingga tidak mematikan nyamuk, melainkan mengusirnya saja.

Tips menggunakan obat nyamuk agar aman untuk ibu hamil

Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar aman saat menggunakan obat nyamuk.

1. Tidak menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk bakar

Berdasarkan anjuran CDC, obat nyamuk yang dioleskan pada tubuh, baik berupa losion ataupun spray, cenderung lebih aman untuk ibu hamil daripada obat nyamuk bakar atau semprot.

Asap dari obat nyamuk bakar dapat berisiko membuat Anda sesak dan kekurangan oksigen. Sedangkan obat nyamuk semprot dapat menyebabkan pusing, mual dan muntah, bahkan kejang.

Selain itu, melansir Beyond Pesticides, penggunaan obat nyamuk semprot dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker.

2. Baca aturan pakai

Saat menggunakan obat nyamuk, pastikan Anda mematuhi petunjuk penggunaan dan tidak memakainya secara berlebihan.

Melansir Mother to Baby, terdapat studi yang mencurigai kemungkinan bayi mengalami hipospadia, yaitu kelainan pada penis, jika ibunya terkena DEET saat hamil trimester pertama. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

Selain itu, hindari mengoleskan losion anti nyamuk pada kulit yang luka, dan bagian tubuh yang tertutupi oleh pakaian. Jika ingin mengoleskan di wajah, oleskan lebih dulu ke telapak tangan lalu usapkan ke wajah.

3. Baca kandungan bahan aktifnya

Saat memilih obat nyamuk untuk ibu hamil, pastikan Anda membaca komposisinya terlebih dahulu. EPA menganjurkan kadar DEET pada obat nyamuk yang dioleskan langsung pada kulit adalah maksimal 10%.

4. Pakailah obat nyamuk pada saat tertentu saja

Hindarilah penggunaan obat nyamuk setiap hari, terutama pada ibu hamil. Pasalnya, dalam kadar rendah pun DEET dapat masuk ke aliran darah ibu dan mempengaruhi janin.

Gunakanlah hanya pada saat ingin ke luar rumah atau ke tempat yang kemungkinan banyak nyamuk seperti kebun atau hutan.

Cara lain untuk mencegah gigitan nyamuk saat hamil

nyamuk malaria penyebab malaria

Serendah apapun kadarnya, obat nyamuk umumnya mengandung bahan kimia yang dapat berdampak buruk bagi ibu hamil dan janin.

Untuk mencegah gigitan nyamuk, Anda bisa mencoba cara-cara lain yang lebih aman, antara lain sebagai berikut.

  • Pakailah kelambu saat tidur di malam hari.
  • Pastikan pintu, jendela, dan lubang angin tertutup agar nyamuk tidak masuk dari luar.
  • Tutup seluruh tubuh dengan pakaian yang tebal, seperti jaket, kupluk, dan sepatu.
  • Gunakan obat nyamuk yang berbahan alami seperti lemon eucalyptus oil dan lavender.
  • Gunakan raket untuk membunuh nyamuk.
  • Hindari bepergian ke tempat yang banyak nyamuk seperti taman, kebun, atau hutan.
  • Batalkanlah kunjungan ke daerah yang rawan penyakit malaria, demam berdarah, atau penyakit akibat gigitan nyamuk lainnya.

Untuk mencegah kehadiran nyamuk di rumah Anda. Jagalah selalu kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Pastikan tidak ada genangan air.

Jangan lupa, lakukan gerakan 3M, yaitu menguras bak air, menutup tempat penampungan air, dan menyingkirkan barang bekas. Tujuannya agar nyamuk tidak berkembang biak.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

DEET (N,N-ethyl-m-toluamide) Fact Sheet. (2019). Retrieved 24 June 2021, from https://mothertobaby.org/fact-sheets/deet-nn-ethyl-m-toluamide-pregnancy/pdf/

DEET (N,N-ethyl-m-toluamide) – MotherToBaby. (2019). Retrieved 24 June 2021, from https://mothertobaby.org/fact-sheet-reference/deet-nn-ethyl-m-toluamide/

DEET | US EPA. Retrieved 24 June 2021, from https://www.epa.gov/insect-repellents/deet

Zika Virus – Protect Yourself from Mosquito Bites. Retrieved 24 June 2021, from https://www.cdc.gov/zika/prevention/prevent-mosquito-bites.html

Mosquitoes, Ticks & Other Arthropods – Chapter 3 – 2020 Yellow Book | Travelers’ Health | CDC. (2019). Retrieved 24 June 2021, from https://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2020/noninfectious-health-risks/mosquitoes-ticks-and-other-arthropods

Wylie, B., Hauptman, M., Woolf, A., & Goldman, R. (2016). Insect Repellants During Pregnancy in the Era of the Zika Virus. Obstetrics & Gynecology, 128(5), 1111-1115. doi: 10.1097/aog.0000000000001685

The Health Effects of Pesticides Used for Mosquito Control. Retrieved 24 June 2021, from https://www.beyondpesticides.org/assets/media/documents/mosquito/documents/citizensHealthEffectsMosqP.pdf

Frances, S., Rigby, L., & Chow, W. (2014). Comparative Laboratory and Field Evaluation of Repellent Formulations Containing Deet and Lemon Eucalyptus Oil Against Mosquitoes in Queensland, Australia1. Journal Of The American Mosquito Control Association, 30(1), 65-67. doi: 10.2987/13-6366.1

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x