home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Mitos Populer Tentang Melahirkan Caesar yang Perlu Dibongkar Kebenarannya

5 Mitos Populer Tentang Melahirkan Caesar yang Perlu Dibongkar Kebenarannya

Tak masalah melahirkan si kecil lewat operasi caesar. Namun, masih banyak saja mitos yang dipercayai tentang melahirkan caesar yang membuat para calon ibu bingung dan juga takut. Berikut mitos dan fakta seputar operasi caesar yang sering Anda dengar.

Apa saja mitos seputar melahirkan caesar?

Mitos 1: Setelah melahirkan caesar, tidak akan bisa melahirkan normal

mitos persalinan

Fakta: Setelah menjalani operasi caesar tidak akan menghalangi Anda untuk mencoba melahirkan normal. Jika Anda ingin melahirkan melalui vagina setelah operasi caesar, Anda akan menjalani percobaan atau persalinan setelah bedah caesar atau disebut dengan TOLAC (Trial or Labour After Caesarean).

Uji coba ini akan menentukan apakah Anda aman untuk melahirkan secara normal. Biasanya hasilnya akan positif bagi kebanyakan wanita. Menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists, sekitar 60-80 persen wanita yang menjalani TOLAC berhasil melahirkan melalui vagina.

Secara keseluruhan, operasi caesar sebelumnya akan berdampak kecil pada rencana persalinan normal Anda di ke depannya.

Mitos 2: Masa pemulihan melahirkan caesar dan normal kurang lebih sama

Sindrom Costello

Fakta: Setelah melahirkan caesar biasanya boleh pulang antara tiga hingga lima hari setelah prosedur. Masa pemulihannya sendiri bisa mencapai empat minggu.

Sementara jika Anda menjalani persalinan normal, Anda bisa pulang ke rumah setelah satu atau dua hari dan membutuhkan waktu pemulihan sekitar satu hingga dua minggu.

Anda juga perlu menghindari olahraga berat, mengangkat benda berat, dan berhubungan seksual sementara waktu.

Mitos 3: Ada batasan berapa kali melahirkan caesar

antibiotik saat melahirkan

Fakta: Tidak ada jumlah batasan untuk menjalani operasai caesar yang aman. Anda mungkin menjalani beberapa operasi caesar atau Anda bisa hanya sekali. Hal ini tergantung pada masing-masing kondisi kehamilan.

Namun, tetap saja akan ada risiko untuk setiap prosedur yang Anda jalani. Ini termasuk bekas luka uterus, cedera kandung kemih dan usus, perdarahan, dan komplikasi dengan plasenta. Karenanya, risiko akan semakin meningkat ketika Anda ingin menambah lebih banyak jumlah anak.

Mitos 4: Anda tidak akan merasakan apa pun selama melahirkan caesar

risiko epidural

Dengan obat bius, rasa sakit bukanlah sensasi yang normal untuk dialami selama operasi caesar, tetapi Anda mungkin masih merasakan tekanan. Bagaimanapun, ada bayi yang keluar dari perut Anda. Mual dan muntah baik sebelum atau sesudah operasi caesar juga cukup normal.

Menurut Cochrane Pregnancy and Childbirth Group, gejala-gejala tersebut mungkin disebabkan oleh tekanan darah rendah wanita atau obat-obatan yang diberikan selama operasi caesar.

Mitos 5: Melahirkan caesar tidak memungkinkan kontak kulit ke kulit dengan bayi

pembekuan darah setelah melahirkan

Fakta: Setelah bayi lahir, ibu dianjurkan untuk memberikan kontak kulit ke kulit dengan si kecil. Badan ibu akan mengatur suhu tubuh bayi yang baru lahir.

Setelah melahirkan caesar, beberapa bagian tubuh menjadi sangat sensitif bagi ibu. Namun, ini bukan berarti kontak kulit dengan kulit tidak mungkin. Ini hanya masalah menemukan posisi yang tepat yang nyaman bagi ibu untuk memiliki kontak kulit dengan kulit bayi. Saat mempersiapkan operasi caesar, Anda bisa mendiskusikan dengan bidan atau dokter semua kemungkinan cara memulai kontak kulit ke kulit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

7 C-Section Myths Pregnant Women Should Know https://www.rd.com/health/healthcare/c-section-myths/ diakses 26 September 2018.

Biggest Myths (& Facts) About C-Section Delivery which every pregnant woman should know https://www.babydestination.com/myths-facts-c-section-delivery diakses 26 September 2018.

Myths (And Facts) About C-Section https://www.health.com/health/article/0,,20412016,00.html diakses 26 September 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Tanggal diperbarui 08/10/2018
x