Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Infeksi Jamur Vagina Saat Hamil, Berbahayakah bagi Ibu dan Janin?

    Infeksi Jamur Vagina Saat Hamil, Berbahayakah bagi Ibu dan Janin?

    Ibu hamil perlu waspada dengan infeksi jamur vagina yang bisa terjadi saat masa kehamilan. Pasalnya, masa-masa ini paling rentan baik bagi ibu hamil maupun si janin. Kondisi infeksi jamur vagina ini perlu ibu waspadai. Yuk, simak gejala, penyebab, dan cara mengatasi infeksi jamur vagina saat hamil!

    Tanda dan gejala infeksi jamur vagina saat hamil

    penyebab vagina hitam

    Infeksi jamur ragi adalah jenis infeksi vagina yang paling umum terjadi pada wanita selama masa kehamilan.

    Dalam bahasa medisnya, infeksi ini disebut sebagai vaginitis monilial atau kandidiasis vagina.

    Beberapa gejala yang sering muncul jika ibu mengalami infeksi jamur vagina adalah:

    • area sekitar labia dan vagina gatal,
    • bercak putih kental seperti keju,
    • nyeri,
    • ruam kemerahan,
    • terasa perih,
    • iritasi sampai bengkak, dan
    • sering mengeluarkan lendir dari vagina.

    Lendir ini normal bila tidak berbau. Akan tetapi, kalau sampai ada aroma tidak sedap, ini karena ulah infeksi dari jamur.

    Mengutip dari American Pregnancy Association (APA), infeksi jamur vagina sangat umum terjadi pada wanita, terutama saat ibu hamil masuk trimester kedua kehamilan.

    Penyebab infeksi jamur vagina saat hamil

    penyebab vagina hitam

    Kondisi ini tidak berbahaya, tetapi bisa membuat ibu merasa tidak nyaman. Ada berbagai penyebab infeksi jamur vagina saat hamil, berikut penjelasannya.

    1. Kadar estrogen yang tinggi

    Hormon estrogen saat masa kehamilan sangat tinggi sehingga membuat vagina menghasilkan lebih banyak glikogen.

    Glikogen ini membuat pertumbuhan jamur lebih mudah dan menempel pada dinding vagina.

    Hormon estrogen memiliki efek langsung pada pertumbuhan jamur sehingga jamur tumbuh lebih cepat dan menempel lebih mudah ke dinding vagina.

    Nah, hal ini menyebabkan daerah sekitar vagina menjadi gatal, kemudian memicu timbulnya infeksi jamur.

    2. Vagina yang lembap

    Selain akibat glikogen, lingkungan sekitar vagina yang lembab juga bisa menjadi pemicu tumbuhnya jamur.

    Hal ini karena ibu hamil lebih mudah sekali berkeringat, terutama jika suhu di luar sangat panas.

    3. Minum antibiotik

    Tidak hanya itu, Anda juga akan lebih mungkin terkena infeksi jamur saat ibu minum antibiotik dalam kurun waktu yang lama.

    Pasalnya antibiotik yang ibu minum tidak hanya membunuh bakteri yang ditargetkan, tetapi juga berpengaruh pada bakteri di vagina.

    Antibiotik ini justru akan membuat pertumbuhannya semakin banyak.

    Infeksi jamur vagina terjadi karena melonjaknya pertumbuhan jamur Candida albicans, yakni jamur alami yang hidup dalam vagina.

    Efek infeksi jamur vagina saat hamil pada janin dan ibu

    infeksi jamur vagina saat hamil

    Infeksi ini memang tidak membahayakan kehamilan. Hanya saja, efek dari kondisi ini akan membuat area vagina ibu tidak nyaman.

    Namun, jika infeksi masih terjadi saat bayi lahir, bisa berdampak pada si kecil.

    Salah satunya adalah bayi mengalami sariawan mulut akibat tertelan cairan yang mengandung jamur tersebut.

    Itu sebabnya, ibu hamil harus segera mengobati infeksi jamur vagina.

    Konsultasikan ke dokter agar bisa mendapatkan obat-obatan yang aman sehingga tidak mempengaruhi kondisi Anda selama kehamilan.

    Selain itu, perlu ibu ketahui kalau tidak selamanya jamur menjadi penyebab infeksi pada vagina.

    Pasalnya, penyebab lain dari infeksi vagina adalah karena bakteri. Jadi, sebaiknya ibu konsultasi ke dokter jika melihat gejala-gejala infeksi vagina saat hamil.

    Cara mengobati infeksi jamur vagina saat hamil

    minyak kayu putih untuk ibu hamil

    Pada dasarnya, infeksi ragi sangat umum terjadi selama masa kehamilan karena perubahan hormon yang mengganggu pH vagina.

    Mengutip dari Mayo Clinic, ada berbagai obat yang bisa ibu hamil pakai untuk mengobati infeksi jamur vagina berbentuk krim atau salep.

    • Klotrimazol (mycelex, lotrimin AF)
    • Mikonazol, dan
    • Terkonazol.

    Obat infeksi jamur vagina di atas bisa ibu pakai kapan saja selama kehamilan. Krim dan salep tersebut tidak menimbulkan risiko cacat lahir dan komplikasi kehamilan.

    Biasanya, dokter hanya meresepkan obat itu untuk ibu pakai selama 7 hari.

    Ibu hamil perlu menghindari obat antijamur flukonazol (diflucan) terutama selama trimester pertama kehamilan karena bisa mengganggu perkembangan janin.

    Pastikan untuk memberitahu dokter mengenai kehamilan ketika konsultasi tentang kondisi infeksi jamur vagina.

    Ini penting agar dokter bisa memberikan obat yang tidak mengganggu kehamilan dan kesehatan ibu.

    Cara mencegah infeksi jamur vagina saat hamil

    Infeksi jamur vagina tentu bukan kondisi yang mengenakkan. Oleh karena itu, ibu bisa melakukan langkah pencegahan agar infeksi ini tidak terjadi.

    Berikut cara mencegah infeksi jamur vagina saat sedang hamil.

    • Gunakan pakaian dalam yang menyerap keringat.
    • Jaga daerah sekitar vagina agar tetap kering dan tidak lembap agar menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri.
    • Pilih pakaian ibu hamil yang menyerap keringat seperti katun.
    • Bersihkan vagina setelah buang air kecil dari arah depan ke belakang.
    • Hindari memakai celana saat masih basah agar vagina tidak lembap.
    • Segera mandi setelah berenang dan ganti baju renang sebelum area vagina semakin lembap.

    Jika masih muncul keluhan, sebaiknya cek kadar gula dalam darah. Pasalnya, kadar gula darah tinggi akan membuat proses penyembuhan infeksi jamur lebih lama.


    Punya pertanyaan atau cerita kehamilan?

    Yuk, gabung komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan dapatkan info menarik seputar kehamilan.


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Vaginal Yeast Infection During Pregnancy | Michigan Medicine. (2021). Retrieved 27 September 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/hw79515

    Yeast Infections During Pregnancy. (2012). Retrieved 27 September 2021, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-complications/yeast-infections-during-pregnancy/

    Yeast infection during pregnancy. (2021). Retrieved 27 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vaginitis/expert-answers/yeast-infection-during-pregnancy/faq-20058355

    Yeast Infections in Pregnancy: Recommended Treatments. (2021). Retrieved 27 September 2021, from https://www.medscape.com/viewarticle/866590

    Derrick Soong, A. (2009). Vaginal yeast infections during pregnancy. Canadian Family Physician, 55(3), 255. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2654841/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui Oct 07, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita
    Next article: