home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Boxer Vs. Celana Dalam, Mana yang Lebih Sehat Buat Sperma?

Boxer Vs. Celana Dalam, Mana yang Lebih Sehat Buat Sperma?

Memilih pakaian dalam sama pentingnya seperti memilih pakaian luar. Jangan hanya mengutamakan kenyamanan saja, pertimbangkan juga efek dari penggunaan pakaian dalam tersebut. Salah satunya efek bagi kesehatan sperma. Di antara boxer dan celana dalam pria, mana yang memberikan pengaruh buruk pada kesehatan sperma? Cari tahu jawabannya pada ulasan di bawah ini.

Pilihan pakaian dalam memengaruhi kesehatan sperma

Pakaian dalam pria berfungsi untuk menghindari pakaian luar dari keringat, urine, dan kotoran lainnya. Setiap pria mungkin punya kesukaannya masing-masing, baik itu celana boxer atau celana dalam biasa.

Namun, penelitian baru-baru ini jadi pertimbangan bagi pria dalam memilih mana yang lebih baik digunakan, antara celana dalam dengan boxer.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Harvard University memeriksa sampel 700 pria usia rata-rata 35 tahun dari tahun 2000 hingga 2017.

Hasilnya menunjukkan pria yang menggunakan pakaian lebih longgar memiliki konsentrasi sperma 17-25 persen lebih tinggi dibandingkan pria yang menggunakan celana dalam yang ketat.

Sayangnya, penelitian ini belum dianggap cukup karena perbedaan berat badan dan usia pada setiap pria. Pasalnya, usia turut memengaruhi kualitas dan kesehatan sperma seseorang.

sperma mati

Walaupun begitu, banyak ahli sepakat bahwa pakaian dalam yang tidak tepat bisa jadi penyebab potensial menurunnya kualitas sperma. Celana dalam dianggap lebih ketat sehingga menciptakan hawa panas di sekitar organ intim pria.

“Peningkatan suhu skrotum tidak baik untuk sperma,” ujar Dr. Tomer Singer, asisten dosen di Hofstra School of Medicine sekaligus ketua endokrinologi di Manhattan Hospital.

Bukan hanya pilihan pakaian dalam saja yang harus Anda perhatikan. Anda juga perlu menentukan bahan pakaian dalam yang nyaman digunakan, jangan sampai bahannya membuat kulit sekitar organ intim lecet saat beraktivitas.

Selain itu, perhatikan juga cara Anda mencuci pakaian dalam dan masa berlaku penggunaan pakaian dalam. Jika sudah tidak nyaman dipakai, sebaiknya ganti dengan celana dalam yang baru.

Berbagai hal yang mengacaukan kualitas sperma

efek alkohol pada gejala diabetes

Sperma adalah sel penting untuk reproduksi, gunanya yaitu membuahi sel telur wanita. Bagi pasangan yang ingin memiliki keturunan, keberhasilan pembuahan akan didapat dari sel telur dan sperma yang sehat.

Kesehatan sel sperma ditandai dengan banyaknya jumlah sperma dan kecepatan sperma untuk bergerak.

Selain pilihan pakaian dalam, gaya hidup bisa memengaruhi kualitas sperma, seperti:

1. Sering minum alkohol

Alkohol bukan hanya musuh bagi hati (liver), tapi juga bagi sperma Anda. Terlalu banyak minum alkohol bisa merusak hati, sehingga hati tidak dapat mengeluarka racun dari tubuh.

Racun yang tidak dikeluarkan ini bisa memengaruhi kadar testosteron dan mengurangi jumlah sel sperma sehat.

2. Suka merokok

Rokok adalah racun bagi semua organ tubuh Anda. Bukan hanya jantung atau paru-paru, tapi juga kualitas sperma Anda.

Zat kimia yang terkandung pada rokok, bisa menghambat aliran darah ke testikel. Akibatnya, produksi sperma bisa terhambat.

Rokok juga merusak DNA yang ada pada sperma sehingga bisa berpengaruh pada pembuahan janin.

3. Stres

Kurang tidur, bertengkar dengan pasangan, atau tekanan pekerjaan bisa menyebabkan stres dan meningkatkan hormon kortisol.

Menurunnya hormon ini bisa merusak mood dan menurunkan tingkat testosteron sehingga kualitas sperma jadi tidak sehat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

10 Everyday Behaviors That Are Lowering Your Sperm Count. https://www.mensjournal.com/health-fitness/10-everyday-behaviors-are-lowering-your-sperm-count/. Diakses pada 19 September 2018.

Boxers vs. Briefs: How Underwear Can Affect Sperm Health. https://www.healthline.com/health-news/boxers-vs-briefs-underwear-affects-sperm-health#1. Diakses pada 19 September 2018.

What Men Should Know About Underwear. https://www.everydayhealth.com/mens-health/what-men-should-know-about-underwear.aspx. Diakses pada 19 September 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 09/03/2021
x