home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Aromaterapi Saat Hamil, Apa Saja yang Harus Dihindari?

Aromaterapi Saat Hamil, Apa Saja yang Harus Dihindari?

Menikmati aromaterapi saat hamil mungkin menjadi pilihan beberapa ibu untuk membuat dirinya rileks dan tenang saat masa kehamilan. Aromaterapi sendiri adalah jenis terapi yang menggunakan berbagai minyak esensial atau minyak astiri yang terbuat dari berbagai jenis tumbuhan. Tetapi apakah aman menggunakan minyak-minyak tersebut ketika hamil? Apakah aromaterapi saat hamil diperbolehkan? Apakah ada dampak atau efek samping yang ditimbulkan jika melakukan aromaterapi saat hamil?

Apakah aman melakukan aromaterapi saat hamil?

Dalam beberapa penelitian bahkan telah dibuktikan jika aromaterapi dapat membantu ibu hamil dan mengatasi beberapa gejala yang mungkin timbul pada masa kehamilan. Aromaterapi saat hamil memiliki efek samping yang baik, seperti:

  • Meringankan gejala mual dan muntah yang sering terjadi pada ibu hamil
  • Meredakan kegelisahan dan kecemasan ibu saat hamil
  • Membuat diri menjadi tenang, rileks, dan tidak tertekan selama kehamilan

Jika Anda mengalami gejala seperti mula, muntah, pusing, cobalah untuk melakukan aromaterapi dengan menghirup beberapa minyak dengan aroma yang menyegarkan seperti minyak lemon atau pun minyak mint. Dalam beberapa penelitian kedua minyak tersebut terbukti mampu meringankan gejala mual yang sering diderita oleh ibu hamil.

Selain itu, minyak dengan aroma jeruk manis dapat membantu ibu hamil yang mengalami sembelit dan maag. Sementara aroma lavender bisa membantu ibu hamil tidur lebih nyenyak. Memijat dengan minyak esensial dapat membuat seorang ibu menjadi lebih rileks dan hal ini bisa menjadi pilihan yang terbaik untuk menghilangkan stres. Pijatan yang lembut serta aroma minyak yang wangi merangsang hormon bahagia pada tubuh ibu hamil.

Kapan ibu bisa melakukan aromaterapi saat hamil?

Sebaiknya, Anda melakukan aromaterapi saat hamil setelah kehamilan Anda melewati trimester pertama. Apabila Anda ingin menggunakannya lebih awal, Anda harus membicarakan hal tersebut pada dokter ahli atau tenaga profesional. Tidak boleh dilakukan pada awal kehamilan karena menghirup aroma minyak pada usia tersebut dapat menimbulkan kontraksi yang bisa meningkatkan keguguran dan lahir prematur.

Selain itu, Anda perlu mengetahui jenis minyak esensial yang baik dan buruk digunakan untuk aromaterapi saat hamil. Anda juga perlu mengetahui kondisi kesehatan Anda, karena beberapa kondisi medis yang Anda alami membuat Anda tidak bisa melakukan aromaterapi saat hamil, seperti

  • Mempunyai riwayat tekanan darah rendah atau tekanan darah tinggi
  • Mengalami diabetes
  • bermasalah pada kelenjar tiroid
  • memiliki riwayat epilepsi, dan alergi pada kulit

Minyak esensial apa saja yang boleh digunakan jika melakukan aromaterapi saat hamil?

Terdapat beberapa jenis minyak esensial yang dapat bermanfaat untuk ibu hamil saat masa kehamilan maupun saat proses persalinan. Ada beberapa riset yang menunjukkan bahwa menghirup aromaterapi saat persalinan juga dapat meringankan rasa sakit serta memperlancar proses persalinan. Minyak esensial yang aman digunakan saat masa kehamilan hingga persalinan adalah:

  • Roman chamomile
  • Jahe
  • Lavender
  • Mandarin
  • Lemon rass
  • Clary sage
  • Geranium
  • Eucalyptus
  • Bergamot
  • Cypress
  • Black pepper
  • German chamomile
  • Citrus, seperti jeruk dan neroli

Minya esensial apa saja yang tidak aman digunakan ketika hamil?

Ternyata, tidak semua minyak atsiri atau minyak esensial aman untuk digunakan saat hamil, seperti contohnya:

  • Rosemary, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan menimbulkn kontraksi dini
  • Basil, dapat memicu perkembangan sel yang tidak normal pada janin
  • Mawar dan sage, bisa menyebabkan perdarahan
  • Citronella, menimbulkan kontraksi pada ibu hamil
  • Pala, memiliki efek halusinogen dan bereaksi dengan obat penghilang rasa sakit dalam persalinan
  • Juniper berry, dapat mempengaruhi fungsi ginjal janin.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Baby Center. (2017). Aromatherapy in pregnancy. [online] BabyCentre. Available at: http://www.babycentre.co.uk/a1038554/aromatherapy-in-pregnancy#section3  [Accessed 1 Feb. 2017].

Mackay, W. (2017). Aromatherapy in Pregnancy (Pregnancy, Birth and Beyond). [online] Pregnancy.com.au. Available at: http://www.pregnancy.com.au/pregnancy-information/natural-pregnancy/aromatherapy-in-pregnancy.shtml  [Accessed 1 Feb. 2017].

Netmums. (2016). Aromatherapy oils in pregnancy – your need-to-know guide. [online] Available at: https://www.netmums.com/pregnancy/aromatherapy-oils-in-pregnancy—your-need-to-know  [Accessed 1 Feb. 2017].


Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 09/02/2017
x