home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tidur Terlalu Lama Saat Hamil, Boleh atau Tidak?

Tidur Terlalu Lama Saat Hamil, Boleh atau Tidak?

Kehamilan membawa banyak perubahan pada hidup sebagian besar calon ibu. Begitu juga dengan pola tidur si ibu. Pada trimester pertama misalnya, ibu akan sangat mudah mengantuk, terutama pada siang hari. Namun apakah tidur terlalu lama saat hamil diperbolehkan?

Perubahan pola tidur saat hamil

Kehamilan merupakan pengalaman yang melelahkan bagi sebagian besar ibu. Kombinasi ketidaknyamanan, emosi yang meluap-luap serta rasa kelelahan (terutama pada trimester pertama dan ketiga) menyebabkan para ibu mengalami kesulitan tidur pada malam hari.

Pola tidur saat hamil trimester pertama

Hormon progesteron adalah hormon yang membantu dalam mengatur alur reproduksi perempuan. Tingginya kadar hormon progesteron dalam tubuh ibu pada awal-awal kehamilan menyebabkan ibu akan sangat mudah mengantuk dan terus-terusan menguap terutama saat siang hari. Aliran hormon ini mampu membuat ibu merasa hari yang normal terasa seperti Anda lalui dengan berlari marathon dan rasa kelelahan yang sama yang akan Anda rasakan saat Anda akan terpapar flu.

Anehnya, hormon ini pula yang mengganggu tidur Anda pada saat malam, hingga Anda akan merasa sangat kelelahan lagi pada keesokan siangnya. Hormon progesteron memicu kendung kemih bekerja lebih lambat sehingga meningkatkan kuantitas produksi urin dan menyebabkan Anda lebih sering bolak-balik kamar mandi pada waktu malam serta menurunkan kualitas tidur Anda di malam hari. Pada beberapa ibu hamil yang telah mengalami kenaikan berat badan.

Pola tidur saat hamil trimester kedua

Pada trimester kedua, ibu akan mengalami beberapa kondisi lain yang mengganggu tidur, di antaranya restless leg syndrome dan heartburn.

Pada beberapa ibu terlebih yang mengalami kekurangan kandungan zat besi dan anemia dalam tubuhnya, pada trimester kedua mulai dari waktu sore hingga malam hari saat tidur akan mengalami restless leg syndrome yang biasa terjadi saat ibu tengah duduk dan berbaring. Kondisi ini membuat ibu merasa sangat tidak nyaman dan akan semakin parah saat trimester ketiga.

Sayangnya langkah yang dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan berjalan-jalan sebentar di sekitar tempat tinggal, namun seringkali saat ibu telah terbangun di tengah tidur malamnya, ia takkan mampu tidur lagi hingga akhirnya semakin menurunkan kualitas tidur malam si ibu.

Heartburn terjadi karena berkembangnya rahim ibu yang menyebabkan perut ibu tertekan dan memberi sensasi rasa terbakar. Kondisi ini juga menyebabkan ibu terbangun di tengah tidur malamnya dan akhirnya menurunkan kualitas tidur ibu.

Pola tidur saat hamil trimester ketiga

Pada trimester ketiga janin yang bertambah besar akan memperbesar ukuran rahim. Kondisi ini mungkin akan menyebabkan ibu semakin lebih sulit untuk menemukan posisi yang nyaman untuk tidur.

National Sleep Foundation menyarankan bahwa dengan tidur posisi ke arah kiri akan membantu aliran darah pada tubuh ibu dan memperlancar aliran nutrisi untuk tumbuh kembang janin menuju jantung, rahim dan ginjal ibu.

Tidur lama saat hamil justru dianjurkan

Dengan berubahnya pola tidur ibu disebabkan berbagai faktor yang telah dipaparkan di atas, suatu penelitian yang dilakukan oleh Lee KA kepada 131 ibu hamil pada bulan ke-9 kehamilannya mengungkapkan bahwa ibu yang sering kali mengalami gangguan pada tidur malamnya berpeluang lebih besar (5,2 kali) akan melahirkan dengan cara operasi caesar dibandingkan dengan ibu yang memiliki tidur berkualitas pada waktu malam kurang dari 6 jam (4,5 kali).

Selain itu, kurang berkualitasnya waktu tidur ibu juga dapat menyebabkan ibu berpotensi mengalami gangguan suasana hati, depresi, mudah merasa lemas, kurangnya konsentrasi serta akan mempengaruhi dalam kuantitas dan kualitas penghasilan hormon yang dibutuhkan janin untuk berkembang.

Dengan kata lain, ibu hamil justru sangat membutuhkan tidur yang lama karena sering kali mengalami banyak gangguan pada jam tidur malamnya.

Bagaimana mengatasi kesulitan tidur ibu hamil?

Daripada mengkonsumsi pil yang akan mampu membuat lebih mudah tidur, ibu lebih disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter bila kesulitan tidur pada waktu malam hari tersebut mulai terasa mengganggu. Tidur siang pada pukul 2 hingga 4, sekali dua kali mencuri waktu tidur siang hanya sekitar 30 menit serta beraktivitas fisik pada pagi dan sore hari juga diharapkan akan membantu mengurangi insomnia ibu selama kehamilan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.


Foto Penulis
Ditulis oleh Theresia Evelyn
Tanggal diperbarui 07/02/2017
x