Ini Pertimbangan Waktu yang Tepat untuk Hamil Lagi Setelah Caesar

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 27/04/2021

    Ini Pertimbangan Waktu yang Tepat untuk Hamil Lagi Setelah Caesar

    Tidak jarang ibu setelah melahirkan caesar, mempertanyakan kapan hamil lagi setelah caesar. Mengingat operasi caesar memerlukan waktu pemulihan yang lebih lama jika dibandingkan persalinan normal. Jadi, kapan sebenarnya diperbolehkan hamil lagi setelah melahirkan caesar? Apakah ada risiko kesehatan yang mungkin terjadi? Semuanya akan dijawab dalam ulasan berikut ini.

    Kapan boleh hamil lagi setelah caesar?

    Pada dasarnya, melahirkan lewat caesar sama baiknya dengan persalinan normal selama alasan medis yang mendasarinya jelas.

    Merencanakan caesar tidak merugikan ibu dan bayi untuk jangka pendek maupun jangka panjang apabila dipersiapkan secara matang.

    Peluang Anda untuk bisa hamil lagi setelah caesar pun masih terbuka lebar, asalkan sesuai dengan jarak waktu yang disarankan.

    Dilansir dari laman Baby Center, sebaiknya Anda tunda dulu keinginan untuk hamil, hingga sekitar 18-24 bulan setelah melahirkan caesar.

    Ini bertujuan untuk menghindari risiko komplikasi seperti keguguran atau melahirkan bayi dengan berat badan rendah.

    Hal ini diperkuat oleh sebuah penelitian yang menunjukkan, wanita yang hamil kurang dari enam bulan setelah melahirkan caesar, memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi.

    Pasalnya, wanita yang melahirkan caesar berisiko kehilangan darah dua kali lebih banyak daripada wanita yang melakukan proses persalinan normal.

    Terlebih, proses pemulihan setelah operasi caesar dapat berlangsung lebih lama daripada melahirkan normal — setidaknya dua bulan.

    Selama waktu pemulihan ini pula, Anda harus mengisi ulang nutrisi yang diperlukan tubuh agar bisa fit kembali, serta merawat bekas jahitan operasi sampai benar-benar sembuh.

    Bekas jahitan caesar bisa terinfeksi jika tidak dirawat dengan baik. Anda mungkin harus membatasi aktivitas fisik Anda selama beberapa minggu ke depan untuk mendukung penyembuhannya.

    Tidak hanya itu, usai melahirkan Anda juga membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk menyesuaikan diri sebagai orangtua serta mengoptimalkan perkembangan si kecil di awal kehidupannya.

    Semua hal ini ikut memengaruhi kapan waktu terbaik untuk hamil lagi setelah caesar.

    Apa risiko jika hamil lagi setelah caesar dalam waktu singkat?

    Anda tentu boleh hamil setelah menjalani operasi caesar. Namun, seperti yang telah disampaikan sebelumnya, lebih baik Anda memberi jarak waktu yang sesuai jika ingin hamil lagi.

    Pasalnya, terdapat risiko kesehatan jika hamil lagi setelah caesar dalam kurun waktu singkat, yaitu sebagai berikut.

    1. Plasenta previa

    Salah satu kondisi yang mungkin terjadi saat Anda hamil lagi setelah caesar adalah plasenta previa. Kondisi ini terjadi saat plasenta menutupi sebagian atau seluruh dinding rahim bagian bawah. Hal ini dapat menghalangi jalan lahir bayi.

    Plasenta sendiri adalah organ yang terbentuk di dalam rahim selama kehamilan. Fungsinya, untuk memberikan asupan oksigen dan nutrisi untuk janin dalam kandungan.

    Sebenarnya, plasenta adalah organ yang normal berada di dalam rahim. Pasalnya, saat proses melahirkan, bayi akan keluar melalui leher rahim yang terbuka.

    Akan tetapi, Anda mengalami placenta previa, plasenta yang berada pada dinding rahim bagian bawah akan melebar, menutup atau menghalangi leher rahim.

    Saat itu, leher rahim akan mengecil namun terbuka saat proses melahirkan. Hal tersebut dapat menyebabkan plasenta mengalami perdarahan.

    Maka itu, Anda disarankan tidak segera hamil setelah operasi caesar dalam waktu singkat. Jika sudah demikian, kemungkinan Anda harus melahirkan dengan metode operasi caesar kembali.

    2. Abrupsio plasenta

    Anda juga bisa mengalami abrupsio plasenta jika Anda terlalu cepat hamil setelah operasi caesar. Mengapa? Pada dasarnya plasenta adalah organ yang menghubungkan bayi yang belum lahir dengan rahim sang ibu.

    Adanya plasenta dapat membantu bayi mendapatkan nutrisi, darah, dan oksigen yang dibutuhkannya dari sang ibu.

    Namun, abrupsio plasenta ini terjadi saat plasenta memisahkan diri dari dinding rahim bagian dalam sebelum bayi lahir. Padahal, plasenta ini adalah salah satu organ yang dapat membantu bayi.

    Kondisi ini bisa menyebabkan masalah yang serius jika plasenta ini benar-benar melepaskan dirinya dari dinding rahim.

    Pasalnya, jika tidak ada plasenta, bayi akan kekurangan nutrisi dan oksigen. Bahkan, sebagian besar bayi yang lahir dalam kondisi tersebut biasanya berukuran lebih kecil dibanding rata-rata, dan hal ini bisa berakibat fatal pada pertumbuhannya.

    Oleh karenanya, tidak disarankan untuk segera hamil setelah menjalani operasi caesar.

    3. Ruptur uteri

    Jika Anda ingin segera hamil lagi setelah operasi caesar, akan lebih baik jika Anda mempertimbangkan lagi hal tersebut. Pasalnya, hamil lagi setelah caesar bisa menyebabkan Anda mengalami ruptur uteri saat melahirkan nanti.

    Ruptur uteri adalah suatu kondisi yang tergolong jarang terjadi. Namun, kondisi ini bisa dibilang cukup serius. Biasanya, ruptur uteri muncul pada proses melahirkan secara normal.

    Kondisi ini menyebabkan rahim Anda sobek dan bayi justru masuk ke dalam abdomen.

    Tentu kondisi ini cukup berbahaya karena menyebabkan perdarahan pada ibu dan dapat membuat bayi di dalam kandungan sesak napas.

    Kondisi ini sering kali dialami oleh wanita yang memiliki luka pada rahim dari operasi caesar yang sebelumnya pernah dijalaninya.

    Oleh karena itu, selain jangan terlalu terburu-buru untuk segera hamil setelah operasi caesar. Kemungkinan dokter juga tidak menyarankan untuk menjalani kelahiran secara normal setelahnya.

    Meski masih mungkin dilakukan, tapi risiko Anda menjalani proses persalinan tentu lebih besar.

    Untuk menghindari risiko-risiko ini, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter kandungan untuk cari tahu kapan waktu terbaik untuk Anda bisa memulai program hamil setelah operasi caesar.

    Mencegah segera hamil lagi setelah caesar

    Anda memang tidak dilarang untuk hamil lagi setelah menjalani operasi caesar. Akan tetapi, lebih baik jika Anda bisa mencegah kehamilan yang terlalu dekat dengan waktu Anda melahirkan sebelumnya.

    Maka itu, Anda bisa mencoba berbagai cara agar untuk mencegah kehamilan yang terlalu cepat, seperti berikut:

    1. Tunggu setidaknya 18 bulan

    Jangan terlalu terburu-buru untuk hamil setelah operasi caesar. Akan lebih baik jika Anda menunggu setidaknya selama 18 bulan untuk memulai program hamil setelah melahirkan dengan metode caesar.

    Beri tubuh Anda waktu untuk pulih kembali dari kehamilan sebelumnya, baru Anda bisa memulai program hamil kembali setelah operasi caesar.

    2. Gunakan alat kontrasepsi

    Anda bisa menggunakan alat kontrasepsi agar tidak segera hamil lagi setelah operasi caesar. Pilih alat kontrasepsi yang aman dan sesuai untuk Anda.

    Alat kontrasepsi ini bisa membantu Anda untuk menghindari terjadinya kehamilan setelah operasi caesar.

    Ada banyak pilihan alat kontrasepsi yang bisa Anda gunakan untuk mencegah kehamilan. Mulai dari alat kontrasepsi seperti kondom, pil hormon, KB suntik, KB spiral, dan masih banyak lagi.

    Cara yang perlu dilakukan saat mencoba hamil lagi setelah caesar

    Apabila dokter sudah memberikan Anda lampu hijau untuk mulai program kehamilan setelah caesar, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut ini guna mempercepat usaha Anda:

    • Usahakan selalu makan makanan yang sehat, olahraga secara teratur, hindari stres, tidak merokok, dan hindari minum alkohol.
    • Kenali siklus menstruasi Anda untuk mengetahui masa subur agar memaksimalkan peluang hamil. (Untuk mengetahui kapan masa subur Anda, cek di Kalkulator Masa Subur Hello Sehat)
    • Nikmati seks yang Anda dan pasangan lakukan. Hindari untuk terlalu memikirkan tentang kehamilan dan kendalikan diri Anda dengan pikiran yang positif jika Anda sedang berusaha hamil lagi setelah caesar.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 27/04/2021

    Iklan

    Apakah artikel ini membantu?

    Iklan
    Iklan