Olahraga Seperti Apa yang Bisa Meningkatkan Kesuburan Pria?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tak semua orang yang sulit punya anak itu mandul. Jika Anda disebut tidak subur atau infertil, ini artinya Anda belum mampu menghasilkan keturunan setelah satu tahun berhubungan seks tanpa pengaman. Hal ini dialami oleh sekitar satu dari delapan pasangan. Saat ini infertilitas telah dikategorikan dalam suatu penyakit oleh World Health Organization (WHO), American Society for Reproductive Medicine (ASRM) dan the American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

Apa penyebab seorang pria menjadi tidak subur?

Sekitar 90 persen infertilitas pada pria disebabkan oleh rendahnya jumlah sperma atau rendahnya kualitas sperma, sementara 10 persen sisanya disebabkan oleh kelainan struktural, ketidakseimbangan hormon, genetik, dan hal lainnya. Meski banyak penelitian memusatkan perhatian pada pentingnya seorang wanita untuk menjaga tubuhnya agar dapat mengandung, beberapa penelitian juga memusatkan perhatian mengenai pentingnya bagi pria untuk menjaga kondisi tubuh mereka agart tetap subur.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma pada pria yang tadinya kurang beraktivitas,

Olahraga mempengaruhi kualitas sperma

Dalam sebuah penelitian, para ilmuwan mempelajari pengaruh empat jenis olahraga terhadap kualitas sperma pada 261 pria selama 6 bulan. Para peserta dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu kelompok yang tidak berolahraga, kelompok yang berolahraga berat tiga kali seminggu dengan treadmill, kelompok yang berolahraga dengan intensitas sedang tiga kali seminggu selama 30 menit dengan treandmill, dan kelompok yang berolahraga dengan intensitas berat tiga kali seminggu selama 1 jam tanpa putus dengan treadmill.

Para peneliti mengambil sampel sperma mereka sebelum, selama, dan sesudah masa 6 bulan penelitian untuk menilai pergerakan sperma, jumlah, ukuran, bentuk, volume, dan penanda inflamasi yang terkandung di dalamnya.

Hasilnya, setelah 24 minggu, kelompok yang berolahraga dengan intensitas sedanglah yang memiliki perkembangan paling baik, walau dua kelompok lain yang berolahraga juga mengalami perbaikan dibandingkan dengan kelompok yang tidak berolahraga. Akan tetapi, perbaikan ini akan kembali ke angka semula jika para pria tersebut berhenti berolahraga selama satu minggu.

Olahraga seperti apa yang lebih baik untuk membuat pria lebih subur?

Para peneliti beranggapan walau penurunan berat badan selama enam bulan berolahraga menjadi salah satu faktor yang mendukung perbaikan sperma, para pria yang melakukan olahraga dengan intensitas sedang lebih mengalami hasil yang memuaskan. Hal ini disebabkan karena pada latihan dengan intensitas sedang, seseorang terhindar dari peradangan dan stress oksidatif yang berat.

Para peneliti menyatakan bahwa paparan terhadap gelombang elektromagnetik, panas, nutrisi yang kurang, obesitas, obat-obatan, alkohol, dan bersepeda dapat menurunkan kualitas sperma, dan memperbaiki faktor-faktor ini berarti memperbaiki kualitas sperma pula.

Penelitian lain yang melibatkan 31 pria, 16 diantaranya aktif berolahraga (namun tidak bersepeda) sedangkan 15 sisanya tidak aktif berolahraga dilakukan. Seluruh pria tersebut menjalani pemeriksaan sperma, dan hasilnya menunjukkan bahwa pria yang rutin berolahraga memiliki konsentrasi sperma yang lebih tinggi dan volume semen yang lebih banyak.

Dalam penelitian yang lebih lama, peneliti yang sama mendapati bahwa pria yang menjalani olahraga berat justru mengalami penurunan kualitas sperma, namun pria yang berolahraga dengan intensitas sedang mengalami perbaikan kualitas sperma.

Kesimpulan

Walau penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi solusi yang sederhana, murah, dan efektif dalam meningkatkan kualitas sperma, namun perlu diingat bahwa infertilitas bukanlah hal yang sederhana. Seseorang tidak mengalami infertilitas hanya berdasarkan jumlah spermanya, oleh karena itu, bisa saja perubahan gaya hidup tidak menjadi satu-satunya pemecahan masalah.

Selain itu, jika Anda ingin menjadikan olahraga sebagai salah satu metode untuk memperbaiki kualitas sperma, Anda tentu harus mempertimbangkan durasi, intensitas, dan jenis olahraga yang Anda lakukan. Ingatlah, berolahraga dengan intensitas sedang lebih menguntungkan dibandingkan olahraga berat.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Saat sedang menjalani promil, Anda perlu tahu berbagai cara cepat hamil yang perlu dilakukan bersama pasangan. Berikut tipsnya untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Telat haid dan mual-mual adalah tanda-tanda hamil yang paling umum. Namun, tahukah Anda, mimisan dan sakit kepala juga termasuk ciri-ciri hamil muda?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

7 Olahraga untuk Membantu Menambah Tinggi Badan

Usia remaja belum terlambat untuk menambah tinggi badan lewat berbagai cara, terutama asupan nutrisi dan olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Olahraga Lainnya, Kebugaran 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
salah menggunakan test pack

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memakai Test Pack

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit