Awas, Ibu Hamil Tak Boleh Minum Susu Mentah. Ini Bahayanya!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Minum susu bukan hanya menjadi pelengkap untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi ibu hamil, tetapi juga mempunyai peran penting dalam menyediakan zat gizi penting yang diperlukan janin.  Tapi, bagaimana dengan susu mentah, apakah aman bagi ibu hamil? 

Apa itu susu mentah?

Susu mentah atau raw milk adalah susu dari sapi, kambing, domba, atau binatang perah lainnya yang belum diproses atau dipasteurisasi. Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan yang berkisar dari suhu 70-75 derajat celcius selama beberapa detik untuk membunuh bakteri jahat yang bisa menyebabkan penyakit di dalam susu.

Kebanyakan orang menganggap susu mentah yang langsung dikonsumsi dari hewan perah bisa mempertahankan nutrisi penting yang hilang dalam proses pasteurisasi. Ada juga yang mengatakan jika susu mentah lebih mudah dicerna, dan membantu membangun kekebalan tubuh secara alami.

Meski begitu, para ahli sudah memperingatkan bahwa susu mentah berpotensi mengandung bakteri. Susu mentah bisa membawa bakteri berbahaya dan kuman lainnya yang dapat membuat Anda lebih rentan mengalami diare, kram perut, dan bahkan muntah. Pada kasus yang jarang terjadi, konsumsi susu mentah juga bisa mengganggu ginjal, menimbulkan kelumpuhan bahkan kematian.

Lembaga pengawasan makanan di Amerika Serikat (FSA atau The Food Standards Agency) telah memperingatkan bahaya mengonsumsi susu yang belum diolah. Selain itu, sebuah studi juga telah mengklaim bahwa susu mentah membuat orang 100 kali lebih mungkin mengalami sakit dibandingkan mereka yang mengkonsumsi susu yang telah dipasteurisasi.

Bolehkah ibu hamil minum susu mentah?

Jelas, jawabannya adalah tidak. Tidak aman bagi ibu hamil untuk minum susu mentah yang belum diolah atau tidak dipasteurisasi. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk tidak mengonsumsi susu jenis ini dan juga produk makanan yang terbuat dari susu yang belum dipasteurisasi.

Tidak hanya wanita hamil saja, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan Departemen Pertanian Amerika Serikat, bayi dan anak-anak juga sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi susu mentah yang belum dipasteurisasi karena berisiko tinggi terkena penyakit serius yang bisa mengancam jiwa.

Apa saja risiko yang ditimbulkan jika ibu hamil minum susu mentah?

American Academy of Pediatrics juga mengatakan jika wanita hamil yang minum susu mentah akan berisiko lebih tinggi terkena infeksi ToksoplasmosisToksoplasmosis adalah infeksi pada manusia yang ditimbulkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Jika parasit tersebut menyerang pada ibu hamil, maka  si ibu akan lebih rentan mengalami masalah keguguran, kelahiran mati, atau toksoplasmosis kongenital yang menimbulkan kerusakan otak, gangguan pendengaran, dan gangguan penglihatan pada bayi pada saat atau beberapa bulan atau tahun setelah dilahirkan.

Selain itu, susu mentah yang tidak dipasteurisasi juga bisa membawa mikroba penyebab penyakit. Misalnya listeria monocytogenes penyebab infeksi bakteri yang disebut Listeriosis. Meskipun listeriosis relatif jarang terjadi, namun infeksi bisa sangat mematikan bagi ibu hamil. Pasalnya infeksi ini bisa menyebabkan bayi lahir mati atau keguguran serta kelahiran prematur. Sedangkan dua per tiga bayi yang terinfeksi listeriosis dari ibunya sangat mungkin mengalami sepsis, pneumonia dan meningitis. 

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Susu Sapi vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Bernutrisi?

Susu kedelai merupakan salah satu alternatif terbaik untuk susu sapi. Namun, sebenarnya mana yang lebih unggul soal nutrisi keduanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Fakta Gizi, Nutrisi 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tanda-Tanda Keguguran yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Keguguran rentan menyerang kehamilan di usia muda atau trimester pertama. Berikut tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Pilihan Obat Sembelit yang Aman Diminum Ibu Hamil

Obat sembelit cukup ampuh mengatasi susah BAB. Apa saja obat pencahar yang aman diminum ibu hamil untuk mengatasi sembelit?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
vitamin E untuk kesuburan

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
proses terjadinya kehamilan atau pembuahan

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit