home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Akibatnya Pada Bayi Jika Ibu Terkena Infeksi Jamur Vagina Saat Hamil?

Apa Akibatnya Pada Bayi Jika Ibu Terkena Infeksi Jamur Vagina Saat Hamil?

Kehamilan merupakan masa-masa yang paling rentan baik bagi ibu hamil maupun si janin. Itu sebabnya, selama masa kehamilan, wanita hamil harus melakukan banyak penyesuaian dengan segala bentuk perubahan yang terjadi dalam tubuhnya. Pasalnya, banyak hal bisa terjadi saat hamil. Salah satunya terkena infeksi jamur vagina.

Apa saja ciri dan gejala infeksi jamur vagina?

Infeksi jamur ragi adalah jenis infeksi vagina yang paling umum terjadi pada wanita selama masa kehamilan. Infeksi ini dalam bahasa medisnya disebut sebagai vaginitis monilial atau kandidiasis vagina yang disebabkan karena melonjaknya pertumbuhan jamur Candida albicans – jamur alami yang hidup di dalam vagina.

Beberapa gejala yang sering muncul jika Anda mengalami infeksi jamur adalah Anda sering mengeluarkan lendir dari vagina. Lendir ini normal jika tidak berbau, namun kalau menimbulkan, bisa jadi hal tersebut diakibatkan karena infeksi dari jamur. Selain itu, Anda juga mengeluhkan daerah di sekitar vagina dan labia terasa gatal, nyeri, muncul kemerahan, terasa perih, bahkan iritasi atau bengkak.

Apa saja penyebab infeksi jamur vagina saat hamil?

Kadar estrogen yang lebih tinggi selama kehamilan membuat vagina Anda menghasilkan lebih banyak glikogen, yang kemudian membuatnya lebih mudah bagi ragi untuk tumbuh di sana. Beberapa peneliti menganggap estrogen ini memungkinkan memiliki efek langsung pada pertumbuhan jamur, sehingga jamur tumbuh lebih cepat dan menempel lebih mudah ke dinding vagina. Nah, hal ini menyebabkan daerah sekitar vagina menjadi gatal sehingga memicu timbulnya infeksi jamur.

Selain akibat glikogen, lingkungan sekitar vagina yang lembab juga bisa menjadi pemicu tumbuhnya jamur. Hal ini karena pada perempuan yang hamil biasanya mudah sekali berkeringat, terutama jika suhu di luar sangat panas.

Tidak hanya itu, Anda juga akan lebih mungkin terkena infeksi jamur saat Anda minum antibiotik, terutama jika Anda sering meminumnya dalam kurun waktu yang lama. Pasalnya antibiotik yang Anda minum selain membunuh bakteri yang ditargetkan, obat ini juga bisa mempengaruhi bakteri di vagina Anda yang justru akan membuat pertumbuhannya yang semakin banyak.

Apa akibatnya jika ibu terkena infeksi jamur vagina selama hamil?

Infeksi ini memang tidak membahayakan kehamilan Anda. Hanya saja, efek yang ditimbulkan akan membuat Anda tidak nyaman di daerah sekitar vagina. Namun, jika infeksi masih terjadi saat bayi dilahirkan maka akan berdampak pada bayi. Salah satunya adalah menyebabkan bayi mengalami sariawan mulut akibat tertelan cairan yang mengandung jamur tersebut.

Itu sebabnya, berdasarkan risiko tersebut Anda harus segera mengobatinya jika mengalami infeksi jamur saat hamil. Konsultasikan ke dokter agar bisa mendapatkan obat-obatan yang aman sehingga tidak mempengaruhi kondisi Anda selama kehamilan.

Selain itu, perlu diketahui jika tidak selamanya infeksi pada vagina disebabkan oleh jamur. Pasalnya, ada pula infeksi vagina yang disebabkan oleh bakteri. Jadi, sangat disarankan untuk mengonsultasikannya ke dokter jika melihat gejala-gejala infeksi vagina saat hamil.

Bagimana cara mencegah infeksi jamur vagina saat hamil?

Beberapa hal yang harus dilakukan oleh ibu hamil agar terhindar dari infeksi jamur saat hamil, yaitu:

  • Pastikan untuk selalu menjaga daerah sekitar vagina agar tetap kering dan tidak lembap agar menghambat pertumbuhan jamur atau pun bakteri.
  • Pakaian yang dianjurkan selama hamil adalah yang mudah menyerap keringat seperti katun dan jangan lupa untuk rutin mengganti pakaian dalam.
  • Saat membilas vagina, arahkan bilasan setelah buang air kecil dari depan ke belakang, karena jika dari belakang ke depan berisiko terinfeksi jamur atau bakteri lainnya.
  • Jangan gunakan celana saat masih basah, sebaiknya tunggu sampai benar-benar kering agar tidak tercipta lingkungan yang lembap.
  • Jika masih muncul keluhan, sebaiknya cek kadar gula dalam darah Anda, karena jika kadarnya tinggi akan memperlama proses penyembuhan infeksi jamur.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Vagianal Yeast Infections During Pregnancy – https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2654841/ diakses pada 12 Juli 2017

Yeast Infections During Pregnancy – https://www.babycenter.com/0_yeast-infections-during-pregnancy_485.bc diakses pada 12 Juli 2017

Home Remedies for Yeast Infection in Pregnant Women – http://www.livestrong.com/article/255843-home-remedies-for-yeast-infections-in-pregnant-women/ diakses pada 12 Juli 2017

Yeast Infection During Pregnancy: Are Over-The-Counter Treatments OK? – http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vaginitis/expert-answers/yeast-infection-during-pregnancy/faq-20058355 diakes pada 12 Juli 2017

Yeast Infections in Pregnancy: Recommended Treatments – http://www.medscape.com/viewarticle/866590 diakses pada 12 Juli 2017 Yeast Infections in Pregnancy: Recommended Treatments

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 22/07/2017
x