home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berendam Air Panas Saat Hamil Ternyata Berbahaya

Berendam Air Panas Saat Hamil Ternyata Berbahaya

Berendam di air panas dapat membuat tubuh rileks dan membantu memperbaiki suasana hati, apalagi untuk para ibu hamil yang suasana hatinya mudah berubah akibat perubahan hormon. Namun tahukah Anda, ternyata berendam di air panas ketika hamil dapat menimbulkan risiko kepada janin?

Pengaruh suhu air pada ibu hamil

Berendam di air hangat merupakan salah satu hal yang harus Anda hindari ketika hamil. Suhu air panas untuk berendam setidaknya mencapai 38,9 derajat celcius, jika Anda berendam selama 10 hingga 20 menit saja, suhu tubuh Anda juga akan meningkat karena menyesuaikan keadaan sekitar. Peningkatan suhu tubuh terjadi akibat tubuh tidak dapat mengeluarkan keringat ketika berendam, sehingga tubuh tidak bisa mengeluarkan panas dan akhirnya membuat suhu tubuh meningkat secara otomatis. Hal ini akan menyebabkan hipertemia pada ibu hamil.

Ketika hipertermia, terjadi tekanan darah akan menurun. Jika tekanan darah menurun pada ibu yang sedang hamil, maka menyebabkan penurunan distribusi oksigen dan zat gizi pada janin. Kekurangan oksigen dan zat gizi pada janin, mengakibatkan berbagai komplikasi seperti, berat badan lahir rendah, kecacatan pada bayi, bahkan kematian janin atau keguguran.

Penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa berendam air panas pada masa trimester pertama akan meningkatkan risiko bayi mengalami kelainan fungsi tubuh saat dilahirkan, seperti kelainan pada otak dan sistem saraf. Penelitian lain yang dilaporkan dalam birth defect research menemukan bahwa masa trimester pertama merupakan masa yang rentan dan risiko ibu mengalami keguguran pada masa ini sangatlah tinggi.

Bakteri dalam air

Selain suhu, hal yang dikhawatirkan dapat berdampak buruk bagi kesehatan janin adalah bakteri yang ada di dalam air perendam tersebut. Jika Anda memiliki tempat perendaman sendiri, maka pastikan menggunakan disinfektan dan pH air sebaiknya di antara 7,2 hingga 7,8. Namun jika Anda berendam di tempat umum, maka sebelum berendam tanyakanlah hal-hal tentang kebersihan kolam pada pengurusnya, pertanyaannya dapat seperti seberapa banyak orang yang menggunakan kolam tersebut, seberapa sering air kolam diganti, dan apakah menggunakan disinfektan.

Cara aman untuk berendam ketika hamil

Bila Anda sedang berada pada trimester awal, maka Anda tidak boleh berendam di air panas, walaupun berendam hanya sebentar, karena akan langsung mempengaruhi suhu tubuh Anda. Sebagai gantinya, Anda dapat merendam kaki Anda dengan air hangat, hal ini dapat membantu Anda rileks dan tenang. Namun jika Anda sudah melewati trimester pertama dan ingin berendam di air panas, maka langkah berikut ini dapat menurunkan risiko komplikasi pada kehamilan Anda:

  • Berendam di dalam bak tidak lebih dari 10 menit dan sering-sering keluar dari air agar tubuh kembali dingin.
  • Duduk di bagian yang suhu airnya tidak terlalu tinggi, hindari duduk di bagian dekat dengan jet air panas karena biasanya suhu air di bagian tersebut lebih panas dibandingkan dengan bagian lain.
  • Bila Anda merasa berkeringat dan merasa tidak nyaman, keluarlah dari air dan segera dinginkan tubuh Anda. Jangan kembali berendam jika belum merasa nyaman dan tubuh belum kembali normal.
  • Cobalah untuk menjaga dada tidak terendam air, bahkan lebih baik jika hanya setengah bagian badan saja yang terendam oleh air, agar suhu tubuh Anda tidak langsung meningkat drastis.
  • Jangan berendam jika Anda mengalami demam atau flu, hal tersebut akan memperburuk keadaan Anda.
  • Mengurangi suhu air perendam, hal ini akan menurunkan risiko Anda terkena hipertermia.

Bagaimana jika mandi dengan air hangat?

Mandi dengan air panas aman dilakukan untuk ibu hamil, karena risiko untuk mengalami hipertermia lebih kecil. Selama suhu air yang dipakai untuk mandi tidak terlalu tinggi, maka hal ini tidak berisiko bagi kesehatan janin. Selain itu, mandi dengan air panas dengan waktu yang agak lama juga tidak akan langsung meningkatkan suhu tubuh Anda. Pun jika suhu tubuh Anda meningkat akibat terkena air panas, hal ini tidak akan berlangsung lama, karena tubuh tidak berada di dalam air dan cepat bisa mengembalikan ke suhu normal. Lakukan konsultasi rutin dengan dokter Anda dan jika perlu tanyakan apakah Anda boleh menggunakan air panas ketika mandi, karena efek dan kondisi masing-masing orang berbeda sehingga akan menimbulkan dampak yang berbeda pula.

BACA JUGA

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hot Tubs and Pregnancy: Safety and Risks. Retrieved from http://www.healthline.com/health/pregnancy/hot-tubs Accessed September 20, 2016

Is it safe to use a hot tub during pregnancy?Retrieved from http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/pregnancy-and-hot-tubs/faq-20057844 Accessed September 20, 2016

Hot Tubs vs. Hot Baths: What’s Safe During Pregnancy? Retrieved from http://www.mypregnancybaby.com/hot-tubs-hot-baths-pregnancy/ Accessed September 20, 2016

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 25/09/2016
x