5 Penyebab Tanggal Persalinan Anda Bergeser dari Perkiraan

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Persalinan menjadi suatu hal yang ditunggu-tunggu oleh semua calon ibu dan ayah. Semakin tua usia kehamilan, Anda akan semakin was-was menanti tanggal persalinan. Meski sudah mendapatkan tanggal perkiraan dari dokter, ternyata tanggal persalinan bisa berubah kapan saja, lho. Lantas, kenapa tanggal persalinan sering kali meleset dari perkiraan? Simak ulasannya berikut ini.

Tanggal persalinan sama dengan hari perkiraan lahir (HPL) bayi

Tanggal persalinan juga dikenal sebagai hari perkiraan lahir (HPL) bayi. HPL memberi tahu kapan waktunya Anda telah siap untuk menjalani proses melahirkan. Selain itu, mengetahui HPL bayi juga bermanfaat untuk mengontrol perkembangan bayi Anda selama di dalam kandungan. Anda akan tahu apakah saat HPL nanti bayi Anda telah siap lahir dan perkembangannya sudah sesuai dengan usia kehamilan Anda.

Meski kebanyakan calon ibu pasti diberikan tanggal persalinan oleh dokter, namun ini hanyalah sebatas perkiraan. Menurut American Academy of Pediatrics, hanya sekitar 5 persen wanita yang melahirkan sesuai dengan tanggalnya.

Penyebab tanggal persalinan berubah dari perkiraan

1. Salah menentukan tanggal konsepsi (pembuahan)

Cara yang paling sering dilakukan untuk menentukan HPL adalah dengan menentukan hari pertama haid terakhir (HPHT). Namun, cara ini hanya cocok dilakukan untuk Anda yang memiliki siklus menstruasi yang teratur.

Waktu konsepsi atau pembuahan sel ovum oleh sel sperma mungkin terjadi 2 minggu setelah hari pertama menstruasi. Misalnya, bila pada umumnya bayi lahir saat 40 minggu setelah HPHT, artinya dari waktu pembuahan sampai HPL Anda adalah sekitar 38 minggu.

Kebanyakan dari Anda mungkin lupa dan sekadar mengingat-ingat saja kapan hari pertama Anda menstruasi terakhir. Salah menentukan HPHT maka akan salah pula dalam menentukan tanggal pembuahan. Akibatnya, tanggal perkiraan persalinan juga ikut meleset.

Nah, wanita yang siklus haidnya tidak teratur akan lebih sulit lagi dalam menentukan HPL. Namun, Anda tidak perlu khawatir sebab HPL Anda bisa diperkirakan dengan penggunaan USG.

2. Perbedaan masa kehamilan

Kondisi kehamilan setiap wanita berbeda-beda. Maka, ini sangat memungkinkan bahwa kondisi menjelang melahirkan pun juga berbeda.

Umumnya, kehamilan berlangsung sekitar 38-40 minggu. Namun, ada pula ibu hamil yang harus melahirkan saat kehamilannya terlalu dini (kurang dari 37 minggu) atau terlalu tua (lebih dari 42 minggu). Hal ini bisa terjadi karena berbagai macam sebab. Misalnya riwayat merokok saat hamil, stres, masalah rahim atau serviks, dan lainnya.

Kondisi inilah yang menjadi penyebab melesetnya tanggal persalinan dari perkiraan sebelumnya. Untuk itu, penting bagi Anda untuk terus memantau dan memastikan kehamilan Anda dalam kondisi sehat untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

3. Perbedaan ukuran rahim

Ukuran rahim juga menjadi salah satu penyebab berubahnya tanggal persalinan. Saat usia kehamilan 12 minggu, dokter dapat merasakan bagian atas rahim (fundus) di atas panggul (pelvis). Setelah usia 18 minggu, jarak antara tulang panggul dan rahim mungkin sama dengan jumlah minggu setelah periode menstruasi terakhir Anda.

Bila rahim Anda cukup besar dan telah siap untuk menjalani proses melahirkan, maka tanggal persalinan juga bisa menjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.

4. Perbedaan ukuran leher rahim (serviks)

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang memiliki ukuran leher rahim yang lebih pendek, sekitar kurang dari 2,5 sentimeter (cm) saat diukur melalui USG, memiliki kemungkinan untuk melahirkan lebih awal.

Dilansir dari International Journal of Obstetrics and Gynecology, 85 persen wanita yang memiliki ukuran leher rahim yang pendek, sekitar 1 cm, melahirkan lebih cepat daripada mereka dengan ukuran leher rahim sekitar 2,5 cm.

Saat tubuh mempersiapkan kehamilan, ukuran serviks akan menipis secara perlahan, sehingga ini memunginkan kepala bayi lebih mudah untuk turun dan siap lahir.

5. Posisi bayi dalam kandungan berubah

Posisi bayi turut menentukan cepat tidaknya persalinan Anda. Bila bayi mampu menempatkan dirinya di jalur persalinan dengan baik dan letak kepalanya sudah berada di bawah, maka Anda perlu segera mempersiapkan persalinan yang lebih awal. Sementara bila tidak, mungkin Anda akan memiliki waktu yang lebih lama untuk bersalin atau bahkan memilih jalur operasi caesar.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca