Remaja Pria Telat Puber, Berpengaruhkah Pada Kesuburannya Dewasa Nanti?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Masa puber laki-laki itu sebenarnya bervariasi antar satu orang dengan yang lain. Normalnya, remaja pria akan mencapai puber di usia 10-13 tahun. Akan tetapi, masalah pubertas dini atau malah terlambat bukanlah fenomena baru lagi. Beberapa anak laki-laki bisa saja mengalami salah satunya. Lantas, apakah masa puber laki-laki ketika remaja akan berpengaruh pada kesuburannya saat dewasa nanti?

Apa yang memengaruhi pubertas anak?

Pubertas diawali dengan aktivitas otak yang memicu berbagai perubahan fisik untuk mempersiapkan anak menuju usia subur. Sederhananya, masa puber adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa.

Pada anak laki-laki, masa puber ditandai dengan pertumbuhan rambut halus di beberapa bagian tubuh (sekitar penis, ketiak, wajah, serta lengan dan kaki), munculnya jerawat, perubahan suara jadi lebih nge-bass, hingga pertumbuhan tinggi dan postur badan yang pesat.

Di saat yang bersamaan, testis dan penis juga ikut bertumbuh. Selama masa puber, testis akan mulai memproduksi hormon seks yang disebut testosteron sekaligus menghasilkan sperma. Karena produksi hormon seks inilah, remaja pria yang sedang melewati masa puber akan mengalami mimpi basah pertamanya.

Banyak faktor yang memengaruhi usia dimulainya masa puber laki-laki, antara lain genetik, gaya hidup, serta lingkungan. Apakah terlambat tidaknya seorang remaja memasuki usia puber akan berpengaruh pada kesuburannya?

Pubertas dini dan pengaruhnya pada kesuburan pria

Salah satu dampak pubertas dini adalah tinggi badan yang lebih pendek daripada teman-teman sebayanya, yang mengalami masa puber normal. Memang awalnya ia akan lebih cepat tumbuh tinggi, namun saat dewasa ia jadi memiliki tinggi badan di bawah normal untuk individu seusianya.

Satu lagi isu yang mungkin timbul akibat pubertas dini adalah masalah emosional dan sosial. Pubertas dini cenderung menyebabkan anak sulit beradaptasi dengan sekitarnya, karena ia merasa minder dan kurang pede dengan perubahan fisiknya yang tidak (belum) dialami oleh teman-temannya.

Selain itu, anak yang puber terlalu cepat juga rentan mengalami masalah perubahan perilaku akibat perubahan mood, dan cenderung lebih cepat marah. Anak laki-laki dapat cenderung menjadi agresif dan memiliki dorongan seks yang tidak sesuai dengan usianya. Perubahan mood ini juga meningkatkan risiko anak remaja pria mengalami depresi.

Bagaimana dengan kesuburannya? Belum banyak penelitian di luar sana yang khusus mengamati dampak pubertas dini terhadap kualitas kesuburan pria saat dewasa. Tetapi, sejumlah penelitian melaporkan bahwa pubertas dini dapat berisiko menyebabkan penurunan kualitas air mani. Meski begitu, air mani encer bukan berarti Anda tidak subur.

Satu hal yang perlu lebih diperhatikan sebagai dampak puber dini adalah pertumbuhan tumor tertentu di testis yang mungkin berisiko berkembang jadi kanker. Kanker testis dan pengobatannya dapat memengaruhi kadar hormon dan juga dapat memengaruhi kemampuan pria untuk memiliki anak setelah perawatan.

Masa puber laki-laki terlambat, dan pengaruhnya pada kesuburan

Sama seperti pubertas dini, anak laki-laki yang terlambat puber dapat mengalami ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi tumbuh kembangnya. Sebuah penelitian di Denmark baru-baru ini menemukan bahwa masa puber laki-laki yang terlambat dapat berdampak negatif pada kesuburannya ketika dewasa nanti.

Penelitian tersebut menemukan bahwa anak remaja pria yang pubernya terlambat berisiko memiliki ukuran testis yang lebih kecil dibandingan rata-rata remaja normal. Testis merupakan pabrik penghasil sperma, sehingga menurunnya volume testis sedikit banyak dapat memengaruhi jumlah produksi sperma.

Normalnya, testis mampu menghasilkan 200 juta sperma setiap hari. Jumlah sperma yang sedikit setiap kali berejakulasi adalah salah satu faktor risiko ketidaksuburan pria.

Puber terlambat juga dapat berpengaruh pada bentuk sperma pria, terutama pada bentuk kepala sperma. Pria dengan kelainan bentuk sperma cenderung lebih sulit memiliki anak. Pasalnya, bagian kepala sperma menyimpan enzim-enzim penting yang berfungsi membantu proses pembuahan sel telur. Kepala sperma juga mengandung informasi DNA yang akan diturunkan pada keturunan berikutnya.

Kenapa demikian?

Sampai saat ini, mekanisme pengaruh masa puber laki-laki terhadap kesuburannya belum diketahui pasti. Yang jelas, puber yang terlalu cepat atau terlambat dapat memengaruhi produksi hormon seks dan pertumbuhan, yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa pubertas terlambat menyebabkan testosteron gagal mencapai kadar puncaknya. Kadar hormon seks pria ini ditemukan 9% lebih rendah pada pria yang mengalami puber terlambat daripada remaja lainnya yang memasuki puber di usia normal.

Ketika membicarakan kesuburan pria, kita juga harus memikirkan kualitas sperma yang ditentukan oleh tiga faktor penting ini: jumlah sperma, bentuk, dan kelincahan gerak sperma. Jika ada satu saja kelainan sperma dari ketiga faktor tersebut, maka risiko pria tidak subur bisa meningkat.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca