Detox Saat Hamil, Apa Boleh Dilakukan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Detoksifikasi atau detox adalah cara yang bisa dilakukan untuk membantu tubuh dalam mengeluarkan racun. Beberapa dari Anda yang sedang hamil mungkin berpikir bahwa detox saat hamil dapat membantu memberikan lingkungan yang baik bagi janin untuk tumbuh dan berkembang. Detoks dapat membantu mengeluarkan racun-racun dalam tubuh. Namun, apakah detox saat hamil aman dilakukan?

Detox saat hamil sebaiknya tidak dilakukan

Detoks dengan hanya makan buah dan sayur atau menggunakan suplemen herbal mungkin dapat membantu tubuh Anda dalam mengeluarkan racun. Namun, ini tidak selamanya baik bagi tubuh. Sebenarnya, tubuh Anda sendiri sudah mempunyai mekanisme khusus untuk membuang racun dalam tubuh. Tubuh mengeluarkan racun atau zat sisa metabolisme dalam berbagai cara, seperti melalui keringat, melalui urin, napas, dan lainnya. Organ ginjal, paru-paru, usus, dan kulit bertugas untuk melakukan fungsi ini.

Detoks dengan sayur dan buah

Saat Anda hamil, Anda membutuhkan banyak sekali nutrisi, tidak hanya dari buah dan sayur. Hanya mengonsumsi buah dan sayur untuk detoksifikasi tubuh hanya akan membatasi nutrisi yang Anda dapatkan. Ibu hamil membutuhkan tambahan karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Semua nutrisi ini hanya bisa didapatkan ibu hamil jika ia mengonsumsi beragam makanan sehat. Jika ibu hamil tidak dapat mencukupi semua kebutuhan nutrisinya, maka pertumbuhan dan perkembangan janin pun dapat terhambat. Jadi, bukan ide yang baik untuk melakukan detox saat hamil.

Detoks dengan suplemen herbal

Detoksifikasi dengan suplemen herbal juga tidak baik dilakukan. Banyak suplemen herbal yang tidak aman dipakai selama kehamilan. Walaupun herbal atau alami dari tumbuh-tumbuhan, namun tetap saja mengandung bahan kimia yang mungkin tidak aman untuk janin yang sedang berkembang. Pemakaian herbal dalam jumlah besar juga tidak baik. Contohnya saja, herbal seperti ketumbar dan peterseli dapat meningkatkan risiko keguguran di awal kehamilan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Detoks saat hamil juga bisa memungkinkan bayi menerima racun yang dibuang oleh tubuh ibu. Racun dari sel-sel tubuh ibu dilepaskan ke aliran darah, aliran darah yang mengandung racun ini bisa saja mengalir ke dalam tubuh bayi melalui plasenta. Selain itu, detox saat hamil juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi pada ibu hamil. Detoksifikasi memungkinkan banyak cairan tubuh keluar melalui keringat, urin, dan feses, sehingga ibu hamil berisiko mengalami kehilangan banyak cairan. Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan dalam tubuh ibu hamil.

Yang bisa Anda lakukan untuk membantu detoksifikasi tubuh

Jika Anda ingin membantu tubuh dalam membuang racun, Anda bisa melakukannya dengan mengubah pola hidup Anda. Makan makanan sehat dan melakukan olahraga adalah cara terbaik. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu tubuh dalam membuang racun adalah:

  • Minum setidaknya 8 gelas per hari untuk membantu tubuh membuang racun melalui urin, feses, dan keringat.
  • Banyak makan makanan berserat, seperti sayur dan buah. Serat dapat menjaga usus besar Anda tetap bersih.
  • Lakukan olahraga minimal 30 menit dalam sehari. Hal ini membantu mengedarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Telat haid dan mual-mual adalah tanda-tanda hamil yang paling umum. Namun, tahukah Anda, mimisan dan sakit kepala juga termasuk ciri-ciri hamil muda?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Aborsi boleh saja dilakukan apabila ada indikasi medis. Apa saja pilihan cara menggugurkan kandungan yang aman? Simak selengkapnya di halaman ini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
cat kuku kutek

Informasi Seputar Cat Kuku dan Dampaknya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
program dan cara cepat hamil

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit