home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Masalah Kesehatan yang Mungkin Dihadapi Jika Anda Suka Naik Gunung

7 Masalah Kesehatan yang Mungkin Dihadapi Jika Anda Suka Naik Gunung

Mendaki gunung memerlukan persiapan ekstra karena Anda akan menjelajahi hutan dengan memikul beban berat. Tapi selain mempersiapkan diri, Anda juga harus menyadari risiko kesehatan yang mungkin terjadi selama di gunung dan memastikan bahwa Anda selalu siap untuk aktivitas apapun yang Anda lakukan di atas sana. Berikut adalah tujuh masalah kesehatan yang mungkin muncul saat naik gunung yang harus Anda waspadai.

Berbagai risiko kesehatan dari naik gunung

1. Hipotermia

Selama mendaki gunung, Anda akan terus terpapar suhu dingin, terpaan angin berat, dan curah hujan yang tidak bisa diprediksi. Pada dasarnya, paparan suhu dingin yang berkelanjutan dari lingkungan luar yang lebih rendah daripada suhu tubuh dapat menyebabkan hipotermia, jika pakaian Anda tidak tepat atau Anda tidak dapat mengontrol kondisi tubuh.

Tubuh menggigil mungkin merupakan gejala hipotermia pertama yang Anda rasakan saat suhu mulai turun karena menggigil adalah respon pertahanan otomatis tubuh Anda untuk menghangatkan diri.

Pada awalnya, menggigil biasanya diikuti dengan kelelahan, sedikit kebingungan, kurang koordinasi, bicara melantur, napas cepat, dan kulit dingin atau pucat. Tapi ketika suhu tubuh Anda turun terlalu rendah hingga di bawah 35ºC, jantung, sistem saraf, dan organ tubuh lain tidak dapat bekerja secara optimal.

Jika tidak ditangani secepatnya, hipotermia bisa mengancam nyawa karena menyebabkan syok dan kegagalan total pada fungsi jantung dan sistem pernapasan.

2. Vertigo

Vertigo adalah perasaan goyah atau sensasi berputar saat tubuh tidak bergerak atau tidak ada gerakan di sekitar, atau gerakan tubuh yang tidak wajar untuk merespons gerakan lainnya. Misalnya, berada di ketinggian, melihat ke bawah dari tempat yang tinggi, atau menatap jauh ke titik/benda tinggi bisa menyebabkan sensasi kepala kliyengan khas vertigo.

Salah satu masalahnya terletak pada telinga bagian dalam. Telinga bagian dalam membantu mengatur keseimbangan tubuh. Bila ini tidak bekerja dengan baik, Anda bisa merasa pusing berputar atau goyah. Anda mungkin juga mengalami masalah pendengaran atau gejala pusing yang meningkat saat kepala dimiringkan pada posisi tertentu.

Sensasi kepala berputar bisa berbahaya saat terjadi di atas gunung karena dapat dengan mudah menyebabkan disorientasi. Cara terbaik untuk menghindari vertigo di gunung adalah dengan tidak naik gunung jika Anda memiliki sakit kepala, migrain, meriang, atau alergi yang belum terobati.

3. Telinga berdenging (Tinnitus)

Tinnitus adalah gangguan telinga berdenging tanpa henti. Seperti halnya dengan vertigo, jika Anda nekat naik gunung saat sakit kepala atau memiliki masalah telinga lainnya, Anda dapat berisiko mengalami hal ini.

Saat Anda berada di ketinggian ribuan kilometer, tekanan udara dari luar akan meremas udara di liang telinga, menyebabkan sensasi tekanan dan rasa sakit dalam kepala dan telinga. Anda harus menyamakan tekanan dalam ruangan ini dengan berbagai metode, seperti mencubit lubang hidung Anda sembari dengan lembut meniup hidung Anda. Jika Anda benar melakukan ini, Anda dapat menahan peningkatan tekanan tanpa masalah.

Namun, kemacetan sinus yang disebabkan oleh pilek, flu, atau, alergi dapat mengganggu kemampuan Anda untuk menyamakan tekanan sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada gendang telinga.

4. Barotrauma

Barotrauma bisa menyerang pendaki gunung ketika mereka berada di ketinggian lebih dari 2 ribu meter di atas permukaan laut. Barotrauma mengacu pada cedera yang disebabkan oleh peningkatan drastis tekanan udara atau air, seperti saat naik gunung atau menyelam. Barotrauma telinga adalah jenis yang paling umum terjadi.

Perubahan tekanan menciptakan ruang hampa udara di telinga tengah yang menarik gendang telinga ke dalam. Hal ini bisa menyebabkan rasa sakit dan bisa meredam suara. Telinga Anda akan terasa penuh sesak dan Anda mungkin merasa seolah-olah Anda perlu meledakkan “balon udara” dalam telinga itu. Sensasi yang sama juga umum terjadi saat Anda berada di pesawat terbang.

Pada kasus barotrauma yang lebih parah, telinga tengah bisa terisi dengan cairan bening saat tubuh mencoba menyamakan tekanan di kedua sisi gendang telinga. Cairan ini diambil dari pembuluh darah di lapisan telinga bagian dalam, dan hanya bisa mengalir jika tabung eustachius terbuka. Cairan di balik gendang telinga disebut otitis media serosa. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit dan kesulitan mendengar yang mirip dengan infeksi telinga tengah.

5. Mountain Sickness (AMS)

Mountain sickness (AMS) terjadi saat pendaki berada atau bermalam di ketinggian tertentu, terutama di ketinggian antara 2400 hingga 3000 meter di atas permukaan laut (mdpl). AMS bisa terjadi pada siapapun, terlepas dari usianya. Namun begitu, beberapa penelitian menyatakan AMS lebih sering menyerang perempuan dibanding pria. AMS disebabkan oleh penurunan kadar oksigen dan tekanan udara yang semakin berkurang saat mendaki ke tempat yang lebih tinggi.

Gejala dan tanda dari AMS biasanya timbul dalam waktu beberapa jam sampai 1 hari, bisa berupa gejala yang ringan sampai berat. Gejala AMS meliputi sakit kepala, pusing, kelelahan, sering terbangun saat tidur, kehilangan nafsu makan, hingga mual dan muntah.

AMS mungkin akan muncul kembali jika Anda naik ke ketinggian yang lebih tinggi lagi. Semakin tinggi dakian, semakin tipis pula kadar oksigennya. Apabila tidak ditangani dengan baik, AMS bisa berakibat fatal dan menyebabkan edema pada otak dan paru.

6. Edema paru dataran tinggi (HAPE/High Altitude Pulmonary Edema)

Edema paru dataran tinggi (HAPE) adalah salah satu komplikasi dari AMS saat naik gunung. Edema paru disebabkan oleh adanya penumpukan cairan berlebih di paru-paru. HAPE mungkin muncul dengan sendirinya tanpa diikuti gejala AMS terlebih dulu (ini terjadi di lebih dari 50% kasus). HAPE adalah penyakit ketinggian yang paling mematikan, namun seringkali disalahpahami sebagai pneumonia.

Tanda HAPE yang paling penting untuk diwaspadai adalah sesak napas. Selain itu, kelelahan, lemas, dan batuk kering juga bisa menjadi tanda peringatan dini dari kondisi ini. HAPE dapat berkembang dengan sangat cepat, sekitar 1-2 jam, atau secara bertahap hanya dalam sehari.

Kondisi ini sering menampakkan diri pada malam kedua di ketinggian yang baru. HAPE juga dapat muncul ketika Anda turun dari ketinggian. HAPE lebih mungkin terjadi pada orang yang pilek atau punya infeksi dada.

7. Edema otak dataran tinggi (HACE/High Altitude Cerebral Edema)

Edema otak terjadi ketika ada penumpukan cairan berlebih di otak Anda. Kasus HAPE yang parah dapat berlanjut menjadi HACE, alias edema otak. Tapi HACE mungkin muncul dengan sendirinya tanpa didahului oleh gejala HAPE atau AMS.

Tanda dan gejala HACE termasuk sakit kepala parah yang tidak membaik dengan obat, kehilangan koordinasi tubuh (ataksia) misalnya sulit berjalan atau mudah jatuh, tingkat kesadaran menurun (sulit mengingat, kebingungan, mengantuk, bengong/setengah sadar), mual dan muntah, penglihatan kabur, hingga halusinasi.

HACE seringnya muncul ketika pendaki gunung berada di ketinggian dalam beberapa hari terakhir. Turun gunung adalah pengobatan yang paling efektif dari HACE dan HAPE, dan hal ini tidak boleh ditunda.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hypothermia http://www.nhs.uk/Conditions/Hypothermia/Pages/Introduction.aspx accessed June 16 2017

Altitude Sickness http://www.altitude.org/altitude_sickness.php accessed June 16 2017

Patient information: High altitude illness (including mountain sickness) (Beyond the Basics). http://www.uptodate.com/contents/high-altitude-illness-including-mountain-sickness-beyond-the-basics accessed June 16 2017

Mountain Climbing Safety http://www.healthline.com/health/mountain-climbing-safety#altituderelated-illnesses3 accessed June 16 2017

Vertigo: Causes, Symptoms & Treatment https://www.livescience.com/54885-vertigo.html accessed June 16 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x