home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Hal yang Terbukti Dapat Merusak Sperma

5 Hal yang Terbukti Dapat Merusak Sperma

Ada banyak hal yang menyebabkan pasangan sulit hamil terkait sperma suami, di antaranya kualitas sperma yang rendah. Dalam 1 dari 10 pasangan yang tidak subur, diperkirakan bahwa sebanyak 30% faktor penyebabnya adalah karena sperma. Selain faktor bawaan, ada kemungkinan ini disebabkan oleh hal-hal yang merusak sperma.

Meskipun pria menghasilkan jutaan sperma per harinya (dibandingkan dengan perempuan yang melepaskan sel telur sejumlah 300-400 selama hidup mereka), faktor eksternal seperti suhu dapat sangat mempengaruhi kesehatan sperma. Dan karena sel sperma membutuhkan waktu sekitar 75 hari untuk tumbuh menjadi dewasa, kualitas sperma yang buruk dapat mempengaruhi kesuburan Anda.

Ini adalah 10 faktor mengejutkan yang dapat menurunkan kualitas sperma:

1. Panas berlebih

Testis manusia tidak dapat berfungsi dengan baik kecuali suhunya lebih dingin daripada bagian tubuh yang lain. Untungnya, anatomi laki-laki dirancang untuk menciptakan jarak antara testis dan suhu inti tubuh. Jika suhu testis naik hingga menjadi 37˚C, produksi sperma terganggu. Beberapa situasi sehari-hari yang memungkinkan testis Anda terpapar panas berlebih adalah saat berendam air panas, bekerja dengan laptop di pangkuan Anda, menggunakan celana yang ketat, atau duduk terlalu lama di tempat yang panas misalnya saat menyetir bis atau truk.

2. Varikokel

Hampir 15% pria memiliki varikokel, alias pembuluh darah yang membesar di skrotum, biasanya terletak di sebelah kiri testis. Saat seorang pria memiliki jumlah sperma yang rendah, para dokter mungkin akan merekomendasikan perbaikan varises, yaitu sebuah prosedur yang memperbaiki pembuluh darah yang membesar di skrotum dengan pembedahan atau melalui embolisasi perkutan (prosedur non-bedah menggunakan kateter).

Meskipun tidak terlihat jelas, varikokel dapat mengganggu produksi sperma dengan mengganggu aliran darah, membuat skrotum panas, atau menyebabkan darah kembali ke pembuluh darah yang memasok testis. Meskipun ada sedikit bukti bahwa kesuburan membaik setelah embolisasi varises, beberapa dokter percaya operasi ini dapat meningkatkan kualitas sperma.

3. Kegemukan

Kelebihan berat badan bukan hanya mengganggu kesuburan wanita, tapi juga bisa mengurangi jumlah sperma dan menyebabkan disfungsi seksual pada pria. Menurut sebuah penelitian tahun 2009 oleh WHO, pria yang awalnya subur namun kemudian mengalami kegemukan ternyata fungsi testisnya menurun drastis dan jumlah sperma menjadi lebih rendah secara signifikan.

Namun, walaupun kegemukan dapat mengurangi jumlah sperma, ini tidak akan membuat pria mandul kecuali ia menderita obesitas alias kelebihan berat badan esktrem.

4. Alkohol, narkoba, dan rokok

Tembakau, alkohol, dan ganja dapat merusak fungsi seksual. Penyalahgunaan alkohol mempengaruhi kualitas dan produksi sperma secara negatif, sementara merokok mengganggu motilitas/pergerakan sperma.

Selain memperlambat keluarnya sperma, penelitian lain menunjukkan bahwa merokok dapat merusak DNA sperma dan meningkatkan risiko impotensi. Ganja juga tidak baik karena telah terbukti mengurangi jumlah sperma, fungsi sperma, dan kesuburan pria secara keseluruhan.

5. Masalah lain yang mempengaruhi sperma

Beberapa kondisi fisik dan psikologis juga dapat mempengaruhi sperma secara negatif, termasuk:

  • Stres emosional. Stres dapat mengganggu hormon-hormon yang memengaruhi kesuburan.
  • Kelainan genetik. Kelainan kromosom dapat menyebabkan penurunan atau terhentinya produksi sperma. Contohnya, salah satu bentuk kista fibrosis dapat menyebabkan vas deferens tidak terbentuk.
  • Faktor yang merugikan lainnya. Antibodi antisperma, ketidakseimbangan hormonal, kanker testis, buah zakar yang tidak turun, dan masalah seksual juga dapat mempengaruhi sperma.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

(http://www.health.com/health/gallery/0,,20344474_last,00.html)

http://www.everydayhealth.com/mens-health/sperm-damage-a-leading-cause-of-male-infertility.aspx

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-sperm-count/basics/causes/con-20033441

Your sperm health

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fajar Fadhillah
Tanggal diperbarui 09/02/2017
x