Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tidur Terlalu Lama Saat Hamil, Adakah Dampaknya?

Tidur Terlalu Lama Saat Hamil, Adakah Dampaknya?

Kehamilan membawa banyak perubahan bagi sebagian besar calon ibu. Begitu juga dengan pola tidur pada masa kehamilan. Ibu menjadi lebih mudah mengantuk, khususnya selama trimester pertama. Namun, apakah Anda boleh tidur terlalu lama atau sering tidur saat hamil?

Bolehkah tidur terlalu lama saat hamil?

Menjadi hal yang umum terjadi ketika ibu merasakan ketidaknyamanan serta kelelahann pada awal masa kehamilan.

Keluhan saat hamil ini biasanya muncul dalam 12 minggu pertama.

Perubahan hormon pada masa kehamilan tidak menutup kemungkinan Anda menjadi lelah, mual, serta menghadapi perubahan suasana hati.

Maka dari itu, untuk mengatasinya ibu perlu beristirahat sebanyak mungkin yang berujung pada tidur terlalu lama saat hamil.

Menlansir Kids Health, ibu hamil boleh saja mengalami banyak atau sering tidur saat hamil selama trimester pertama.

Ini adalah kondisi yang normal karena tubuh merasakan kelelahan serta menjadi salah satu cara tubuh melindungi perkembangan janin.

Terlebih lagi, plasenta baru saja terbentuk sehingga jantung ibu memompa lebih cepat dari biasanya. Kondisi ini membuat ibu mudah lelah dan ngantuk.

Berapa lama jangka waktu tidur ibu hamil?

tidur terlalu lama saat hamil

Jangka waktu tidur setiap orang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan.

Namun, tak semua wanita mengalami tidur terlalu lama saat hamil.

Sebagian wanita juga kemungkinan mengalami susah tidur saat hamil yang bisa berujung pada masalah kesehatan lainnya.

Waktu tidur untuk ibu hamil juga tergolong bervariasi berdasarkan usia. Akan tetapi, waktu yang dianjurkan adalah sekitar 7–9 jam.

Jika tidur dalam jangka waktu 9–10 jam dan tidak merasa segar setelah bangun, ini bisa menandakan Anda tidur terlalu lama saat hamil.

Penyebab sering tidur saat hamil pada trimester pertama utamanya terjadi karena peningkatan kadar progesteron.

Tak hanya bermanfaat untuk kehamilan, peningkatan progesteron ini juga mambuat Anda lebih cepat lelah sehingga tubuh pun merasa ingin beristirahat.

Risiko kurang tidur untuk ibu hamil

Tidur selama trimester pertama kehamilan ternyata penting dan sebaiknya ibu tidak menyepelekannya.

Berikut adalah kemungkinan risiko kurang tidur pada trimester pertama.

Apakah ada efek tidur terlalu lama saat hamil?

Sebaiknya, ibu hamil tidak mengubah pola tidur dengan sengaja selain karena kondisi kesehatan atau masalah kehamilan.

Saat ibu hamil banyak tidur, ini membuat produksi aliran darah serta asupan nutrisi ke bayi dalam kandungan meningkat.

Apabila Anda tidur terlalu lama saat hamil, misalnya lebih dari 10 jam, kemungkinan tidak ada efek atau risiko.

Namun, ketika sudah bangun, segera konsumsi makanan dan minuman agar Anda dan bayi dalam kandungan tetap mendapatkan nutrisi.

Pada trimester ketiga kehamilan, sebaiknya Anda membiasakan diri untuk tidur dalam jangka waktu yang cukup.

Hal tersebut lebih bermanfaat jika dibandingkan tidur terlalu lama.

Ada yang mengatakan bahwa tidur terlalu lama saat hamil dapat mengakibatkan komplikasi kehamilan seperti stillbirth.

Akan tetapi, perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal tersebut.

Perubahan pola tidur saat hamil

tidur terlalu lama saat hamil

Tak hanya tidur lebih sering tidur, kemungkinan ibu hamil juga mengalami beberapa perubahan pola tidur lainnya pada setiap trimester kehamilan.

Pola tidur trimester pertama

Sebagian wanita hamil mungkin mengalami adaptasi waktu tidur pada trimester pertama karena perubahan hormon.

Tingginya kadar hormon progesteron dalam tubuh di awal kehamilan membuat ibu sangat mudah mengantuk, dan terus-terusan menguap terutama saat siang hari.

Anda mungkin juga perlu buang air kecil lebih sering sehingga menurunkan kualitas tidur karena terbangun berkali-kali.

Pola tidur trimester kedua

Pada trimester kedua, ibu akan mengalami beberapa kondisi lain yang mengganggu tidur, yaitu restless leg syndrome dan heartburn.

Cobalah untuk tetap konsisten mengikuti waktu tidur seperti biasanya.

Setelah itu, tidak ada salahnya untuk mencoba posisi tidur untuk ibu hamil atau menggunakan bantal kehamilan.

Pola tidur trimester ketiga

Ukuran rahim yang membesar pada trimester ketiga juga akan mengakibatkan ibu susah menemukan posisi yang nyaman.

Akibatnya, kualitas tidur berkurang dan ibu mudah mengantuk di siang hari. Hal ini tentu bisa membuat ibu jadi tidur terlalu lama saat hamil.

Untungnya, ada cara jitu yang bisa mengatasi hal ini, yaitu dengan mencoba posisi tidur yang tepat untuk ibu hamil.

Sama seperti trimester kedua kehamilan, tetap pertahankan poisisi tidur miring ke kiri untuk membantu melancarkan aliran darah.

Aliran darah yang lancar ini juga bermanfaat untuk mengoptimalkan nutrisi dan oksigen kepada bayi melalui plasenta.

Sangatlah wajar jika Anda merasa mudah mengantuk dan kelelahan di awal masa kehamilan.

Tidak ada dampak berarti dari tidur terlalu lama saat hamil meskipun terdapat beberapa risiko.

Satu yang terpenting, pastikan Anda mendapatkan waktu tidur yang cukup dan berkualitas sehingga tidak semakin mudah mengantuk saat beraktivitas.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lee, K., & Gay, C. (2004). Sleep in late pregnancy predicts length of labor and type of delivery. American Journal Of Obstetrics And Gynecology, 191(6), 2041-2046. doi: 10.1016/j.ajog.2004.05.086

Facco, F., Parker, C., Reddy, U., Silver, R., Koch, M., & Louis, J. et al. (2017). Association Between Sleep-Disordered Breathing and Hypertensive Disorders of Pregnancy and Gestational Diabetes Mellitus. Obstetrics & Gynecology, 129(1), 31-41. doi: 10.1097/aog.0000000000001805

Sleep and Pregnancy-Induced Hypertension: A Possible Target for Intervention? | Journal of Clinical Sleep Medicine. (2021). Journal Of Clinical Sleep Medicine. Retrieved from https://jcsm.aasm.org/doi/10.5664/jcsm.3290

Micheli, K., Komninos, I., Bagkeris, E., Roumeliotaki, T., Koutis, A., Kogevinas, M., & Chatzi, L. (2011). Sleep Patterns in Late Pregnancy and Risk of Preterm Birth and Fetal Growth Restriction. Epidemiology, 22(5), 738-744. doi: 10.1097/ede.0b013e31822546fd

Reutrakul, S., Zaidi, N., Wroblewski, K., Kay, H., Ismail, M., Ehrmann, D., & Van Cauter, E. (2011). Sleep Disturbances and Their Relationship to Glucose Tolerance in Pregnancy: Table 1. Diabetes Care, 34(11), 2454-2457. doi: 10.2337/dc11-0780

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita