home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Waspadai Binge Watching, Kecanduan Nonton yang Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

Waspadai Binge Watching, Kecanduan Nonton yang Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

Anda pecinta film atau series, punya waktu luang untuk menonton di sela-sela kesibukan adalah sebuah anugerah, bukan? Ya, kegiatan ini bisa jadi pelepas stres yang cukup ampuh. Akan tetapi, jika Anda perlu-perlu hati-hati. Kebiasaan menyenangkan ini ternyata bisa jadi bumerang karena menyebabkan binge watching. Nah, apa itu binge watching? Penasaran? Mari simak ulasannya berikut ini.

Apa itu binge watching?

Secara bahasa, arti “binge” adalah kegiatan yang dilakukan secara berlebihan dan “watching” adalah menonton. Jadi, bisa Anda simpulkan jika binge watching adalah kecanduan menonton hingga Anda lupa waktu, bahkan mengabaikan aktivitas harian yang biasanya Anda lakukan.

Meski kelihatannya sepele, ternyata kasus kecanduan menonton ini sangatlah umum terjadi. Bahkan, bisa jadi Anda salah satunya, namun Anda tidak menyadarinya.

Berdasarkan Northwestern Medicine, survey menunjukkan bahwa sebanyak 361.000 orang Amerika menghabiskan 9 episode series “Stranger Things Season 2” di hari pertama perilisan.

Coba ingat-ingat kembali, apakah Anda pernah menonton beberapa film atau nonton maraton series kesayangan Anda hingga tamat dalam satu hari hingga begadang semalaman? Jika iya, itu tanda bahwa Anda mengalami kecanduan menonton (binge watching).

Lantas, tahukah Anda apa penyebab seseorang bisa betah duduk manis menghabiskan banyak episode series seharian? Jawabannya, adalah karena menonton sesuatu yang Anda sukai memiliki efek candu sama halnya seperti narkoba.

Begini, saat Anda menonton acara yang disukai, otak akan menghasilkan dopamin, yakni zat kimia yang mendorong perasaan senang, gembira, dan bahagia. Pelepasan dopamin membantu kita merasa lebih baik, dan itu menghasilkan “high” yang mirip dengan yang dipicu oleh obat-obatan.

Setelahnya, otak Anda membutuhkan asupan “aktivitas yang menyenangkan” ini lagi dan lagi agar Anda merasa lebih baik. Nah, dari sinilah Anda akan terpacu dan selalu bersemangat menonton beribu episode film atau series sehingga berakhir dengan binge watching.

Dampak buruk binge watching bagi kesehatan

Psikologis karakter fiksi
Sumber: The Horror Movie Blogs

Menonton berlebihan menipu otak Anda, dengan menganggapnya sebagai aktivitas yang bermanfaat sehingga Anda ingin terus menonton tanpa ingat waktu. Ingat, sesuatu yang berlebihan tentu akan memberikan dampak buruk, termasuk kecanduan menonton ini.

Berikut ini adalah beberapa dampak buruk yang bisa terjadi jika Anda tidak menghentikan kebiasaan binge watching.

1. Terisolasi dari lingkungan dan menurunkan fungsi otak

Menonton bisa memberikan kelegaan pada Anda dari stres sehari-hari. Mulai dari stres pekerjaan, tugas-tugas sekolah, atau kelelahan dalam mengasuh si kecil.

Meski demikian, Anda yang sudah kecanduan nonton akan mengisolasi diri dari lingkungan. Anda mungkin lebih memilih mengetahui kelanjutan kisah jagoan Anda, ketimbang pergi ke luar rumah.

Anda tetap tidak bisa membagi fokus, meski saat ini sudah banyak aplikasi streaming yang bisa Anda nikmati kapan saja dan di mana saja. Akhirnya, sekali pun Anda pergi bertemu teman, dan Anda kembali menonton, Anda tidak bisa menjalin komunikasi dan interaksi yang sehat dengan teman-teman Anda.

Studi tahun 2016 pada jurnal JAMA Psychiatry menunjukkan bahwa kebiasaan menonton selama 3 jam setiap hari dapat menyebabkan penurunan kognitif otak, terutama dalam kebahasaan dan daya ingat.

Fancourt, salah satu anggota penelitian mengungkapkan alasan menonton dapat menurunkan fungsi otak. Saat menonton, otak menerima berbagai perubahan gambar, suara, tindakan secara cepat dan menerima informasi secara pasif.

Kegiatan menonton juga tidak membuat seseorang berinteraksi dengan apa yang dilihatnya, beda ketika memainkan video game. Hal tersebut membuat otak jadi lebih waspada tapi kurang fokus, sehingga mungkin memicu penurunan daya ingat dan perbendaharaan kosakata.

2. Kualitas tidur memburuk dan peningkatan berbagai risiko penyakit

Jika sudah binge watching, Anda bisa mengorbankan waktu tidur hanya untuk mengetahui kelanjutan kisah tokoh-tokoh dalam film yang sedang Anda tonton. Anda baru bisa tidur dini hari atau lebih parahnya begadang. Keesokannya, Anda akan merasakan pusing dan kelelahan.

Dalam jangka panjang, efek buruk dari kecanduan menonton tidak hanya itu saja. Anda dapat mengalami peningkatan beberapa risiko penyakit, di antaranya:

  • Depresi atau gangguan kecemasan. Orang yang kecanduan menonton menderita gangguan kecemasan dan depresi karena terisolasi dari lingkungan.
  • Nyeri atau kelainan pada tulang punggung. Postur tubuh yang buruk dapat menyebabkan nyeri punggung, dalam jangka panjang juga bisa meningkatkan risiko kelainan pada tulang belakang.
  • Obesitas, penyakit jantung, dan stroke. Kecanduan menonton bisa membuat Anda jadi mager alias malas gerak. Di samping itu, kebiasaan ini juga sering kali didampingi ngemil makanan yang tidak sehat. Pada akhirnya, bisa menyebabkan obesitas (kegemukan), penyakit jantung, maupun stroke.

Lantas, bagaimana cara mencegah atau mengatasi binge watching?

manfaat menonton tv

Seorang ahli menyatakan bahwa penting memerhatikan pola dan kebiasaan. “Perilaku dan pikiran kita, bila diulangi dari waktu ke waktu, dapat menjadi pola dan kebiasaan yang sulit dihancurkan atau diubah,” ujar Danesh A. Alam, MD, psikiater dari Northwestern Medicine Behavioral Health Services.

Ya, berdasarkan perkatan psikolog ini, bisa Anda simpulkan bahwa menghentikan binge watching bukan tugas yang mudah. Namun jangan khawatir, karena Anda bisa mengikuti beberapa tips berikut ini untuk mengatasi sekaligus mencegah kecanduan menonton.

  • Buat batasan waktu menonton. Anda bisa menentukan durasi nonton per harinya seberapa lama. Sebagai contoh, jika Anda meluangkan waktu 3 jam untuk menonton dalam satu hari, jangan lupa buat jadwal nonton sekaligus durasi per sesi.
  • Pakai timer saat nonton. Anda bisa menonton sesuai dengan rencana yang dibuat, jangan lupa pasang timer. Dengan ini, Anda akan mendapatkan pengingat bahwa waktu menonton sudah habis dan Anda harus beranjak melakukan aktivitas lain.
  • Isi waktu luang dengan kegiatan lain. Jika Anda punya waktu luang yang banyak, jangan gunakan semuanya untuk menonton. Cobalah isi dengan aktivitas lain, seperti jalan-jalan ke luar rumah, membersihkan kamar, membaca, atau bertemu teman.
  • Minta bantuan. Jika cara di atas tidak cukup ampuh mengatasi binge watching, jangan ragu untuk konsultasi pada psikolog. Jangan remehkan kondisi ini karena bentuk kecanduan apa pun, berdampak buruk bagi kesehatan dan termasuk dalam gangguan mental.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Umesh, S., & Bose, S. (2019). Binge-Watching: A Matter of Concern?Indian Journal Of Psychological Medicine41(2), 182-184. doi: 10.4103/ijpsym.ijpsym_279_18 [Accessed on February 4th, 2021]

The dangers of binge-watching. (2020, March 16). Pegasus Magazine. https://www.ucf.edu/pegasus/the-dangers-of-binge-watching/ [Accessed on February 4th, 2021]

Exelmans L, Van den Bulck J. Binge viewing, sleep, and the role of pre-sleep arousalJ Clin Sleep Med. 2017;13(8):1001–1008. [Accessed on February 4th, 2021]

Hoang, T., Reis, J., Zhu, N., Jacobs, D., Launer, L., & Whitmer, R. et al. (2016). Effect of Early Adult Patterns of Physical Activity and Television Viewing on Midlife Cognitive FunctionJAMA Psychiatry73(1), 73. doi: 10.1001/jamapsychiatry.2015.2468 [Accessed on February 4th, 2021]

Medicine, N. (2018, November 19). Binge watching: Three ways TV affects your health. Northwestern Medicine. https://www.nm.org/healthbeat/healthy-tips/emotional-health/binge-watching [Accessed on February 4th, 2021]

Fancourt, D., Steptoe, A. Television viewing and cognitive decline in older age: findings from the English Longitudinal Study of Ageing. Sci Rep 9, 2851 (2019). https://doi.org/10.1038/s41598-019-39354-4 [Accessed on February 4th, 2021]

 

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 05/02/2021
x