Sering Olahraga Lari? Lindungi Kaki Anda Dengan Perawatan Wajib Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Selain menyehatkan tubuh, olahraga lari juga banyak digemari karena bisa membuat badan dan pikiran Anda segar. Bila Anda sering berolahraga lari, entah itu maraton atau sekadar jogging, Anda pasti pernah mengalami beberapa keluhan khas seperti kaki pegal, muncul kapalan, atau kaki jadi bau kurang sedap. Nah, itu tandanya Anda perlu memulai perawatan kaki khusus supaya Anda bisa tetap berolahraga dengan kaki yang sehat.

Tak cuma memilih sepatu dan kaus kaki yang tepat untuk lari, Anda harus melindungi kaki dengan perawatan wajib berikut ini.

1. Lepas sepatu dan kaus kaki setelah lari

Setelah Anda selesai berolahraga, jangan berlama-lama mengenakan sepatu dan kaus kaki yang Anda sedang dipakai. Segera lepas sepatu dan kaus kaki, ganti dengan sandal yang cukup memberikan sirkulasi udara buat kaki Anda. Pasalnya, sepatu dan kaus kaki yang lembap dan berkeringat setelah Anda lari akan jadi tempat yang ideal untuk pertumbuhan bakteri.

2. Cuci kaki

Untuk menjaga kebersihan kaki dan kuku kaki Anda, rajinlah mencuci kaki setiap hari. Baik itu setelah olahraga lari atau setelah bepergian. Cuci kaki Anda dengan air bersih dan sabun. Pastikan Anda menjangkau setiap sela-sela jemari. Keringkan sampai tuntas dengan handuk. Cuci kaki dapat mencegah pertumbuhan bakteri penyebab bau kaki tak sedap.

3. Rajin potong kuku

Jangan biarkan kuku jari kaki Anda tumbuh terlalu panjang. Kuku yang terlalu panjang bisa menyebabkan cedera saat Anda berlari. Anda juga lebih berisiko mengalami cantengan. Potong dan rapikan kuku kaki Anda dengan gunting kuku yang cukup tajam setiap beberapa minggu sekali.  

4. Rendam kaki

Untuk meredakan nyeri otot di kaki sekaligus mencegah bau kaki tak sedap karena bakteri, Anda bisa merendam kaki dengan air hangat yang dicampur larutan garam dan minyak esensial lavender. Garam dan minyak lavender bisa membantu melawan infeksi dan peradangan pada kaki. Anda bisa melakukan perawatan kaki ini sebelum tidur selama kira-kira dua puluh menit.

5. Cegah tumit kering

Karena gesekan dan tekanan selama Anda lari, tumit atau telapak kaki Anda mungkin jadi kering dan kapalan. Hati-hati karena hal tersebut bisa meningkatkan risiko infeksi dan luka. Untuk mengatasi dan mencegah tumit kering, silakan oleskan krim pelembap khusus kaki seusai mandi atau cuci kaki.

6. Kompres dingin

Banyak pelari mengeluhkan kaki jadi bengkak atau nyeri. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengompres bagian yang bengkak, nyeri, atau pegal dengan kompres es. Namun, jangan langsung menempelkan es batu ke kulit. Bungkus dulu dengan kain lembut dan tempelkan selama 10-15 menit.

7. Pijat kaki

Pijat atau refleksi adalah perawatan kaki yang baik buat Anda yang sering olahraga lari. Memijat ringan kaki Anda bisa membantu melancarkan peredaran darah dan meredakan nyeri otot. Anda bisa memijat dengan salep khusus pereda nyeri atau minyak daun mint yang lebih alami. Anda bisa memberikan pijatan kaki ini secara rutin, misalnya seminggu sekali.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Penyakit kaki merupakan masalah kesehatan yang banyak dikeluhkan oleh lansia. Selain nyeri telapak kaki karena asam urat, ini dia penyebab lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit