home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tidur Terlalu Lama Saat Hamil, Boleh atau Tidak?

Tidur Terlalu Lama Saat Hamil, Boleh atau Tidak?

Apakah wanita boleh tidur terlalu lama atau sering tidur saat hamil? Kehamilan membawa banyak perubahan hidup bagi sebagian besar calon ibu. Begitu juga dengan pola tidur pada masa kehamilan, seperti menjadi lebih mudah mengantuk pada waktu tertentu khususnya trimester pertama. Simak penjelasan lengkapnya salam artikel ini.

Bolehkah tidur terlalu lama saat hamil?

tidur terlalu lama saat hamil

Pada awal masa kehamilan, menjadi hal yang umum terjadi ketika ibu merasakan ketidaknyamanan serta kelelahan. Keluhan saat hamil ini biasanya muncul dalam 12 minggu pertama.

Perubahan hormon pada masa kehamilan tidak menutup kemungkinan Anda menjadi lelah, mual, serta menghadapi perubahan suasana hati.

Maka dari itu, untuk mengatasinya ibu perlu beristirahat sebanyak mungkin yang berujung pada tidur terlalu lama saat hamil.

Mengutip dari Kids Health, ibu hamil boleh saja mengalami banyak atau sering tidur saat hamil selama trimester pertama.

Ini adalah kondisi normal karena tubuh merasakan kelelahan serta menjadi salah satu cara tubuh melindungi perkembangan janin.

Apalagi, plasenta baru saja terbentuk sehingga juga membuat tubuh ibu seperti jantung memompa lebih cepat dari biasanya.

Berapa lama jangka waktu tidur ibu hamil?

Jangka waktu tidur setiap orang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan. Namun, tak semua wanita mengalami tidur terlalu lama saat hamil.

Sebagian wanita juga kemungkinan mengalami susah tidur saat hamil yang jika tidak diatasi berujung pada masalah kesehatan lainnya.

Waktu tidur untuk ibu hamil juga tergolong bervariasi berdasarkan usia. Akan tetapi, waktu yang dianjurkan adalah sekitar 7 – 9 jam.

Jika Anda tidur dalam jangka waktu 9 – 10 jam dan merasa mendapatkan kualitas tidur yang baik, ini menjadi salah satu tanda tidur terlalu lama saat hamil.

Penyebab sering tidur saat hamil pada trimester pertama sebagian besar terjadi karena peningkatan kadar progesteron.

Tak hanya bermanfaat untuk kehamilan, peningkatan hormon ini juga mambuat Anda lebih cepat lelah sehingga tubuh pun merasa ingin beristirahat.

Risiko kurang tidur untuk ibu hamil

Tidur selama trimester pertama kehamilan ternyata penting dan sebaiknya ibu tidak menyepelekannya. Berikut adalah kemungkinan risiko kurang tidur pada trimester pertama.

  • Diabetes gestasional.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Stres.
  • Depresi.

Apakah ada efek tidur terlalu lama saat hamil?

tidur terlalu lama saat hamil

Sebaiknya, ibu hamil tidak mengurangi waktu tidur dengan sengaja selain karena kondisi kesehatan atau masalah kehamilan.

Saat ibu hamil banyak tidur, ini membuat produksi aliran darah serta nutrisi ke bayi meningkat. Apabila Anda tidur terlalu lama saat hamil, misalnya lebih dari 10 jam, kemungkinan tidak ada efek atau risiko.

Namun, ketika sudah bangun, segera untuk mendapatkan asupan makanan dan minuman agar Anda dan bayi dalam kandungan tetap mendapatkan nutrisi.

Pada trimester ketiga kehamilan, sebaiknya Anda membiasakan diri untuk tidur dalam jangka waktu yang cukup karena lebih bermanfaat jika dibandingkan tidur terlalu lama.

Ada yang mengatakan bahwa tidur terlalu lama saat hamil dapat mengakibatkan komplikasi kehamilan seperti stillbirth. Akan tetapi, perlu penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

Perubahan pola tidur saat hamil

Tak hanya tidur terlalu lama atau lebih sering tidur saat hamil, kemungkinan ibu juga mengalami beberapa perubahan pola tidur lainnya pada setiap trimester kehamilan.

Pola tidur trimester pertama

Sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa sebagian wanita mungkin mengalami adaptasi waktu tidur pada trimester pertama karena perubahan hormon.

Tingginya kadar hormon progesteron dalam tubuh pada awal kehamilan menyebabkan ibu akan sangat mudah mengantuk dan terus-terusan menguap terutama saat siang hari.

Anda mungkin juga perlu buang air kecil lebih sering sehingga akan mengganggu waktu tidur.

Pola tidur trimester kedua

Pada trimester kedua, ibu akan mengalami beberapa kondisi lain yang mengganggu tidur, di antaranya adalah restless leg syndrome dan heartburn.

Cobalah untuk tetap konsisten mengikuti waktu tidur seperti biasanya. Lalu, tidak ada salahnya untuk mencoba posisi tidur untuk ibu hamil atau menggunakan bantal kehamilan.

Pola tidur trimester ketiga

Ukuran rahim yang membesar pada trimester ketiga juga akan mengakibatkan ibu susah menemukan posisi yang nyaman sehingga kecil kemungkinan untuk tidur terlalu lama saat hamil.

Sama seperti trimester kedua kehamilan, tetap pertahankan poisisi tidur miring ke kiri untuk membantu melancarkan aliran darah.

Aliran darah yang lancar ini juga bermanfaat untuk mengoptimalkan nutrisi dan oksigen kepada bayi melalui plasenta.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 2 minggu lalu
Fakta medis diperiksa oleh Admin HHG
x