Mengenal Gentle Birth, Metode untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/08/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Ada berbagai pilihan cara ibu melahirkan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, salah satunya metode gentle birth. Gentle birth adalah salah satu metode melahirkan yang mungkin pernah Anda dengar sebelumnya.

Namun, tahukah Anda apa itu gentle birth secara lebih mendalam? Kupas tuntas seputar metode melahirkan gentle birth dalam ulasan ini. 

Apa itu gentle birth?

Gentle birth adalah suatu proses melahirkan normal yang tenang dan damai sehingga rasa sakit ibu saat melahirkan bisa jauh lebih ringan.

Ketakutan terhadap rasa sakit saat proses persalinan berlangsung membuat ibu hamil biasanya khawatir untuk melahirkan normal.

Nah, metode melahirkan gentle birth hadir untuk mengurangi keresahan dan ketakutan ibu dengan proses melahirkan yang menyakitkan. 

Perlu Anda ketahui, ketakutan saat melahirkan justru dapat membuat proses kelahiran menjadi lebih menyakitkan.

Ketakutan membuat hormon stres meningkat sehingga dapat memperlambat kemampuan Anda saat melahirkan sehingga terasa lebih menyakitkan.

Sebaliknya, melahirkan dengan pikiran tenang dan positif justru dapat memudahkan Anda saat melahirkan dan proses melahirkan akan lebih lancar.

Di sinilah gentle birth bekerja untuk membantu ibu agar lebih rileks selama persalinan normal. Menariknya, metode gentle birth tidak hanya bisa dilakukan pada proses persalinan normal, tetapi juga operasi caesar.

Ya, gentle birth adalah metode melahirkan yang dapat diterapkan ibu pada persalinan normal maupun caesar.

Melansir dari laman NPR, gentle birth pada operasi caesar biasanya dikenal dengan sebutan gentle caesarean.

Bahkan, bukan hanya ibu yang bisa terlibat, suami maupun doula juga bisa menemani saat proses persalinan normal atau operasi caesar berlangsung.

Hadirnya suami atau doula ditambah menerapkan gentle birth berguna untuk memberi ketenangan bagi ibu saat menjalankan operasi caesar.

Gentle cesarean dilakukan dalam keadaan yang tenang dan damai sehingga ibu bisa lebih merasakan detik-detik saat bayinya lahir.

Ini merupakan sebuah proses yang lebih mendekati seperti kelahiran normal dibandingkan sebuah operasi besar.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia menyebutkan bahwa manfaat gentle birth bukan hanya baik bagi ibu.

Akan tetapi, anggota keluarga dan bayi yang dilahirkan juga dapat merasakan manfaat dari gentle birth ini.

Apa perbedaan gentle cesarean ketimbang operasi caesar biasa?

Saat proses operasi caesar umumnya ibu hanya diam dan menerima tindakan dokter tanpa melihat bagaimana proses bayinya dikeluarkan dari rahimnya.

Sementara pada gentle cesarean, ibu tetap bisa terlibat dalam kelahiran bayinya.

Ya, Anda bisa menyaksikan bayi lahir bila memang ingin. Bahkan, Anda bisa memutar lagu selama operasi berlangsung untuk memberikan ketenangan bagi Anda.

Proses gentle cesarean dilakukan dengan perlahan alias tidak secepat kelahiran bayi dengan operasi caesar biasa.

Bayi memang umumnya dilahirkan secara perlahan saat operasi caesar.

Hal ini bertujuan untuk memberi waktu bagi dada bayi agar lebih siap menghirup udara saat keluar dari rahim sekaligus membersihkan paru-paru bayi dari cairan.

Setelah bayi dilahirkan, bayi pun bisa langsung ditempatkan di dada ibu untuk melakukan kontak langsung dari kulit ke kulit.

Pada prosesdur ini, ibu juga langsung memberikan inisiasi menyusu dini (IMD) seperti pada kelahiran normal.

Ibu juga bisa meminta agar bayi tetap bersama Anda selagi menjalani tahap akhir operasi caesar (proses penjahitan).

Persiapan yang harus dilakukan sebelum melakukan gentle birth

Gentle birth adalah metode yang sangat memudahkan Anda dalam melahirkan, baik proses persalinan normal maupun operasi caesar.

Bahkan, Anda bisa melahirkan dengan metode gentle birth di mana pun Anda inginkan. Metode yang satu ini bisa diterapkan saat ibu hamil melahirkan di rumah sakit maupun melahirkan di rumah.

Anda pun bisa memilih metode melahirkan apa yang akan Anda jalani, gentle birth juga bisa diterapkan pada metode water birth (melahirkan di dalam air) misalnya.

Namun, Anda tetap perlu didampingi oleh bidan atau dokter selama menjalani persalinan water birth dan persalinan di rumah. 

Jika Anda berencana menerapkan gentle birth, metode melahirkan ini juga sebaiknya dipersiapkan dari jauh-jauh hari.

Anda perlu melakukan beberapa persiapan sebelum proses melahirkan, seperti latihan pernapasan dan mempelajari apa yang akan terjadi selama proses melahirkan. 

Persiapan persalinan juga tidak boleh terlewat untuk diperhatikan dengan seksama.

Berbagai persiapan yang perlu diperhatikan dengan baik sebelum mantap menjalani gentle birth adalah sebagai berikut:

1. Persiapan fisik dan mental

Sebaiknya ibu hamil tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat dan menguras pikiran selama beberapa minggu atau bulan sebelum melahirkan.

Ini karena aktivitas yang terlalu berat dan menguras pikiran dapat membuat ibu hamil stres. 

Kondisi stres pada ibu hamil dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar hormon stres kortisol sehingga dapat mempersulit proses kelahiran.

Mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum proses melahirkan dapat membuat pikiran dan hati menjadi lebih tenang. 

Ibu dapat mengisi pikiran dengan memikirkan hal-hal positif tentang proses melahirkan. 

Dengan begitu, setidaknya ketakutan akan melahirkan menjadi hilang dapat mendukung produksi hormon-hormon yang diperlukan saat melahirkan.

Jadi, ketika waktu kelahiran sudah semakin dekat, ibu bisa mencoba untuk banyak berpikir positif.

Ingatlah, melahirkan adalah proses alami Anda tidak perlu dikhawatirkan. Sejatinya, sebaiknya ikuti naluri dari tubuh Anda sendiri.

Rutin melakukan latihan pernapasan, mengejan, maupun mengikuti kelas prenatal bagi ibu hamil dapat membantu menyiapkan diri saat waktu melahirkan tiba.

Bacalah kisah-kisah inspiratif tentang proses kelahiran yang positif agar Anda juga berpikiran positif.

Anda juga bisa melakukan hipnosis untuk menyugesti diri Anda bahwa melahirkan tidak sesakit yang dibayangkan dan Anda pasti mampu melakukannya.

2. Makan makanan sehat

Menerapkan kebiasaan makan makanan sehat dapat membantu memenuhi asupan nutrisi ibu hamil. Hal ini adalah salah satu kunci dalam menjalani proses gentle birth.

Tubuh perlu banyak nutrisi selama kehamilan guna menjaga kesehatan sekaligus memudahkan Anda saat proses melahirkan tiba.

Cobalah untuk perbanyak makan sayur dan buah selama kehamilan serta konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kalsium.

Selain itu, sebaiknya batasi konsumsi makanan yang mengandung banyak gula dan tepung selama kehamilan.

Sumber makanan ini dapat membuat Anda mengalami kenaikan berat badan berlebih yang akan mempersulit proses melahirkan.

Asupan makanan yang sehat dan bergizi selama kehamilan akan membantu Anda lebih percaya diri dalam menghadapi kelahiran.

Secara alami Anda akan mampu melewati kelahiran dengan lancar, tenang, dan sedikit rasa sakit.

Anda merasa bahagia setelah berhasil melewati semua proses melahirkan sehingga berpengaruh baik pula kepada bayi. 

Tetap konsultasikan metode birth dengan dokter

Bagi Anda dengan kehamilan yang sehat dan tidak bermasalah, metode gentle birth ini mungkin bisa menjadi salah satu pilihan.

Gentle birth adalah pilihan metode melahirkan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bila kehamilan Anda normal dan tidak disertai komplikasi.

Namun, mungkin akan berbeda jika Anda memiliki kehamilan dengan risiko tinggi.

Jika Anda memiliki kehamilan yang bermasalah atau Anda memiliki komplikasi kehamilan, sebaiknya ikuti saran dokter Anda untuk menentukan metode melahirkan apa yang akan Anda jalani.

Bila tidak diperhatikan dengan baik, komplikasi kehamilan berisiko menimbulkan komplikasi persalinan yang berisiko membahayakan kesehatan ibu dan bayi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Normalnya, Berapa Banyak Darah yang Akan Keluar Selama Nifas?

Keluar darah selama masa nifas itu normal. Namun, seberapa banyak normlanya darah keluar saat nifas? Cari tahu jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Melahirkan, Kehamilan 30/08/2019 . Waktu baca 4 menit

Seputar Melahirkan Vakum, Penggunaan Alat untuk Memudahkan Proses Persalinan

Proses melahirkan normal yang mengalami hambatan bisa dipermudah dengan bantuan vakum. Kapan alat bantu persalinan ini digunakan, dan adakah risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 16/08/2019 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Forceps, Alat yang Digunakan Saat Sulit Lahir untuk Mengeluarkan Bayi

Persalinan normal kadang bisa terhambat. Salah satu solusi untuk mempermudah melahirkan yakni dengan menggunakan alat berupa forceps (forsep).

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 16/08/2019 . Waktu baca 8 menit

Memahami Cara Melahirkan Normal, dari Tahapan Hingga Tips Persiapannya

Butuh banyak persiapan sebelum menjalani proses melahirkan normal, salah satunya termasuk mengetahui cara dan proses berlangsungnya. Mari cari tahu di sini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 25/07/2019 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil melahirkan di rumah sakit

Sebelum Ibu Hamil Melahirkan di Rumah Sakit, Perhatikan Dulu Hal Penting Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . Waktu baca 8 menit
melahirkan normal setelah miomektomi

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Teknik persalinan kurangi rasa sakit

Melahirkan Lebih Lancar, Ini Berbagai Teknik Persalinan yang Meringankan Rasa Sakit

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 05/12/2019 . Waktu baca 4 menit
melahirkan di luar negeri

5 Hal yang Perlu Calon Ibu Persiapkan Jika Ingin Melahirkan di Luar Negeri

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 04/09/2019 . Waktu baca 4 menit