home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berapa Lama Cuti Melahirkan yang Ideal Bagi Ibu dan Bayi?

Berapa Lama Cuti Melahirkan yang Ideal Bagi Ibu dan Bayi?

Lama waktu cuti melahirkan yang diatur oleh Undang-undang adalah tiga bulan. Satu setengah bulan cuti sebelum melahirkan dan satu setengah bulan lagi setelah Anda bersalin. Namun, apakah tiga bulan sudah cukup ideal bagi kesehatan serta kesejahteraan ibu dan bayinya? Ini dia pendapat para ahli dari berbagai penelitian.

Mayoritas karyawan mengambil cuti cuma sebentar

Meskipun di Indonesia sudah ada aturan yang jelas untuk mengambil cuti melahirkan, pada kenyataannya banyak karyawan serta pihak perusahaan yang tidak mengikuti aturan tersebut. Anda mungkin baru mengambil cuti satu sampai dua minggu sebelum tanggal kelahiran. Kemudian Anda akan kembali bekerja ke kantor hanya dalam waktu sebulan setelah bersalin.

Fenomena ini sudah sangat marak, terutama di perusahaan-perusahaan yang tidak memberikan tunjangan bagi karyawan yang mengambil cuti bersalin. Hal ini juga kerap ditemui di berbagai perusahaan yang mengesampingkan kesetaraan gender. Akibatnya, keluarga dan bayi baru lahir akan kehilangan banyak waktu yang berharga.

Lama cuti melahirkan yang ideal

Bila cuti melahirkan selama satu sampai dua bulan ternyata tidak ideal bagi ibu dan bayi, jadi harusnya berapa lama waktu yang dibutuhkan? Para ahli punya pendapat yang berbeda-beda soal lamanya cuti bersalin yang ideal.

Menurut seorang pakar kebijakan publik asal University of Virginia, Christopher J. Ruhm, ibu dan bayi akan semakin sehat dan terhindar dari komplikasi bila mengambil cuti selama 40 minggu atau kira-kira sepuluh bulan. Hal ini dibuktikan dalam penelitiannya yang dimuat pada jurnal National Bureau of Economic Research (NBER) Working Papers.

Sedangkan penelitian lain oleh para ahli dari Columbia University dalam Economic Journal mencatat bahwa cuti selama tiga bulan setelah melahirkan (bila digabung dengan cuti sebelum bersalin berarti total empat bulan) sudah cukup untuk menjamin kesehatan ibu dan bayi bahkan hingga jangka panjang.

Hasil serupa juga dibuktikan oleh studi dalam Journal of Health, Politics, Policy, and Laws tahun 2013 lalu. Cuti bersalin selama tiga bulan setelah melahirkan mampu mengurangi risiko depresi pasca melahirkan dan dampak kesehatan lainnya pada ibu dan bayi.

Dirangkum dari penelitian lainnya di seluruh dunia, lama cuti melahirkan yang ideal yaitu minimal empat bulan. Maksudnya satu bulan sebelum melahirkan dan tiga bulan sesudahnya. Namun, orangtua dan bayi akan memetik lebih banyak manfaat bila cutinya diperpanjang. Apalagi kalau Anda memang rentan mengalami komplikasi atau depresi pasca melahirkan.

setelah punya bayi

Dampak cuti yang terlalu singkat bagi ibu dan bayi

Bila ibu bersalin hanya mengambil cuti selama dua bulan atau bahkan kurang dari itu, inilah berbagai dampak negatif yang mungkin terjadi.

1. Depresi pascamelahirkan

Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa ibu yang langsung kembali bekerja setelah melahirkan lebih rentan mengalami depresi pascamelahirkan (postpartum). Depresi yang menyerang ibu baru ini tak hanya berdampak pada kondisi mental ibu saja. Bayi Anda juga akan mengalami dampaknya. Misalnya bayi tidak diasuh secara maksimal. Ibu dan bayi juga akan kesulitan membangun ikatan batin yang cukup kuat.

2. Asupan ASI berkurang

Cuti melahirkan yang terlalu singkat akan berdampak pada asupan air susu ibu (ASI) bagi bayi. Entah karena bayi tidak bisa mendapatkan ASI ketika dibutuhkan atau karena produksi ASI terhambat karena ibu mengalami depresi. Hal ini bisa diatasi misalnya dengan pompa ASI atau mencari donor ASI.

3. Tidak sempat memulihkan diri

Menurut para ahli, setelah bersalin ibu membutuhkan waktu paling cepat enam minggu untuk benar-benar memulihkan diri dari proses persalinan. Namun, setelah itu tubuh Anda masih harus beristirahat.

Jika setelah melahirkan Anda langsung kembali bekerja, keluhan-keluhan pascapersalinan seperti kelelahan, nyeri punggung, nyeri payudara, sakit kepala, sembelit, dan jahitan vagina yang robek bisa terus terasa bahkan setelah setahun lamanya. Inilah mengapa lamanya cuti melahirkan yang ideal sangat penting bagi kesehatan ibu dan bayi.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Baker, Michael, and Kevin Milligan. “Maternity Leave And Children’s Cognitive And Behavioral Development“. Journal of Population Economics 28.2 (2014): 373-391.

Dagher, R. K., P. M. McGovern, and B. E. Dowd. “Maternity Leave Duration And Postpartum Mental And Physical Health: Implications For Leave Policies“. Journal of Health Politics, Policy and Law 39.2 (2013): 369-416.

Berger, Lawrence M. and Hill, Jennifer and Waldfogel, Jane. “Maternity Leave, Early Maternal Employment and Child Health and Development in the US”. Economic Journal, Vol. 115, No. 501, (2015): pp. F29-F47.

Lerner, Sharon. “Is 40 Weeks The Ideal Maternity Leave Length?“. Slate Magazine. N.p., 2017. Web. Diakses pada 14 Juni 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 05/08/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x