Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Nyeri Punggung Kiri Bawah Saat Hamil? Ini Cara Mengatasinya

Nyeri Punggung Kiri Bawah Saat Hamil? Ini Cara Mengatasinya

Nyeri punggung bagian bawah, terutama sebelah kiri, merupakan gejala yang umum terjadi pada ibu hamil. Bayi yang terus membesar dalam rahim menekan struktur sensitif nyeri termasuk saraf. Akibatnya, banyak ibu hamil yang mengeluhkan nyeri punggung bagian bawah (turun ke bokong hingga kaki) akibat tekanan pada saraf pinggul atau sciatic nerve. Tidak hanya itu, perubahan hormon ketika hamil juga memicu nyeri punggung. Perubahan hormon menyebabkan ligamen mengendur sehingga beban pada panggul dan ligamen punggung bagian bawah semakin bertambah. Berat badan tambahan dari bayi dan ibu juga membuat kondisi ini semakin memburuk.

Nyeri punggung bawah yang terasa hingga ke bokong dan paha sering diduga sebagai sciatica atau linu panggul. Sciatica disebabkan oleh adanya cakram yang membesar (herniated disk atau bulging disk) pada bagian bawah tulang belakang dan hanya menyerang 1% wanita hamil. Jika terserang, sakit kaki yang dirasakan ibu hamil biasanya akan lebih parah dari sakit punggung. Dalam kondisi sciatica yang berat, ibu hamil akan mengalami kebas di pangkal paha serta daerah genital dan bahkan mengalami kesulitan buang air kecil atau buang air besar.

Segera hubungi dokter atau pergi ke rumah sakit jika Anda mengalami gejala-gejala sciatica, seperti lemahnya kedua kaki, mati rasa pada pangkal paha, kandung kemih, atau anus yang mungkin menyebabkan kesulitan buang air kecil atau buang air besar, maupun inkontinensia.

Untuk meringankan nyeri punggung selama kehamilan, tips ini mungkin akan bermanfaat bagi Anda.

  • Jaga postur tubuh yang baik. Usahakan punggung tetap lurus saat duduk atau berdiri untuk memperkuat otot inti dan menjaga titik berat tubuh pada tempatnya.
  • Hindari memakai sepatu hak tinggi sampai bayi lahir. Sepatu bertumit rendah (bukan sepatu datar) dapat digunakan.
  • Baringkan tubuh dengan menghadap salah satu sisi setiap kali tidur atau beristirahat. Jepit bantal dengan kedua lutut untuk mempertahankan postur tulang belakang sehingga ketegangan pada punggung bawah dapat dikurangi.
  • Kompres panas dan dingin dapat meredakan nyeri pada punggung. Namun, pastikan Anda memeriksa suhu bantal kompres sebelum menempelkannya pada punggung belakang.

Pada kasus yang berat, Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan ahli terapi fisik. Namun, beberapa latihan ringan di bawah ini mungkin dapat meredakan nyeri punggung.

Latihan Lutut-Dada

Tujuan: Untuk meredakan tekanan panggul, wasir, kram paha dan bokong, serta nyeri punggung bagian bawah dan kaki.

  1. Berlutut, beri jarak 18 inci antar lutut.
  2. Tempelkan lengan di lantai. Posisi panggul akan lebih tinggi daripada dada.
  3. Kencangkan otot perut sedikit untuk meringankan tekanan bayi pada dinding perut.
  4. Punggung tetap lurus, paha harus tegak lurus ke lantai dan pertahankan posisi ini selama dua menit, dan secara bertahap tambah waktu menjadi lima menit.
  5. Luruskan dan lemaskan. Beri jeda untuk memulihkan keseimbangan sebelum bangkit.
  6. Ulangi latihan ini di waktu senggang sepanjang hari sesuai kebutuhan.

Knee Press

Tujuan: Untuk memperkuat paha bagian dalam, meregangkan otot-otot punggung bagian bawah, dan meningkatkan sirkulasi darah.

  1. Duduk di lantai.
  2. Tarik kaki (dengan kedua tumit saling bersentuhan) senyaman dan sedekat mungkin dengan tubuh.
  3. Luruskan punggung, tarik napas dalam-dalam, dan tekan lutut perlahan ke lantai saat anda mengeluarkan napas.
  4. Tahan hingga hitungan ke-3.
  5. Lemaskan dan putaran punggung.
  6. Ulangi gerakan ini sebanyak 10 kali setiap hari.
health-tool-icon

Penambahan Berat Badan Kehamilan

Perhitungan ini dapat digunakan untuk perempuan yang ingin melihat kisaran kenaikan berat badan yang sehat selama kehamilan berdasarkan berat badan mereka sebelum hamil.

28
Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team