home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Olahraga Seperti Apa yang Bisa Meningkatkan Kesuburan Pria?

Olahraga Seperti Apa yang Bisa Meningkatkan Kesuburan Pria?

Tak semua orang yang sulit punya anak itu mandul. Jika Anda disebut tidak subur atau infertil, ini artinya Anda belum mampu menghasilkan keturunan setelah satu tahun berhubungan seks tanpa pengaman. Hal ini dialami oleh sekitar satu dari delapan pasangan. Saat ini infertilitas telah dikategorikan dalam suatu penyakit oleh World Health Organization (WHO), American Society for Reproductive Medicine (ASRM) dan the American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

Apa penyebab seorang pria menjadi tidak subur?

Sekitar 90 persen infertilitas pada pria disebabkan oleh rendahnya jumlah sperma atau rendahnya kualitas sperma, sementara 10 persen sisanya disebabkan oleh kelainan struktural, ketidakseimbangan hormon, genetik, dan hal lainnya. Meski banyak penelitian memusatkan perhatian pada pentingnya seorang wanita untuk menjaga tubuhnya agar dapat mengandung, beberapa penelitian juga memusatkan perhatian mengenai pentingnya bagi pria untuk menjaga kondisi tubuh mereka agart tetap subur.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma pada pria yang tadinya kurang beraktivitas,

Olahraga mempengaruhi kualitas sperma

Dalam sebuah penelitian, para ilmuwan mempelajari pengaruh empat jenis olahraga terhadap kualitas sperma pada 261 pria selama 6 bulan. Para peserta dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu kelompok yang tidak berolahraga, kelompok yang berolahraga berat tiga kali seminggu dengan treadmill, kelompok yang berolahraga dengan intensitas sedang tiga kali seminggu selama 30 menit dengan treandmill, dan kelompok yang berolahraga dengan intensitas berat tiga kali seminggu selama 1 jam tanpa putus dengan treadmill.

Para peneliti mengambil sampel sperma mereka sebelum, selama, dan sesudah masa 6 bulan penelitian untuk menilai pergerakan sperma, jumlah, ukuran, bentuk, volume, dan penanda inflamasi yang terkandung di dalamnya.

Hasilnya, setelah 24 minggu, kelompok yang berolahraga dengan intensitas sedanglah yang memiliki perkembangan paling baik, walau dua kelompok lain yang berolahraga juga mengalami perbaikan dibandingkan dengan kelompok yang tidak berolahraga. Akan tetapi, perbaikan ini akan kembali ke angka semula jika para pria tersebut berhenti berolahraga selama satu minggu.

Olahraga seperti apa yang lebih baik untuk membuat pria lebih subur?

Para peneliti beranggapan walau penurunan berat badan selama enam bulan berolahraga menjadi salah satu faktor yang mendukung perbaikan sperma, para pria yang melakukan olahraga dengan intensitas sedang lebih mengalami hasil yang memuaskan. Hal ini disebabkan karena pada latihan dengan intensitas sedang, seseorang terhindar dari peradangan dan stress oksidatif yang berat.

Para peneliti menyatakan bahwa paparan terhadap gelombang elektromagnetik, panas, nutrisi yang kurang, obesitas, obat-obatan, alkohol, dan bersepeda dapat menurunkan kualitas sperma, dan memperbaiki faktor-faktor ini berarti memperbaiki kualitas sperma pula.

Penelitian lain yang melibatkan 31 pria, 16 diantaranya aktif berolahraga (namun tidak bersepeda) sedangkan 15 sisanya tidak aktif berolahraga dilakukan. Seluruh pria tersebut menjalani pemeriksaan sperma, dan hasilnya menunjukkan bahwa pria yang rutin berolahraga memiliki konsentrasi sperma yang lebih tinggi dan volume semen yang lebih banyak.

Dalam penelitian yang lebih lama, peneliti yang sama mendapati bahwa pria yang menjalani olahraga berat justru mengalami penurunan kualitas sperma, namun pria yang berolahraga dengan intensitas sedang mengalami perbaikan kualitas sperma.

Kesimpulan

Walau penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi solusi yang sederhana, murah, dan efektif dalam meningkatkan kualitas sperma, namun perlu diingat bahwa infertilitas bukanlah hal yang sederhana. Seseorang tidak mengalami infertilitas hanya berdasarkan jumlah spermanya, oleh karena itu, bisa saja perubahan gaya hidup tidak menjadi satu-satunya pemecahan masalah.

Selain itu, jika Anda ingin menjadikan olahraga sebagai salah satu metode untuk memperbaiki kualitas sperma, Anda tentu harus mempertimbangkan durasi, intensitas, dan jenis olahraga yang Anda lakukan. Ingatlah, berolahraga dengan intensitas sedang lebih menguntungkan dibandingkan olahraga berat.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Almeranda A. 2016. This Specific Type Of Exercise Improves Men’s Fertility. http://www.huffingtonpost.com/entry/exercise-improve-sperm-quality_us_58476015e4b0d0df1836f796 [diakses pada 06 Januari 2017]

Jamshed O. 2016. Just 6 months of frequent exercise improves men’s sperm quality. https://www.eurekalert.org/pub_releases/2016-12/bl-jsm120216.php [diakses pada 06 Januari 2017]

Mercola. 2016. Exercise May Improve Male Fertility. http://fitness.mercola.com/sites/fitness/archive/2016/12/23/exercise-improve-male-fertility.aspx [diakses pada 06 Januari 2017]

Abrams L. 2012. Study: Exercise May Improve Sperm Quality. http://www.theatlantic.com/health/archive/2012/11/study-exercise-may-improve-sperm-quality/264371/ [diakses pada 06 Januari 2017]

Foto Penulis
Ditulis oleh Priscila Stevanni pada 02/02/2017
x