Apakah Fibroid Rahim Berbahaya Bagi Kehamilan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Fibroid rahim adalah kondisi tumbuhnya tumor jinak pada bagian dalam dinding rahim. Kebanyakan wanita tidak mengeluhkan adanya komplikasi fibroid rahim terhadap kehamilan yang gawat atau bahaya. Namun, sebuah penelitian pada tahun 2010 menemukan bahwa 10-30% wanita dengan fibroid rahim mengalami komplikasi selama hamil.

Bahaya fibroid rahim terhadap kesehatan ibu dan janin

Sebanyak 1 dari 5 orang wanita berusia 25-44 tahun mengalami pertumbuhan fibroid pada rahim. Sayangnya, kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak wanita tidak menyadarinya.

Anda baru dapat mendeteksi adanya tumor ketika menjalani pemeriksaan panggul atau USG.

Pertumbuhan fibroid rahim dapat terjadi sebelum atau selama kehamilan. Ukurannya bisa membesar, bahkan mencapai lebih dari 5 cm selama dua trimester akhir.

Pada beberapa wanita, fibroid rahim juga dapat mengecil atau hilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

Fibroid rahim pada dasarnya tidak membawa bahaya yang besar bagi ibu dan janin. Namun, risiko sejumlah komplikasi memang dapat meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan.

Berikut adalah beberapa masalah kehamilan yang berkaitan dengan fibroid rahim, berdasarkan usia kehamilan:

1. Trimester pertama

kehamilan trimester 1 pertama

Fibroid rahim biasanya tidak langsung tumbuh begitu Anda hamil. Tumor ini akan berkembang selama tiga bulan pertama kehamilan.

Tumor membutuhkan hormon estrogen untuk bisa tumbuh. Pada usia kehamilan inilah produksi hormon estrogen pada tubuh Anda meningkat.

Pertumbuhan fibroid rahim pada trimester pertama dapat menimbulkan gejala berupa nyeri atau perdarahan pada beberapa wanita.

Sebanyak 30 persen wanita hamil yang memiliki fibroid rahim bahkan mengalami perdarahan dan nyeri sekaligus.

Salah satu bahaya dari fibroid rahim yang mungkin terjadi pada usia ini adalah keguguran. Kondisi ini diketahui dapat meningkatkan risiko keguguran hingga sebanyak 14 persen.

Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut karena studi yang dilakukan oleh Vanderbilt University pada tahun 2017 justru menyatakan bahwa fibroid rahim tidak meningkatkan risiko keguguran.

2. Trimester kedua dan ketiga

Selama trimester kedua dan ketiga, rahim terus mengembang agar janin memiliki cukup ruang untuk bertumbuh.

Perkembangan rahim lambat laun menekan fibroid pada rahim dan menyebabkan sejumlah dampak bagi kehamilan.

Fibroid rahim tidak membawa bahaya yang berpengaruh besar terhadap kesehatan ibu. Namun, Anda bisa saja merasakan nyeri pada area panggul.

Fibroid rahim yang berukuran besar terkadang dapat bergeser atau terpelintir sehingga menimbulkan kram dan rasa tidak nyaman.

Selain itu, pertumbuhan tumor jinak pada rahim ini juga dapat meningkatkan risiko terlepasnya plasenta dari dinding rahim.

Plasenta seharusnya baru terlepas dari rahim saat Anda melahirkan. Jika terlepas lebih awal, janin berisiko mengalami kekurangan oksigen dan Anda dapat mengalami perdarahan.

3. Selama dan setelah melahirkan

induksi-persalinan
Baby being born via Caesarean Section coming out

Fibroid rahim dapat meningkatkan kemungkinan bayi lahir lebih awal atau lahir dalam posisi sungsang.

Besar kemungkinan dokter menyarankan operasi cesar bila fibroid rahim menghambat kontraksi rahim atau menghalangi jalan keluar bayi.

Ukuran fibroid rahim baru akan mengecil setelah 3-6 bulan pascapersalinan. Apabila Anda merencanakan kehamilan selanjutnya, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dulu.

Bahaya fibroid rahim mungkin tidak berakibat fatal, tapi kondisi ini dapat menimbulkan berbagai masalah selama kehamilan.

Itu sebabnya dokter kandungan selalu menyarankan agar wanita yang memiliki fibroid rahim menjalani pengobatan terlebih dulu sebelum kembali hamil.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca