Langkah-langkah Menyelamatkan Diri Menghadapi Tanah Longsor

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Longsor adalah kejadian pergerakan tanah, batuan, atau material lainnya dalam jumlah besar secara tiba-tiba atau secara berangsur-angsur, yang umumnya terjadi pada daerah terjal dan tidak stabil. Penyebab utama tanah longsor adalah gravitasi, tetapi besarnya volume dipengaruhi oleh berbagai faktor alam dan manusia.

Faktor alam meliputi: 1) kondisi geologi, yaitu batuan lapuk, kemiringan tanah, unsur atau jenis lapisan tanah, gempa bumi, gunung berapi, dan lain-lain; 2) kondisi iklim, yaitu curah hujan yang tinggi; 3) kondisi topografi, yaitu kemiringan permukaan tanah seperti lembah, lereng, dan bukit; 4) kondisi tata air, yaitu akumulasi volume atau massa air, pelarutan dan tekanan hidrostatika, dan lain-lain.

Faktor manusia antara lain berbagai kegiatan yang dapat mempengaruhi terjadinya tanah longsor. Misalnya pemotongan tebing pada penambangan di lereng yang terjal, kegagalan struktur dinding penahan tanah, penggundulan hutan, budidaya kolam ikan di atas lereng, sistem pertanian yang tidak memperhatikan irigasi yang aman, pengembangan wilayah yang melanggar aturan tata ruang, sistem drainase yang buruk, dan lain-lain.

Mari kita mengetahui lebih dalam mengenai bencana longsor yang sering menimpa Indonesia dengan berbagai informasi dari Palang Merah Indonesia (PMI).

Akibat bencana longsor

Material yang dibawa tanah longsor bisa berupa tanah, bebatuan, lumpur, sampah, dan lain-lain. Kecepatannya beragam, ada yang perlahan, ada juga yang mencapai puluhan kilometer per jam. Maka dari itu, dampak longsor juga dapat merugikan secara kemanusiaan dan ekonomi. Longsor dan material yang dibawanya bisa membuat kita kehilangan harta, tempat tinggal, dan menelan korban jiwa.

Pada 1 Januari 2006, tanah longsor menimpa enam kecamatan di kabupaten Jember, Jawa Timur. Akibat longsor tersebut tercatat 90 orang meninggal dunia, 28 orang luka-luka dan 7.644 orang terpaksa mengungsi karena 75 rumah hancur, 35 rumah rusak berat, dan 285 rumah rusak ringan.

Apa yang harus kita lakukan saat longsor terjadi?

1. Sebelum longsor terjadi

Jika daerah di tempat tinggal Anda pernah terjadi longsor, kemungkinan besar daerah Anda berpotensi kembali terlintasi longsoran. Inilah yang harus dilakukan sebelum terjadi longsor:

  • Lakukan pemetaan daerah tempat tinggal Anda dan sekitarnya. Lalu tandai daerah mana saja yang sering terjadi longsor atau berpotensi longsor. Peta atau denah ini akan membantu kita menentukan di mana titik yang aman dan yang berbahaya. Informasikan peta ini pada keluarga dan penduduk daerah tempat tinggal Anda.
  • Lakukan langkah-langkah pengurangan risiko longsor, misalnya melakukan gerakan penanaman pohon di lereng yang rawan longsor.
  • Pelajari tanda-tanda terjadinya longsor. Biasanya longsor terjadi setelah hujan lebat turun terus menerus. Waspadai warna air sungai yang berubah menjadi keruh. Demikian juga jika muncul rembesan, mata air, atau retakan yang memanjang di tanah. Sebelum longsor kadang terjadi runtuhan tanah, batu, atau ranting.
  • Masyarakat yang berada di daerah rawan longsor harus melakukan patroli secara bergantian. Longsor yang terjadi di malam hari lebih banyak menelan korban jiwa, karena orang-orang tidak sempat untuk menyelamatkan diri saat mereka tertidur.
  • Jika tanda-tanda longsor sudah terlihat, maka pertimbangkan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

2. Saat longsoran terjadi

Tidak banyak yang dapat dilakukan saat terjadi longsor. Yang terpenting adalah tetap tenang dan segeralah bergerak ke tempat yang aman dari jalur longsoran. Bila memungkinkan, bantu orang lain yang lemah, seperti orang yang sakit, balita, dan lansia. Bertahanlah di tempat yang terlindungi hingga situasi benar-benar aman. Hubungi pihak-pihak yang terkait dengan penanganan bencana, misalnya PMI, Satlak PB (Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana), polisi, dan lain-lain.

3. Setelah terjadi longsor

Jika Anda selamat dari bencana longsor, inilah beberapa tindakan yang harus Anda lakukan:

  • Hubungi pemerintah setempat, PMI, polisi, atau organisasi lain jika belum ada pertolongan.
  • Tetaplah bertahan di daerah yang aman. Ikuti imbauan dari pemerintah atau petugas untuk bertahan di tempat yang aman. Jangan kembali ke rumah jika keadaan belum ditetapkan aman.
  • Jika mampu, bantulah keluarga, manula, orang dengan disabilitas, dan anak-anak. Mintalah petugas untuk menemukan keluarga atau orang lain yang belum ditemukan. Longsoran bisa membuat mereka terjebak atau terluka sehingga tidak dapat bergerak ke tempat yang aman.
  • Bencana longsor terkadang bisa mengubur seluruh desa. Pemerintah dan masyarakat biasanya merelokasi desa tersebut. Tetaplah optimis untuk bisa membangun hidup baru. Berikan semangat dan keyakinan pada keluarga dan orang sekitar Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Tahukah Anda, buah stroberi dapat membantu mencegah katarak dan menurunkan tekanan darah? Apalagi manfaat buah merah asam ini untuk kesehatan tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Fakta Gizi, Nutrisi 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Olahraga untuk Membantu Menambah Tinggi Badan

Usia remaja belum terlambat untuk menambah tinggi badan lewat berbagai cara, terutama asupan nutrisi dan olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Olahraga Lainnya, Kebugaran 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Alfa-Amilase

Alfa-amilase adalah test kadar enzim amilase dalam darah dan dapat digunakan untuk mendiagnosis pankreatitis akut. Baca proses dan penjelasan hasil tes.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

telinga kemasukan serangga

Pertolongan Pertama Ketika Telinga Kemasukan Serangga

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
gambar operasi cantengan

Operasi Cantengan (Ingrown Toenail)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
resep oatmeal sehat

7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tips waxing di rumah

Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit