Apakah Fibroid Rahim Berbahaya Bagi Kehamilan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10/05/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Fibroid rahim adalah kondisi tumbuhnya tumor jinak pada bagian dalam dinding rahim. Kebanyakan wanita tidak mengeluhkan adanya komplikasi fibroid rahim terhadap kehamilan yang gawat atau bahaya. Namun, sebuah penelitian pada tahun 2010 menemukan bahwa 10-30% wanita dengan fibroid rahim mengalami komplikasi selama hamil.

Bahaya fibroid rahim terhadap kesehatan ibu dan janin

Sebanyak 1 dari 5 orang wanita berusia 25-44 tahun mengalami pertumbuhan fibroid pada rahim. Sayangnya, kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak wanita tidak menyadarinya.

Anda baru dapat mendeteksi adanya tumor ketika menjalani pemeriksaan panggul atau USG.

Pertumbuhan fibroid rahim dapat terjadi sebelum atau selama kehamilan. Ukurannya bisa membesar, bahkan mencapai lebih dari 5 cm selama dua trimester akhir.

Pada beberapa wanita, fibroid rahim juga dapat mengecil atau hilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

Fibroid rahim pada dasarnya tidak membawa bahaya yang besar bagi ibu dan janin. Namun, risiko sejumlah komplikasi memang dapat meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan.

Berikut adalah beberapa masalah kehamilan yang berkaitan dengan fibroid rahim, berdasarkan usia kehamilan:

1. Trimester pertama

kehamilan trimester 1 pertama

Fibroid rahim biasanya tidak langsung tumbuh begitu Anda hamil. Tumor ini akan berkembang selama tiga bulan pertama kehamilan.

Tumor membutuhkan hormon estrogen untuk bisa tumbuh. Pada usia kehamilan inilah produksi hormon estrogen pada tubuh Anda meningkat.

Pertumbuhan fibroid rahim pada trimester pertama dapat menimbulkan gejala berupa nyeri atau perdarahan pada beberapa wanita.

Sebanyak 30 persen wanita hamil yang memiliki fibroid rahim bahkan mengalami perdarahan dan nyeri sekaligus.

Salah satu bahaya dari fibroid rahim yang mungkin terjadi pada usia ini adalah keguguran. Kondisi ini diketahui dapat meningkatkan risiko keguguran hingga sebanyak 14 persen.

Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut karena studi yang dilakukan oleh Vanderbilt University pada tahun 2017 justru menyatakan bahwa fibroid rahim tidak meningkatkan risiko keguguran.

2. Trimester kedua dan ketiga

Selama trimester kedua dan ketiga, rahim terus mengembang agar janin memiliki cukup ruang untuk bertumbuh.

Perkembangan rahim lambat laun menekan fibroid pada rahim dan menyebabkan sejumlah dampak bagi kehamilan.

Fibroid rahim tidak membawa bahaya yang berpengaruh besar terhadap kesehatan ibu. Namun, Anda bisa saja merasakan nyeri pada area panggul.

Fibroid rahim yang berukuran besar terkadang dapat bergeser atau terpelintir sehingga menimbulkan kram dan rasa tidak nyaman.

Selain itu, pertumbuhan tumor jinak pada rahim ini juga dapat meningkatkan risiko terlepasnya plasenta dari dinding rahim.

Plasenta seharusnya baru terlepas dari rahim saat Anda melahirkan. Jika terlepas lebih awal, janin berisiko mengalami kekurangan oksigen dan Anda dapat mengalami perdarahan.

3. Selama dan setelah melahirkan

induksi-persalinan
Baby being born via Caesarean Section coming out

Fibroid rahim dapat meningkatkan kemungkinan bayi lahir lebih awal atau lahir dalam posisi sungsang.

Besar kemungkinan dokter menyarankan operasi cesar bila fibroid rahim menghambat kontraksi rahim atau menghalangi jalan keluar bayi.

Ukuran fibroid rahim baru akan mengecil setelah 3-6 bulan pascapersalinan. Apabila Anda merencanakan kehamilan selanjutnya, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dulu.

Bahaya fibroid rahim mungkin tidak berakibat fatal, tapi kondisi ini dapat menimbulkan berbagai masalah selama kehamilan.

Itu sebabnya dokter kandungan selalu menyarankan agar wanita yang memiliki fibroid rahim menjalani pengobatan terlebih dulu sebelum kembali hamil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-Hati, Banjir Bisa Berdampak Buruk Terhadap Kesehatan Ibu Hamil

Untuk ibu hamil, banjir memiliki dampak yang tak bisa disepelekan. Agar tak sampai membahayakan janin, yuk ketahui dampak apa saja yang bisa muncul.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 03/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Hati-Hati, Mirror Syndrome Bisa Mengintai Kesehatan Ibu dan Janin

Mirror syndrome terjadi akibat penumpukan cairan pada janin dan preeklamsia pada ibu hamil. Sebelum terkambat, ada langkah antisipatif yang bisa ditempuh.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 10/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Ragam Penyebab Pusing Saat Hamil Pada Tiap Trimester

Pusing dan kepala berkunang-kunang hanyalah satu dari banyaknya perubahan yang lazim terjadi saat hamil. Lantas, apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 10/10/2019 . Waktu baca 3 menit

Abortus Imminens, Ancaman Keguguran yang Perlu Diwaspadai Saat Hamil Muda

Abortus imminens adalah perdarahan vagina berupa flek cokekat saat usia kehamilan kurang dari 20 minggu. Apa bahayanya dan bisakah dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 31/03/2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . Waktu baca 8 menit
fibroid rahim dan pcos

Apa Bedanya Fibroid Rahim dan Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 08/04/2020 . Waktu baca 4 menit
dampak memelihara hewan selama hamil

Hati-hati, Ini Risiko Memelihara Hewan Selama Hamil

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020 . Waktu baca 5 menit
melahirkan normal setelah miomektomi

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020 . Waktu baca 4 menit