Begini Cara Mudah Merawat Bekas Luka Operasi Caesar

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/01/2020
Bagikan sekarang

Selama operasi caesar berlangsung, mungkin Anda tidak merasakan sakit karena pengaruh anestesi atau obat bius yang disuntikkan sebelumnya. Namun setelahnya, biasanya akan muncul sakit atau nyeri, khususnya di luka sayatan bekas operasi caesar. 

Ya, pada saat operasi caesar, perut Anda disayat menggunakan alat khusus, yang kemudian ditutup kembali sehingga meninggalkan bekas luka. Nah, agar cepat sembuh seperti sedia kala, simak aturan merawat luka bekas operasi caesar ini.

Seperti apa gambaran bekas luka operasi caesar?

jahitan caesar sudah sembuh

Di awal setelah persalinan selesai dilakukan, bekas luka jahitan operasi caesar akan terlihat seperti sedikit timbul, bengkak, dan warnanya lebih gelap. Jika dibandingkan dengan warna kulit asli Anda, warna bekas luka dari jahitan operasi caesar ini cenderung lebih gelap.

Melakukan kegiatan atau pergerakan apa pun yang memengaruhi otot-otot perut, biasanya akan membuat bekas operasi caesar terasa sakit dan nyeri.

Bekas luka operasi caesar umumnya memiliki panjang sekitar 10-15 sentimeter (cm). Tak perlu khawatir, karena lama-kelamaan lebar bekas luka operasi caesar ini dapat kembali menyusut.

Warna gelap dari bekas luka operasi caesar tersebut juga akan menyamai warna kulit Anda yang sebenarnya. Kondisi ini setidaknya akan membaik kurang lebih sekitar 6 minggu pasca operasi caesar.

Terdapat dua bentuk bekas luka sayatan operasi caesar, meliputi:

1. Horizontal

Sayatan horizontal atau transversal merupakan yang paling ditemukan dalam bekas luka operasi caesar. Hampir sebagian besar operasi caesar menerapkan sayatan horizontal. 

Sayatan horizontal dibuat dengan arah melintang atau memanjang di bagian perut bawah, atau bagian terendah dari rahim. Sayatan ini dapat meminimalisir jumlah perdarahan, sehingga darah yang keluar lebih sedikit.

Selain itu, menutup luka bekas operasi caesar dengan sayatan horizontal juga memungkinkan Anda untuk melahirkan normal selanjutnya (VBAC).

2. Vertikal

Dibandingkan sayatan horizontal, bekas luka operasi caesar dengan sayatan vertikal sekarang ini lebih jarang ditemui. Sayatan vertikal lebih banyak digunakan pada operasi caesar zaman dahulu, dan mulai jarang dipakai sekarang ini.

Dalam beberapa kasus-kasus tertentu, sayatan vertikal biasanya lebih dipilih ketimbang sayatan horizontal. Sayatan ini biasanya dibuat berbentuk vertikal jika posisi bayi sungsang, maupun posisi bayi rendah di bawah rahim. 

Sayatan vertikal juga bisa dilakukan pada kondisi darurat yang membutuhkan persalinan segera, seperti perdarahan hebat karena plasenta previa. Jika bekas luka operasi caesar dengan sayatan horizontal berada melintang di bagian bawah perut, sayatan vertikal berbeda.

Sesuai dengan namanya, bekas luka operasi caesar sayatan vertikal dilakukan di bagian tengah perut dari arah atas (bawah pusar), sampai ke bawah (sekitar garis rambut kemaluan). Sayatan ini biasanya terasa lebih sakit, dan butuh waktu lebih lama untuk sembuh total. 

Jika Anda ingin melahirkan normal setelah operasi caesar dengan sayatan ini, risiko Anda mengalami komplikasi saat melahirkan normal (seperti ruptur uteri) lebih besar.

Namun, perlu Anda ketahui. Sayatan bekas luka operasi caesar yang dilakukan pada perut Anda tidak sama dengan sayatan pada rahim.  Perlu dipahami sebelumnya bahwa dokter akan melakukan sayatan sebanyak dua kali, yakni pada perut dan rahim saat operasi caesar.

Perbedaan bekas luka operasi caesar ini terletak pada sayatan di perut. Sementara untuk sayatan di rahim tetap sama, baik pada sayatan operasi horizontal maupun vertikal.

Berbagai cara untuk menutup sayatan bekas operasi caesar

jahitan caesar robek

Sebelum merawat bekas operasi caesar, kenali dulu ada 3 cara yang dilakukan dokter saat menutup sayatan tersebut:

Staples

Menutup sayatan bekas luka operasi caesar dengan staples kulit merupakan cara yang paling mudah dan paling cepat dilakukan. Sebelum Anda meninggalkan rumah sakit untuk pulang ke rumah, dokter akan mencabut staples dari luka sayatan Anda.

Lem

Bukan lem sembarangan. Ada lem khusus yang bisa digunakan untuk menutup luka bekas operasi caesar sehingga kulit tampak menyatu kembali. Cara ini dipercaya dapat menyembuhkan luka lebih cepat dan meninggalkan bekas luka operasi caesar yang lebih samar dan baik.

Akan tetapi, penggunaan lem ini baru bisa dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa kondisi tertentu. Pertimbangan didasarkan pada bagaimana proses operasi caesar dilakukan, apakah dilakukan dengan sayatan horizontal atau tidak, serta kondisi kulit dan lemak pada perut Anda.

Jahitan

Cara ini membutuhkan waktu sekitar 30 menit atau lebih, dan dilakukan dengan menggunakan jarum dan benang. Seiring berjalannya waktu, jahitan ini kemudian akan menyatu sendiri dengan kulit Anda.

Ketimbang beberapa cara sebelumnya, menjahit bekas sayatan operasi caesar dipercaya merupakan cara yang lebih baik. Pasalnya, kemungkinan timbulnya komplikasi luka jika bekas operasi caesar dijahit, akan jauh lebih kecil ketimbang menggunakan staples atau lem saja.

Bagaimana cara merawat bekas luka operasi caesar?

perban menutup luka

Sebelum Anda keluar dari rumah sakit dan pulang ke rumah, bekas luka sayatan operasi caesar akan ditutupi dengan kertas yang menyerupai pita. Balutan luka ini dikenal sebagai Steri-Strip.

Pita ini berguna untuk melindungi luka bekas operasi caesar Anda agar tetap dalam kondisi tertutup dan bersih. Biasanya, Steri-Stip akan lepas dengan sendirinya dalam kurun waktu sekitar 1 minggu. 

Selama proses penyembuhan luka ini, mungkin terkadang Anda akan merasakan sedikit gatal di sekitar bekas sayatan operasi caesar. Namun jangan khawatir, karena ini merupakan hal yang normal dan akan sembuh nantinya.

Perawatan bekas luka operasi caesar

Supaya perban penutup bekas luka operasi caesar senantiasa bersih, berikut perawatan yang sebaiknya Anda lakukan:

Rutin mengganti perban

Jika Anda menggunakan balutan perban yang harus rutin diganti, rutin ganti perban tersebut setiap 1 kali dalam sehari. Segera ganti balutan perban bila kondisinya basah, lembap, atau terasa tidak nyaman.

Tidak mengangkat benda berat

Hindari mengangkat sesuatu yang terlalu berat, selama kurang lebih 2 minggu setelah operasi caesar. Sebab hal ini berisiko membuat luka operasi bermasalah dan lama sembuh.

Jaga luka tetap bersih

Jaga agar area sayatan selalu bersih dan kering dengan rutin membersihkannya dengan sabun dan air bersih tanpa harus digosok terlalu kuat.

Jangan berendam

Hindari berendam di bak mandi dan berenang, sampai dokter mengizinkan Anda untuk melakukannya, mengutip dari Medline Plus.

Perawatan Steri-Strip

Jika Anda menggunakan Steri-Strip, begini cara merawat bekas operasi caesar yang tepat:

  • Hindari mencuci Steri-Strip maupun pembalut luka lainnya. Anda tetap bisa mandi, dan kemudian mengeringkan perban luka tersebut dengan handuk bersih.
  • Steri-Strip biasanya akan lepas dengan sendirinya kurang lebih seminggu. Namun jika tidak kunjung lepas, Anda bisa berkonsultasikan dengan dokter. Terkadang dokter mungkin menganjurkan untuk digunakan lebih dari 1 minggu.

Intinya, jangan ragu untuk mandi dan membersihkan seluruh bagian tubuh Anda. Meski kadang mungkin terasa sakit, tapi mandi bisa membantu mencegah kemungkinan terjadinya infeksi pada bekas operasi caesar.

Jika dokter sudah mengganti perban luka dengan bahan yang tahan air, tidak masalah untuk membasahinya saat mandi. Namun jika belum, biasanya dokter akan menyampaikan pada Anda mengenai aturan-aturan tertentu.

Misalnya kapan perban boleh terkena air, kapan tidak, dan sebagainya. Penting untuk diingat, hindari berendam dan berenang dulu untuk sementara waktu.

Setelah sekitar 6 minggu, bekas luka Anda biasanya sudah mulai sembuh dan Anda bisa menjalankan aktivitas seperti semula. Walaupun bekas luka operasi caesar Anda sudah sembuh atau mengering, tapi mungkin warnanya masih terlihat agak kemerahan.

Kondisi ini termasuk normal. Umumnya, butuh waktu sekitar 6 bulan sampai warna luka benar-benar memudar, menjadi lebih pucat, dan hampir menyamai warna kulit Anda sebenarnya.

Apa yang harus dilakukan supaya luka cepat sembuh?

cek kolesterol di dokter

Terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu tubuh Anda menyembuhkan luka bekas sayatan operasi caesar lebih cepat, yaitu:

1. Jangan sampai terlalu lelah

Pastikan Anda menyempatkan diri untuk beristirahat di sela-sela sibuknya mengurus bayi. Usahakan ikut beristirahat dikala bayi Anda tidur.

Alangkah lebih baiknya untuk meletakkan segala sesuatu yang dibutuhkan dekat dengan Anda sehingga lebih mudah dijangkau.

Dilansir dari Mayo Clinic, hindari mengangkat barang-barang berat, melakukan pekerjaan rumah tangga berlebih, atau terlalu banyak bergerak.

Kesemua hal tersebut dapat memicu terjadinya peregangan pada kulit yang mengalami bekas luka operasi caesar. Bahkan, bisa membuat bekas luka operasi caesar mengalami iritasi selama beberapa minggu setelah operasi.

2. Jaga perut, khususnya area sekitar sayatan operasi

Usahakan untuk membentuk postur tubuh yang baik ketika berdiri atau berjalan. Sesekali atau sering, mungkin Anda akan merasa nyeri dan tidak nyaman pada bekas luka operasi caesar tersebut saat bersin, batuk, atau tertawa. 

Solusinya, usahakan untuk menahan sedikit perut Anda di bagian bekas sayatan operasi caesar ketika Anda batuk atau tertawa.

3. Penuhi asupan gizi

Terpenuhinya kebutuhan gizi harian dari makanan dan minuman akan membantu tubuh untuk lebih cepat pulih pasca menjalani operasi caesar.

Perbanyak juga minum cairan untuk mencegah sembelit atau konstipasi yang sering terjadi setelah melahirkan. Ketahui juga adanya pantangan setelah operasi caesar terkait makanan dan minuman.

4. Jaga kebersihan luka sayatan

Menjaga kebersihan selama masa penyembuhan awal berguna untuk mencegah infeksi. Saat mandi, Anda dapat membasuhnya menggunakan air dan sedikit sabun, kemudian gosok dengan lembut.

Setelah selesai, keringkan menggunakan handuk bersih dengan cara menepuknya secara perlahan. Lakukan perawatan luka bekas operasi caesar ini sesuai dengan petunjuk dari dokter.

5. Jaga sirkulasi udara pada luka

Jangan terlalu lama menutup luka, sehingga luka tidak terpapar dengan udara. Terkena sedikit udara dapat mempercepat waktu penyembuhan luka.

Sebagai solusinya, Anda bisa mengenakan baju agak longgar di malam hari untuk menjaga sirkulasi udara pada luka bekas operasi caesar.

6. Rutin cek kesehatan ke dokter

Jika sayatan Anda ditutup dengan jahitan yang tidak menyatu dengan kulit, Anda harus rutin memeriksakannya ke dokter. Dengan begitu, jahitan dapat segera dibuka dan bekas luka akan sembuh secepatnya.

Sebaliknya, jika ada merasa yang tidak beres dengan jahitan, bahkan disertai dengan muncul gejala tertentu pada tubuh, segera periksakan ke dokter.

Apabila sayatan bekas operasi caesar berwarna merah, bengkak, atau mengeluarkan cairan, jangan ragu untuk memeriksakannya. Terlebih jika kondisi ini disertai dengan demam tinggi dan muncul rasa sakit pada daerah sekitar sayatan bekas operasi caesar.

Apakah luka bekas operasi caesar akan hilang nantinya?

bekas operasi caesar

Seiring berjalannya waktu, bekas luka operasi caesar yang sudah sembuh biasanya sudah tidak terlalu kentara. Awalnya, bekas luka operasi caesar ini mungkin tampak berwarna merah, merah keunguan, atau merah muda, selama beberapa bulan.

Namun lama kelamaan, biasanya bekas operasi caesar tersebut mulai memudar hingga berwarna pucat, datar, dan tipis. Setidaknya butuh waktu sekitar 6 bulan atau lebih, sampai akhirnya bekas luka operasi caesar tersebut tampak lebih baik.

Dalam beberapa kasus, ada wanita yang memiliki bekas luka operasi caesar dengan ukuran cukup besar dan tebal.

Kondisi ini dikenal dengan nama keloid, yang muncul karena adanya reaksi berlebih terhadap proses penyembuhan. Alhasil, bekas luka yang seharusnya sembuh malah terlihat seperti tumbuh dan menonjol.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
bayi terinfeksi COVID-19

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020