home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Detox Saat Hamil, Apa Boleh Dilakukan?

Detox Saat Hamil, Apa Boleh Dilakukan?

Detoksifikasi atau detox adalah cara yang bisa dilakukan untuk membantu tubuh dalam mengeluarkan racun. Beberapa dari Anda yang sedang hamil mungkin berpikir bahwa detox saat hamil dapat membantu memberikan lingkungan yang baik bagi janin untuk tumbuh dan berkembang. Detoks dapat membantu mengeluarkan racun-racun dalam tubuh. Namun, apakah detox saat hamil aman dilakukan?

Detox saat hamil sebaiknya tidak dilakukan

Detoks dengan hanya makan buah dan sayur atau menggunakan suplemen herbal mungkin dapat membantu tubuh Anda dalam mengeluarkan racun. Namun, ini tidak selamanya baik bagi tubuh. Sebenarnya, tubuh Anda sendiri sudah mempunyai mekanisme khusus untuk membuang racun dalam tubuh. Tubuh mengeluarkan racun atau zat sisa metabolisme dalam berbagai cara, seperti melalui keringat, melalui urin, napas, dan lainnya. Organ ginjal, paru-paru, usus, dan kulit bertugas untuk melakukan fungsi ini.

Detoks dengan sayur dan buah

Saat Anda hamil, Anda membutuhkan banyak sekali nutrisi, tidak hanya dari buah dan sayur. Hanya mengonsumsi buah dan sayur untuk detoksifikasi tubuh hanya akan membatasi nutrisi yang Anda dapatkan. Ibu hamil membutuhkan tambahan karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Semua nutrisi ini hanya bisa didapatkan ibu hamil jika ia mengonsumsi beragam makanan sehat. Jika ibu hamil tidak dapat mencukupi semua kebutuhan nutrisinya, maka pertumbuhan dan perkembangan janin pun dapat terhambat. Jadi, bukan ide yang baik untuk melakukan detox saat hamil.

Detoks dengan suplemen herbal

Detoksifikasi dengan suplemen herbal juga tidak baik dilakukan. Banyak suplemen herbal yang tidak aman dipakai selama kehamilan. Walaupun herbal atau alami dari tumbuh-tumbuhan, namun tetap saja mengandung bahan kimia yang mungkin tidak aman untuk janin yang sedang berkembang. Pemakaian herbal dalam jumlah besar juga tidak baik. Contohnya saja, herbal seperti ketumbar dan peterseli dapat meningkatkan risiko keguguran di awal kehamilan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Detoks saat hamil juga bisa memungkinkan bayi menerima racun yang dibuang oleh tubuh ibu. Racun dari sel-sel tubuh ibu dilepaskan ke aliran darah, aliran darah yang mengandung racun ini bisa saja mengalir ke dalam tubuh bayi melalui plasenta. Selain itu, detox saat hamil juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi pada ibu hamil. Detoksifikasi memungkinkan banyak cairan tubuh keluar melalui keringat, urin, dan feses, sehingga ibu hamil berisiko mengalami kehilangan banyak cairan. Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan dalam tubuh ibu hamil.

Yang bisa Anda lakukan untuk membantu detoksifikasi tubuh

Jika Anda ingin membantu tubuh dalam membuang racun, Anda bisa melakukannya dengan mengubah pola hidup Anda. Makan makanan sehat dan melakukan olahraga adalah cara terbaik. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu tubuh dalam membuang racun adalah:

  • Minum setidaknya 8 gelas per hari untuk membantu tubuh membuang racun melalui urin, feses, dan keringat.
  • Banyak makan makanan berserat, seperti sayur dan buah. Serat dapat menjaga usus besar Anda tetap bersih.
  • Lakukan olahraga minimal 30 menit dalam sehari. Hal ini membantu mengedarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

MomJunction. (2015). Is It Safe To Detox While Pregnant?. [online] Available at: http://www.momjunction.com/articles/is-it-safe-to-detox-during-pregnancy_00331369/#gref [Accessed 1 Feb. 2017].

Washington, A. Why You Should Not Detox During Pregnancy or Nursing. [online] Young and Raw. Available at: http://www.youngandraw.com/why-you-should-not-detox-during-pregnancy-or-nursing/ [Accessed 1 Feb. 2017].

ModernMom. Detox While Pregnant. [online] Available at: http://www.modernmom.com/b706adfc-3b45-11e3-8407-bc764e04a41e.html [Accessed 1 Feb. 2017].

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 09/02/2017
x