home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sebelum Ibu Hamil Melahirkan di Rumah Sakit, Perhatikan Dulu Hal Penting Ini

Sebelum Ibu Hamil Melahirkan di Rumah Sakit, Perhatikan Dulu Hal Penting Ini

Mendekati hari kelahiran tentu ada banyak hal yang perlu dipersiapkan dengan baik, salah satunya mengenai rencana ibu hamil untuk melahirkan di rumah sakit. Agar persiapan persalinan tidak ada yang terlewat, pertimbangkan juga keperluan yang dibutuhkan ibu bila ingin melahirkan di rumah sakit.

Apa saja persiapan yang perlu dipikirkan matang-matang bagi ibu hamil sebelum melahirkan di rumah sakit? Cari tahu di sini, yuk!

Ibu hamil melahirkan di rumah sakit, pilih bidan atau dokter?

melahirkan vakum

Melahirkan di rumah sakit menjadi pilihan yang paling banyak diambil ibu ketimbang melahirkan di rumah sendiri.

Ada berbagai jenis persalinan di antaranya persalinan dengan operasi caesar dan melahirkan normal yang bisa dilakukan di rumah sakit.

Namun, selain itu, juga ada metode melahirkan lain seperti water birth, gentle birth, dan hypnobirthing.

Biasanya, langkah pertama yang dilakukan ibu dan pasangan sebelum memilih dokter yang akan menangani yakni menentukan di rumah sakit mana akan melahirkan.

Pemilihan rumah sakit sebagai tempat untuk melahirkan sebaiknya dilakukan berdasarkan pertimbangkan berbagai hal.

Anda perlu mempertimbangkan biaya persalinan atau melahirkan, baik normal maupun caesar, di rumah sakit tersebut.

Selain biaya lahiran dengan metode normal maupun caesar, ibu dan pasangan juga perlu mengenal fasilitas, pelayanan, dan kelengkapan alat serta ruangan di rumah sakit tersebut.

Jadi, ibu dan pasangan tidak perlu repot mencari rumah sakit atau tempat bersalin lain bila mengalami masalah yang tidak terguda selama proses persalinan.

Setelah berhasil menentukan rumah sakit berdasarkan pertimbangan biaya persalinan atau melahirkan normal maupun caesar di sana dan fasilitas lainnya, masih ada hal lain yang perlu Anda ketahui.

Langkah selanjutnya yakni mempertimbangkan untuk melahirkan dengan bidan atau dokter kandungan di rumah sakit nantinya.

Meski begitu, ada juga ibu yang memilih ingin melahirkan di dokter kandungan atau bidan lebih dulu sehingga rumah sakit menjadi pertimbangan selanjutnya.

Sebelum menentukan dokter kandungan atau bidan bila ibu hamil ingin melahirkan di rumah sakit, sebaiknya ketahui dulu perbedaannya.

Perbedaan dokter dan bidan bila ibu hamil ingin melahirkan di rumah sakit

tanda-tanda mau melahirkan tanda-tanda persalinan

Salah satu perbedaan besar antara dokter kandungan dan bidan terletak pada jenis pendidikan yang mereka ambil.

Dokter kandungan memiliki spesialisasi dalam kehamilan dan kelahiran. Dokter kandungan menuntut ilmu di sekolah kedokteran dan dilatih untuk melakukan operasi.

Sementara bidan cenderung terlatih dalam segala hal yang berhubungan dengan kehamilan dan kelahiran, tapi tidak menimba ilmu di sekolah kedokteran.

Meskipun tidak memegang gelar dokter, kompetensi mereka tak berbeda dengan dokter dalam hal memberikan pelayanan bagi kehamilan dan kelahiran.

Para bidan memiliki spesialisasi di risiko kehamilan rendah pada wanita hamil yang sehat.

Biasanya, bidan akan menyarankan wanita memeriksakan diri ke dokter kandungan ketika ada masalah.

Namun, bidan tidak dapat melakukan operasi caesar karena prosedur tersebut hanya bisa dilakukan oleh dokter kandungan.

Inilah yang perlu jadi pertimbangan ibu hamil dalam memilih tenaga kesehatan untuk membantu proses melahirkan di rumah sakit.

Lebih baik bidan atau dokter bila ibu hamil melahirkan di rumah sakit?

induksi melahirkan induksi persalinan

Kondisi fisik Anda merupakan hal yang paling penting untuk dipertimbangkan sebelum akhirnya memilih untuk melahirkan dengan bantuan dokter kandungan atau bidan.

Namun, bila ibu memiliki komplikasi kehamilan, seperti tekanan darah tinggi, epilepsi, penyakit jantung, diabetes, dan lainnya, Anda butuh dokter kandungan.

Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa dokter kandungan dan bidan sama baiknya.

Kembali lagi, hal ini tergantung dari kondisi kehamilan dan kesehatan ibu serta faktor-faktor lainnya.

Pertimbangan lain yang juga jadi alasan memilih bidan ketimbang dokter saat ibu hamil ingin melahirkan di rumah sakit yakni biaya lahiran normal.

Akan tetapi, satu hal yang perlu diperhatikan baik-baik adalah soal kenyamanan.

Ya, apa pun pilihannya sebenarnya yang paling penting adalah memilih seseorang yang membuat Anda benar-benar nyaman, mengerti kebutuhan Anda, serta cara kerjanya cocok bagi Anda dan pasangan.

Terkait hal-hal krusial ini, tentu Anda dan pasangan yang bisa menentukannya.

Perlukah ada doula saat ibu hamil melahirkan di rumah sakit?

peran doula adalah pendamping persalinan

Doula adalah pendamping para ibu hamil semenjak kehamilan, selama melahirkan, hingga setelah melahirkan.

Berdasarkan American Pregnancy Association, tujuan adanya doula adalah untuk membantu para wanita hamil melalui pengalaman melahirkan yang lancar dan nyaman.

Selain mendampingi ibu, peran doula adalah memberikan dukungan dari segi emosional, fisik, sekaligus juga edukasi pada pasangan suami dan istri untuk menyambut kelahiran bayi.

Doula biasanya jug akan mendorong ibu untuk terus memberikan stimulasi positif bagi bayi di dalam kandungan agar proses persalinan lebih mudah nantinya.

Menjelang hari-H melahirkan, doula akan membimbing Anda untuk mempelajari sejumlah teknik sederhana untuk meredakan rasa sakit selama melahirkan nanti.

Teknik sederhana misalnya teknik pernapasan saat melahirkan, relaksasi, dan pijat yang memberikan rasa nyaman.

Doula juga membantu mendukung ibu agar lebih nyaman dan teratur dalam menerapkan cara mengejan saat melahirkan.

Tips mengantar ibu hamil melahirkan di rumah sakit

Meskipun persiapan sudah dilakukan secara maksimal, mungkin ada hal di luar dugaan seperti waktu melahirkan lebih cepat.

Pada kondisi ini, suami perlu siap sedia kapan pun mengantar ibu untuk segera melahirkan di rumah sakit dengan berkendara.

Ketahui beberapa hal yang perlu suami perhatikan saat menyetir mobil untuk mengantar ibu hamil melahirkan di rumah sakit:

1. Bawa segala perlengkapan

perlengkapan bayi baru lahir

Sebaiknya segera bawa istri ke rumah sakit saat sudah mengalami kontraksi yang intens.

Meski merasa cukup panik, ingatlah untuk membawa tas perlengkapan kelahiran yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Bantu istri terkasih masuk ke dalam mobil serta bawakan ia bantal maupun selimut yang membuatnya tetap nyaman dalam perjalanan ke rumah sakit.

Saatnya mengatar ibu hamil untuk melahirkan di rumah sakit yang sudah menjadi tujuan atau terdekat dari rumah.

2. Hadapi rasa panik dengan mencoba tenang

cara suami mendukung istri yang sedang hamil

Memang terdengar kontradiksi, tetapi rasa panik tidak bisa diredam dengan kepanikan.

Panik adalah kondisi yang wajar jika Anda berada di dalam situasi ini. Mungkin ini pertama kali atau lebih Anda mengantar istri yang hendak melahirkan ke rumah sakit.

Salah satu cara untuk mengatasi panik adalah dengan menarik napas dalam. Perlahan tarik dan hembuskan. Bayangkan, saat menghembuskan napas, rasa panik dan cemas perlahan memudar.

Setelahnya, cobalah tersenyum dan menenangkan istri tercinta. Tak ada salahnya mempraktikkan ini bersama istri bila memungkinkan.

3. Perhatikan kecepatan mobil

keracunan gas co di dalam mobil

Saat mengantar istri ke rumah sakit untuk melahirkan, perhatikan kecepatan kendaraan Anda.

Di dalam situasi emergensi seperti ini, Anda dan istri pasti ingin cepat sampai tujuan dengan selamat. Redam sejenak keinginan untuk melaju dengan kecepatan tinggi.

Batasi berkendara dengan laju terlalu tinggi guna menjaga keselamatan Anda, istri, maupun orang lain yang berkendara.

Jangan lupa, ada rambu lalu lintas yang perlu dipatuhi, tetap jaga jarak aman, dan tahan emosi selama berkendara.

Dengan begitu, Anda dan ibu hamil yang akan melahirkan pun selamat sampai di rumah sakit untuk menantikan momen indah yang segera tiba.

4. Setel musik

mengantar istri melahirkan ke rumah sakit

Selama di perjalanan, mungkin istri terkasih mengeluhkan rasa sakit dan tidak nyaman. Tak perlu bingung lalu cobalah untuk tenang dengan Setel musik favoritnya di dalam mobil.

Musik menjadi cara lain untuk mengalihkan ketidaknyamanan pada ibu hamil yang hendak melahirkan. Musik bisa membawa ketenangan sekaligus meredam stres pada ibu hamil.

Menurut jurnal BMC Complementary And Alternative Medicine, musik dapat membantu kecemasan dan depresi pada ibu hamil.

Langkah ini diterapkan untuk menenangkan kondisi psikologis ibu hamil.

Nah, Anda juga bisa menerapkan cara ini selama perjalanan mengantar ibu melahirkan normal maupun caesar di bidan atau rumah sakit.

5. Pegang tangan istri

mengantar istri melahirkan ke rumah sakit

Berpegangan tangan memberikan rangsangan yang menenangkan bagi siapa saja. Sentuhan membuat setiap orang merasa dicintai dan disayangi.

Di dalam mobil, cobalah lakukan terapi sentuhan pada istri. Sekadar untuk membuatnya lebih tenang.

Berikan sedikit belaian lembut pada tangannya. Saat tiba di rumah sakit, perjuangan ibu masih berlanjut.

Mungkin tidak mudah bagi ayah dan ibu, tetapi ini harus dilewati demi menyambut kehadiran buah hati.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Labor & Delivery: When to Go to the Hospital | Kaiser Permanente. (2020). Retrieved 22 July 2020, from https://healthy.kaiserpermanente.org/health-wellness/maternity/labor-delivery/when-to-go

Safe driving. (2020). Retrieved 22 July 2020, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/Safe-driving

Coping Skills for Labor without Medication. (2020). Retrieved 22 July 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/15586-labor-without-medication-coping-skills

Coping with Stress During Pregnancy. (2020). Retrieved 22 July 2020, from https://www.cope.org.au/expecting-a-baby/staying-well/stress-in-pregnancy/

Nwebube, C., Glover, V., & Stewart, L. (2017). Prenatal listening to songs composed for pregnancy and symptoms of anxiety and depression: a pilot study. BMC Complementary And Alternative Medicine17(1). doi: 10.1186/s12906-017-1759-3

Obstetric Health Care Providers: Choosing One Right for You. Retrieved 22 July 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9698-obstetric-health-care-providers-choosing-one-right-for-you

Having a Doula: Is a Doula For Me?. Retrieved 22 July 2020, from http://americanpregnancy.org/labor-and-birth/having-a-doula/

Birthing Centers and Hospital Maternity Services. Retrieved 22 July 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/birth-centers-hospitals.html

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 27/06/2020
x