Amankah Penggunaan Minyak Esensial Bagi Ibu Hamil?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Minyak esensial atau sering disebut juga minyak atsiri merupakan bahan yang diekstraksi dari tanaman. Minyak ini tergolong kuat sehingga penggunaannya harus sesuai aturan. Pastikan Anda mendapat minyak berkualitas tinggi dari penjual yang terpercaya.

Minyak esensial biasa digunakan untuk berbagai keperluan, seperti minyak aromaterapi sebagai terapi komplementer. Selain itu, minyak esensial dapat diencerkan dengan menggunakan base oil untuk pijat atau dimasukkan ke dalam vaporizer untuk pengharum ruangan. Minyak esensial pada dasarnya mengandung bahan kimia yang dapat diserap ke dalam tubuh.

Minyak esensial yang terserap ke dalam tubuh bekerja seperti obat-obatan. Karena mengandung molekul yang sangat kecil, minyak ini mungkin akan masuk melewati plasenta dan mencapai sirkulasi janin dalam kandungan. Secara umum, minyak ini aman digunakan oleh ibu hamil selama tetap berhati-hati selama menggunakannya/

Belum ada dampak spesifik dari penggunaan minyak esensial terhadap bayi dalam kandungan karena tes uji hanya baru dilakukan pada hewan dengan hasil yang bervariasi.

Banyak ibu hamil yang mengakui bahwa aromaterapi dapat meredakan rasa tidak nyaman selama kehamilan, seperti sakit punggung, mual atau bengkak pada pergelangan kaki.

Sebelum menggunakan minyak aromaterapi, ikuti tindakan pencegahan berikut:

  • Gunakan paling banyak satu tetes minyak esensial untuk sekali terapi
  • Hindari penggunaan satu jenis minyak dalam jangka waktu yang panjang, misalnya setiap hari selama beberapa minggu
  • Encerkan minyak esensial dengan satu sendok teh (5 ml) base oil sebelum menambahkannya ke dalam bak mandi atau mengoleskannya langsung pada kulit. Minyak biji anggur (grapeseed)atau almond manis dapat menggantikan peran base oil.
  • Anda bisa menambah beberapa tetes minyak esensial ke dalam vaporizer, namun jangan biarkan minyak menguap selama lebih dari 10 atau 15 menit setiap jam. Jika terlalu lama, bau yang ditimbulkan bisa sangat kuat dan menimbulkan rasa mual.
  • Sebaiknya gunakan minyak esensial setelah usia kandungan melewati trimester pertama. Sebelum memutuskan untuk menggunakan minyak di trimester pertama, konsultasikan dengan ahli aromaterapi yang khusus menangani ibu hamil.

Minyak apa saja yang aman bagi ibu hamil?

Selama kondisi kehamilan Anda tidak bermasalah, Anda diperbolehkan untuk menggunakan:

  • Minyak citrus, seperti jeruk dan neroli
  • German chamomile
  • Lavender
  • Frankincense
  • Black pepper
  • Peppermint
  • Ylang ylang
  • Eucalyptus
  • Bergamot
  • Cypress
  • Tea tree oil (sebelum persalinan)
  • Geranium
  • Spearmint

Minyak apa saja yang tidak aman bagi ibu hamil?

Ketika hamil, hindari penggunaan jenis minyak, seperti:

  • Pala, memiliki efek halusinogen dan bereaksi dengan obat penghilang rasa sakit dalam persalinan
  • Rosemary, dianggap sebagai pemicu tekanan darah dan kontraksi
  • Basil, diduga membantu perkembangan sel abnormal
  • Melati dan clary sage, dapat memicu kontraksi
  • Sage dan mawar, dapat menyebabkan perdarahan di dalam uterus (rahim)
  • Juniper berry, dapat mempengaruhi fungsi ginjal

Minyak laurel, angelica, thyme, jintan, adas manis, serai dan daun kayu manis juga harus dihindari karena dapat merangsang kontraksi.

Masih ada kesimpangsiuran mengenai keamanan minyak lavender bagi ibu hamil. Lavender dapat digunakan pada wanita untuk merangsang haid agar teratur. Memang penggunaan minyak lavender ketika hamil belum tentu meningkatkan risiko keguguran. Namun untuk menghindari segala kemungkinan, sebaiknya Anda menunggu sampai usia kandungan menginjak trimester kedua sebelum menggunakan minyak ini.

Clary sage dapat digunakan untuk merangsang kontraksi pada ibu yang persalinannya telat. Namun, perawatan ini hanya boleh dilakukan oleh bidan ahli karena penggunaan minyak yang berlebihan dapat membuat kontraksi terlalu kuat.

Beberapa kondisi medis melarang ibu hamil untuk menggunakan minyak esensial dalam jenis apapun. Hindari penggunaan minyak esensial apabila Anda memiliki:

  • Riwayat keguguran
  • Pendarahan vagina pada masa kehamilan
  • Epilepsi
  • Gangguan jantung
  • Diabetes, pembekuan darah, atau penyakit tiroid, hati atau ginjal

Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter atau bidan sebelum menggunakan minyak esensial.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

    Sedang mencoba hamil tapi belum berhasil juga? Hal ini kemungkinan disebabkan pelumas seks alias lubrikan yang membuat susah hamil.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

    Pernapasan pertama yang bayi lakukan adalah saat bayi menangis ketika dilahirkan. Lalu bagaimana caranya bayi bernafas dalam kandungan?

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit

    Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

    Sebagai perempuan, Anda memiliki rasa kekhawatiran akan penampilan Anda meski saat hamil. Namun, bolehkah ibu menjalani diet saat hamil?

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

    Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

    Kebanyakan kasus kepala bayi terbentur tidak bersifat fatal. Untuk membantu pemulihan dan menangani luka yang muncul di rumah, perhatikan panduan berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    minum antidepresan saat hamil

    Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    korset perut setelah melahirkan

    Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    perkembangan janin 14 minggu

    Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

    Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit