Mengenal Tahap Perkembangan Kelima Indra Bayi Dalam Kandungan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pada dasarnya sistem indra manusia sudah mulai berkembang sepanjang kehamilan dan akan memengaruhi perkembangan otak janin. Hal inilah yang memungkinkan kelima indra bayi (peraba, pendengar, penciuman atau penghidu, penglihatan, serta pengecap) sudah berfungsi saat lahir, meski belum maksimal. Proses pematangan masing-masing indra nantinya akan berlangsung seiring dengan usia dan proses perkembangan bayi. Nah, untuk mengetahui pertumbuhan serta perkembangan kelima indra manusia dalam kandungan, simak ulasannya dalam artikel ini.

Tahap perkembangan indra manusia di dalam kandungan

1. Indra peraba

Sistem sensorik alias indra manusia yang paling awal berkembang adalah indra peraba. Pada janin, indra peraba mulai berkembang  pada usia kehamilan sekitar 8 minggu. Pada minggu ke-12, janin mulai bisa merasakan dan merespons sentuhan di sekujur tubuhnya, kecuali bagian atas kepalanya yang tetap belum sensitif sampai lahir. Di usia kehamilan selanjutnya, tubuh janin akan terus mengembangkan jaringan saraf yang akan mempertajam indra perabanya.

2. Indra pendengar

Pembentukan sistem organ pendengaran dimulai sejak usia kehamilan 4-5 minggu. Setelah itu perkembangan dan pertumbuhan terus terjadi, baik bagian dalam atau bagian luar telinga.

Kemudian pada usia kehamilan 18-20 minggu, sistem pendengaran janin benar-benar utuh. Di usia ini, janin sudah mulai bisa mendengar suara dari dalam rahim. Ia akan mulai mendengar suara aliran darah melalui plasenta, suara denyut jantung, hingga suara udara pada paru.

Lalu pada usia 24-26 minggu, janin sudah dapat merespon terhadap suara-suara keras yang didengarnya dengan cegukan. Selanjutnya pada kehamilan trimester tiga, suara yang paling jelas didengar janin di dalam kandungan adalah suara ibu. Di usia ini, Anda mungkin akan lebih sering merasakan respons janin bagaimana ia akan aktif bergerak di dalam perut saat diajak berbicara. 

3. Indra penglihatan

Dari awal kehamilan hingga usianya ke-25 minggu, mata bayi akan selalu tertutup untuk mengembangkan retina. Barulah pada usia kehamilan 26-28 minggu, kelopak mata janin akan mulai terbuka. Janin akan membuka matanya sesekali, walaupun ia belum dapat melihat apapun.

Selanjutnya pada trimester tiga, janin sudah bisa mendeteksi cahaya terang yang masuk ke dalam rahim, baik itu sinar matahari ataupun sinar lampu. Namun, hal ini akan bergantung pada faktor-faktor ketebalan rahim, otot, serta pakaian yang digunakan ibu.

4. Indra penciuman dan pengecap

Indra pengecap terhubung dengan indra penciuman. Pada usia 11-15 minggu, reseptor yang akan digunakan janin untuk mendeteksi bau dan rasa sudah mulai berfungsi. Sejak di dalam rahim, janin sebenarnya sudah bisa mendeteksi bau dari makanan yang Anda makan dan aroma yang Anda hirup melalui cairan ketuban yang melewati mulut serta hidung janin.

Penelitian menunjukkan bahwa janin lebih menyukai rasa manis dibandingkan dengan rasa pahit dan asam. Janin akan menelan lebih banyak air ketuban ketika rasa manisnya tinggi, dan janin tidak menelan banyak air saat rasa air ketuban pahit.

Diperkirakan pada usia 21 minggu, janin bisa memahami rasa kenyang dari cairan ketuban dengan menggunakan indra penciuman serta pengecapnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit