home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sesak Napas Saat Hamil, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apakah sesak napas saat hamil umum terjadi?|Apa saja penyebab sesak napas saat hamil?|Kondisi medis yang menyebabkan sesak napas saat hamil|Cara mengatasi sesak napas saat hamil
Sesak Napas Saat Hamil, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Saat hamil, berat badan yang bertambah serta perut membesar merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Hal ini bisa membuat Anda mungkin merasakan keluhan saat hamil seperti jadi lebih mudah lelah hingga sesak napas saat beraktivitas. Apakah kondisi ini umum terjadi? Cari tahu mengenai penyebab serta cara mengatasi sesak napas saat hamil di bawah ini.

 

Apakah sesak napas saat hamil umum terjadi?

sesak napas saat hamil

Sesak napas atau dispnea merupakan kondisi seperti rasa sesak yang intens di area dada, kesulitan bernapas, hingga perasaan tercekik. Maka dari itu, ibu hamil bisa merasa tidak nyaman.

Dikutip dari March of Dimes, sesak napas saat hamil merupakan hal yang umum terjadi. Kebanyakan ibu hamil mengalami kondisi ini baik di trimester pertama maupun trimester akhir kehamilan.

Umumnya, kondisi ini tidak berbahaya serta tidak memengaruhi jumlah oksigen yang diterima bayi. Apalagi, sekitar 70% wanita mengalami masalah pernapasan yag satu ini.

Hal ini bisa terjadi pada semua kondisi kehamilan, termasuk yang normal atau tanpa adanya komplikasi kehamilan.

Dokter sering mengaitkan sesak napas dengan rahim yang terus membesar. Ini bisa membuat pasokan udara yang masuk ke dalam paru-paru berkurang sehingga membuat ibu hamil kesulitan bernapas.

Apa saja penyebab sesak napas saat hamil?

Walaupun kondisi ini umum terjadi, sesak napas saat hamil mungkin tidak hanya disebabkan oleh satu faktor, tapi bisa disebabkan oleh berbagai faktor lainnya.

Penyebab atau faktor tersebut bisa karena rahim yang terus membesar hingga perubahan pada kinerja jantung.

Apalagi, kebutuhan oksigen pada ibu hamil pun semakin meningkat sehingga kerap memicu sesak napas.

Perlu pula diketahui bahwa sesak napas bisa terjadi di berbagai fase kehamilan.

Ada ibu hamil yang sudah mulai merasa sesak napas dari trimester pertama. Sementara, ibu hamil lainnya baru merasa sesak napas pada trimester kedua maupun trimester ketiga.

Berikut beberapa penyebab sesak napas di masa kehamilan yang perlu Anda ketahui, seperti:

1. Perkembangan rahim

Rahim merupakan organ di dalam tubuh yang elastis sehingga ukurannya pun bisa berubah mengikuti perkembangan bayi di dalamnya.

Saat bayi berkembang pada setiap trimester kehamilan, yang terjadi adalah rahim menekan diafragma (jaringan otot yang memisahkan jantung dan paru-paru dengan perut).

Saat usia kehamilan berada di minggu ke-31 hingga minggu ke-34, rahim akan naik setinggi 4 cm, sehingga hal ini memengaruhi pernapasan ibu hamil.

Maka dari itu, ibu hamil mungkin mulai tidak bisa mengambil napas dalam-dalam pada trimester pertama.

2. Perubahan hormon selama kehamilan.

Perubahan hormon progesteron selama masa kehamilan juga dapat menjadi penyebab ibu mengalami sesak napas saat hamil.

Dalam beberapa minggu pertama kehamilan, peningkatan hormon yang normal terjadi membuat Anda jadi lebih sering bernapas dan terlihat seperti sesak napas.

Tidak hanya itu saja, hormon progesteron juga dapat meningkatkan kapasitas oksigen di dalam paru-paru.

Hal ini terjadi karena sirkulasi darah pun ikut meningkat untuk membawa oksigen dalam jumlah besar pada bayi.

3. Kinerja jantung yang meningkat

Saat hamil, jantung harus memompa darah lebih banyak untuk bisa mengalirkan darah ke seluruh tubuh, termasuk ke plasenta.

Maka dari itu, beban kerja jantung yang meningkat dapat menyebabkan ibu hamil mengalami sesak napas.

4. Mendekati waktu persalinan

Semakin mendekati waktu persalinan, tidak menutup kemungkinan ibu mengalami sesak napas saat hamil dalam tingkatan yang lebih dari biasanya.

Hal ini karena posisi bayi yang sudah lebih turun sampai ke panggul. Ini membuat tekanan pada paru-paru dan diafragma berkurang.

Kondisi medis yang menyebabkan sesak napas saat hamil

Dari berbagai perubahan yang terjadi pada ibu hamil, ini membuat terjadinya sesak napas saat hamil.

Walaupun ini merupakan hal yang umum terjadi, ada kondisi lainnya yang bisa menyebabkan sesak napas menjadi masalah kesehatan lainnya.

Berikut beberapa masalah medis lainnya yang menjadi penyebab sesak napas di masa kehamilan, seperti:

1. Asma

Ibu hamil dengan penyakit asma perlu untuk lebih berhati-hati karena kehamilan dapat memperburuk gejala asma yang sudah ada.

Selain asma, sesak napas juga dapat diperburuk jika ibu hamil mempunyai anemia atau tekanan darah tinggi.

2. Emboli paru

Kondisi ini terjadi ketika gumpalan darah menempel di pembuluh darah arteri di paru.

Emboli paru dapat secara langsung memengaruhi pernapasan dan menyebabkan batuk, nyeri dada, dan sesak napas. Akan tetapi, kondisi ini sangat jarang terjadi.

3. Kardiomiopati peripartum

Kardiomiopati peripartum merupakan salah satu jenis gagal jantung yang dapat terjadi selama kehamilan atau setelah melahirkan.

Gejalanya seperti bengkak pada pergelangan kaki, tekanan darah rendah, kelelahan, dan detak jantung tidak berirama atau berdebar-debar.

Selain kondisi medis yag sudah disebutkan di atas, segera temui dokter apabila sesak napas saat hamil disertai dengan:

  • Nyeri di bagian dada.
  • Batuk berdarah.
  • Demam disertai pusing hingga menggigil.
  • Bibir, jari kaki, dan tangan membiru.

Cara mengatasi sesak napas saat hamil

Kondisi ini tergolong tidak dapat dihindari. Akan tetapi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar Anda menjadi lebih mudah bernapas, seperti:

  • Duduk atau berdiri tegak. Posisi ini membuat paru-paru lebih banyak ruang untuk mengembang.
  • Tidak tergesa-gesa dalam beraktivitas untuk mengurangi kerja jantung dan paru-paru.
  • Mengangkat tangan di atas kepala dapat melepaskan tekanan sehingga Anda dapat menghirup udara lebih banyak.
  • Gunakan bantal di bawah sisi samping untuk mengurangi tekanan pada paru-paru sehingga lebih mudah bernapas.

Perlu pula diingat agar Anda selalu memberitahu dokter mengenai kondisi kehamilan.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan bagi Anda dan juga bayi di dalam kandungan.

Sebaiknya, segera hubungi dokter ketika sesak napas di masa kehamilan semakin parah atau mengganggu aktivitas.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

33 Weeks Pregnant: You May Start to Have Trouble Breathing. (2014). Retrieved 22 December 2020, from https://www.healthywomen.org/your-health/pregnancy–postpartum/33-weeks-pregnant-symptoms-and-signs

Trouble breathing. (2020). Retrieved 22 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/shortness-of-breath/basics/definition/sym-20050890

Shortness of breath | March of Dimes. (2020). Retrieved 22 December 2020, from https://www.marchofdimes.org/complications/shortness-of-breath.aspx

Why Do Some Pregnant Women Have Trouble Breathing? (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 22 December 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/breathing.html# Publishing, H. (2020). Shortness of Breath In Pregnancy – Harvard Health. Retrieved 22 December 2020, from https://www.health.harvard.edu/decision_guide/shortness-of-breath-in-pregnancy

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala, S.Gz Diperbarui 15/06/2021
x