Bolehkah Pakai Obat Opium untuk Meredakan Nyeri Setelah Melahirkan Caesar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 November 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Melahirkan lewat caesar tentu tidak mudah bagi para ibu. Setelah selesai operasi pun, rasa sakitnya hampir tak bisa dihindari dan rasanya bisa begitu mewalahkan sehingga kadang membatasi kesempatan Anda untuk memeluk si kecil dan merawatnya dengan sepenuh hati. Sebagai solusinya, dokter biasanya akan memberikan obat opium untuk membantu meringankan rasa sakit setelah melahirkan caesar.

Akan tetapi, obat ini ternyata bersifat adiktif sehingga dikhawatirkan dapat membuat ibu dan bayinya kecanduan obat. Apa benar begitu?

Bolehkah pakai obat opium setelah melahirkan caesar?

sakit saat melahirkan

Opium atau opiat atau opioid adalah jenis obat pereda nyeri dosis tinggi, khusus untuk mengobati rasa sakit yang cenderung kuat dan intensitasnya parah. Itulah kenapa obat opioid sering dijadikan andalan untuk meringankan rasa sakit setelah melahirkan caesar. Obat ini bekerja menghalangi reseptor rasa sakit di otak.

Namun, Anda mungkin jadi ragu saat dokter ingin memberikan obat opioid untuk membantu meredakan sakit setelah melahirkan. Sifat adiktifnya membuat Anda takut akan kecanduan jika menerima obat tersebut. Apa benar begitu?

Pada prinsipnya, dokter tentu tidak akan mungkin memberikan Anda obat opioid jika ini akan membahayakan kesehatan Anda dan si kecil. Obat pereda nyeri ini cenderung aman dan efektif meredam rasa sakit setelah melahirkan.

Semakin mudah Anda mengendalikan rasa sakit setelah melahirkan, maka pemulihannya pun jadi semakin cepat. Atas dasar inilah, Anda boleh saja mengonsumsi obat opioid setelah melahirkan caesar. Selain membuat Anda merasa lebih nyaman, obat pereda nyeri ini juga dapat membantu mengurangi risiko komplikasi yang mungkin terjadi pada diri Anda.

Obat opiat tidak membuat kecanduan

Meski bersifat adiktif, obat opioid yang digunakan setelah melahirkan caesar tidak akan membuat Anda kecanduan. Pada kebanyakan kasus bedah caesar, obat pereda nyeri ini akan disuntikkan melalui blok epidural atau ke tulang belakang Anda.

Karena proses inilah, hanya akan ada sedikit obat yang tersisa dan berakhir di aliran darah Anda. Jadi, obat ini tidak akan mungkin memberikan efek panjang pada ibu dan bayi, apalagi sampai menyebabkan kecanduan.

Selain itu, efek obat opioid hanya dapat bekerja maksimal selama 24 jam. Jika Anda tidak merasakan pusing setelah minum obat ini, Anda bahkan boleh langsung menyusui si buah hati, lho!

Lewat dari rentang waktu tersebut, barulah Anda akan diberikan jenis obat pereda nyeri lainnya untuk kembali meringankan rasa sakit setelah melahirkan sampai Anda benar-benar pulih.

Meski manjur meredakan sakit setelah melahirkan, waspadai efek sampingnya

Jardiance adalah

Sama seperti obat lainnya, opioid juga punya efek samping yang perlu Anda perhatikan. Di antaranya adalah mengantuk berat, mual, gatal, sembelit, dan penurunan detak jantung. Karena itu, opioid membutuhkan resep dan pemantauan berkala dari dokter untuk mengantisipasi efek samping tersebut.

Ketika Anda sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, dokter mungkin akan tetap meresepkan obat opioid seperti hydrocodone (Vicodin®) atau oxycodone (Percocet®) untuk diminum selama seminggu setelah operasi. Hal ini pun turut disetujui oleh Sarah Osmundson, M.D, beserta tim melalui penelitiannya yang diterbitkan di jurnal Obstetric and Gynecology tahun 2017 lalu.

Setelah kesehatan Anda cenderung stabil dan pulih, Anda sebetulnya sudah tak perlu lagi mengonsumsi obat opioid. Nah sebagai gantinya, dokter akan meresepkan obat NSAID seperti ibuprofen dosis tinggi atau obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti paracetamol atau ibuprofen. Semakin cepat Anda berhenti mengonsumsi opioid, maka semakin kecil pula risiko Anda mengalami ketergantungan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

Mungkin Anda berpikir Anda bisa bebas makan apa saja setelah melahirkan. Tapi jangan salah, masih ada pantangan makan setelah melahirkan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Melahirkan, Kehamilan 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Apa benar wanita harus pakai korset perut setelah melahirkan? Apakah ada dampak dan bahaya tertentu? Mari simak penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Melahirkan, Kehamilan 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Melahirkan Bukan Penghalang Keintiman Seks, Kok! Ketahui Berbagai Informasinya

Sebagian wanita mengeluhkan hubungan seks setelah operasi caesar terasa sakit. Benarkah demikian? Kemudian, apa yang harus dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 5 Agustus 2020 . Waktu baca 11 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat metode kangguru untuk bayi prematur dan berat lahir rendah

Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
darah tinggi setelah melahirkan

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
melahirkan normal tanpa rasa sakit

Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit, Apakah Mungkin?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 5 menit