Bela diri atau martial arts bisa jadi pilihan untuk Anda yang suka dengan olahraga yang menantang. Tidak hanya memacu adrenalin, berbagai olahraga bela diri juga bisa membakar kalori dan memperkuat otot Anda.
Bela diri atau martial arts bisa jadi pilihan untuk Anda yang suka dengan olahraga yang menantang. Tidak hanya memacu adrenalin, berbagai olahraga bela diri juga bisa membakar kalori dan memperkuat otot Anda.

Seni bela diri adalah upaya untuk menghadapi perlawanan sebagai bentuk pertahanan diri dengan menggunakan teknik-teknik tertentu.
Selain menggunakan kekuatan dari tangan dan kaki, jenis olahraga bela diri mendorong seseorang untuk menemukan keserasian antara gerakan tubuh dan ketenangan mental.
Tak jarang, ada macam-macam bela diri yang juga melakukan meditasi untuk menyelaraskan pikiran dan tubuh.
Ada gerakan dasar yang sama pada macam-macam olahraga bela diri, misalnya:
Untuk memaksimalkan gerak dasar ini, Anda perlu memantapkan posisi kuda-kuda.
Mengutip situs Institute of Modern Tae Kwon Do, berikut beberapa jenis dan cara kuda-kuda pada seni bela diri.
Berikut cara melakukan posisi kuda-kuda maju yang tepat.
Inilah tahapan menerapkan posisi kuda-kuda belakang.
Kuda-kuda ini membuat kaki Anda terbuka lebih lebar sebesar 30 cm daripada kuda-kuda belakang.
Pastikan Anda menumpu berat badan pada kedua kaki secara seimbang.
Saat melakukan sikap ini, Anda biasanya hanya bisa melihat jari-jari kaki belakang di atas lutut.
Ini adalah posisi kuda-kuda yang menyerupai berkuda. Ikuti langkah ini untuk mencoba posisi riding stance.
Berikut cara mencoba posisi kuda-kuda kucing.
Salah satu kaki ditekuk dan menumpu seluruh beban tubuh, kaki lainnya diangkat setinggi lutut.
Ini biasanya berguna untuk menghindari tendangan atau serangan sapuan.
Olahraga bela diri dikenal penuh tantangan dan Anda merasa perlu lebih keras melakukannya.
Alhasil, aktivitas fisik ini mampu membakar lebih banyak kalori daripada senam aerobik pada umumnya.
Perlu diketahui, sebagian besar olahraga bela diri berfokus pada kekuatan dan tubuh bagian atas.
Gerakan serangan akan membuat otot-otot inti Anda mengeluarkan kekuatan terbaiknya.
Hal ini membuat lemak di sekitar perut akan terbakar dan membuat Anda lebih kuat.
Nah, bila Anda ingin menguasainya, beberapa rekomendasi olahraga bela diri yang bisa Anda pilih antara lain seperti berikut ini.
Karate adalah salah satu dari macam-macam bela diri yang mengandalkan gerakan menendang, meninju, serta membanting lawan dengan kuat.
Studi terbitan Sports Medicine (2012) menemukan bahwa rentang gerakan pinggang dan lutut pada atlet karate lebih lebar daripada orang biasa.
Hal ini menunjukkan bahwa karate juga meningkatkan kelenturan tubuh, terutama saat menendang tinggi dengan cepat.
Tidak heran bila karate bisa menjadi salah satu olahraga kelenturan.

Kung fu memadukan berbagai gaya bertarung yang menantang dalam latihannya.
Banyak serangan yang memerlukan berbagai gerakan, termasuk melompat, membalikkan badan, menendang, dan gerakan-gerakan umum lainnya.
Hal ini membuat kungfu mampu meningkatkan kesehatan jantung secara menyeluruh, ketahanan otot tubuh bagian bawah, serta peningkatan kecepatan gerakan otot.
Taekwondo adalah teknik bela diri yang berfokus pada hampir semua gerakan olahraga bela diri secara umum, seperti menendang, meninju, menyerang, dan memblokir lawan.
Teknik dasar ini membutuhkan keseimbangan, stamina, kekuatan, postur, dan kelenturan tubuh.
Oleh karena itu, olahraga bela diri yang satu ini meningkatkan kekuatan otot, menambah energi Anda, serta menjaga tubuh agar tetap fleksibel.
Teknik menyerang dan menghalangi gerakan lawan juga membantu meningkatkan reflek serta konsentrasi.

Muay Thai dan kickboxing melibatkan gerakan tinju dan menendang. Fokus olahraga ini adalah pada kekuatan, kecepatan, dan pergerakan.
Olahraga bela diri ini membuat Anda akan terus bergerak, berganti kuda-kuda, melakukan tendangan, melepaskan pukulan, dan bergulat.
Olahraga ini ternyata merupakan olahraga kardio. Jadi, manfaatnya baik untuk menjaga kesehatan jantung yang berkaitan dengan pernapasan.
Selain itu, olahraga ini baik untuk meningkatkan kemampuan otot agar bisa menggunakan oksigen. Hal ini membuat stamina pun tetap terjaga.
Serangan dari tinjuan dan tendangan pun membuat otot semakin kuat, lentur, dan lincah.
Ada beberapa teknik tinju yang memicu kardio karena tinju menuntut Anda mengeluarkan seluruh kekuatan dan fokus pada pergerakan tubuh bagian atas.
Jika mengeluarkan semua kekuatan, Anda akan merasa cepat lelah. Olahraga untuk membakar kalori ini juga berfokus untuk membentuk tubuh bagian atas.
Sebagai olahraga kardio, tinju juga baik untuk mengurangi lemak, menjaga tekanan darah, dan kemampuan menampung oksigen pada tubuh.
Meski demikian, ada pula studi yang mengatakan bahwa olahraga kardio kurang efektif membakar lemak perut.

Judo merupakan olahraga bela diri yang bergulat, melempar lawan, dan memukul titik vital lawan. Memang, gerakan tendangan dan tinjuan relatif tidak intens.
Olahraga ini memerlukan kekuatan otot tubuh bagian atas untuk melempar lawan. Jadi, judo relatif tergolong ke kategori olahraga kekuatan.
Selain itu, judo mempelajari teknik jatuh yang tepat agar tubuh tetap aman bila dibanting oleh lawan. Teknik jatuh ini ternyata bisa meningkatkan keseimbangan tubuh.
Capoeira menjadi salah satu teknik bela diri yang membuat keseluruhan tubuh terus bergerak. Bela diri ini sendiri merupakan perpaduan antara berdansa, musik, akrobat, dan berkelahi.
Dasar capoeira yang biasa dilakukan adalah menghindari serangan, menendang, meninju, dan melompat. Seluruh gerakan ini cenderung dilakukan secara berayun.
Iringan musik baik untuk menjaga detak jantung sehingga tekanan darah pun lebih terkendali. Efek ini juga membuat tubuh membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga stamina lebih terjaga.
Olahraga bela diri ini juga meningkatkan aktivitas saraf parasimpatik, yakni sistem saraf yang mengatur fungsi tubuh saat beristirahat.
Sistem saraf parasimpatik darah pun bisa menurun ketika tubuh sedang istirahat. Kondisi ini bahkan juga berpotensi mengurangi stres dan kecemasan.
Karena memiliki banyak gerakan, capoeira merupakan salah satu olahraga untuk jantung yang baik.
Gulat adalah salah satu dari macam-macam olahraga bela diri yang menekankan pada penguncian gerakan lawan. Olahraga ini dilakukan dengan tangan kosong.
Setiap pemain berusaha untuk melempar atau menjepit lawan agar tidak bisa bergerak dan kalah.
Seni bela diri ini menekankan pada kekuatan otot secara menyeluruh. Karena membutuhkan kekuatan otot, gulat juga membuat ketahanan otot meningkat.
Namun, otot yang paling terlatih adalah otot leher. Otot leher yang kuat juga membuatnya mampu bergerak miring atau berputar.

Pencak silat adalah olahraga bela yang sudah secara turun-temurun menjadi warisan budaya Indonesia.
Bukan hanya aspek bela diri saja, pencak silat juga mengedepankan aspek mental spiritual dan seni budaya dalam setiap gerakannya.
Sebagai seni bela diri yang kian banyak ditekuni, pencak silat memiliki berbagai teknik dasar, seperti kuda-kuda, sikap pasang, pukulan, tendangan, tangkisan, guntingan, dan kuncian.
Berbagai gerakan ini mampu menjaga kebugaran jasmani dan stamina tubuh. Ini juga baik untuk menjaga bentuk otot tubuh.
Krav maga merupakan bela diri yang dikombinasikan dengan pelatihan pertarungan.
Tujuan bela diri ini adalah menghindari serangan atau menyelesaikan masalah secepat mungkin bila diserang.
Anda tentu akan mempelajari kuda-kuda, teknik menyerang, cara jatuh dan bangun dengan aman, serta melawan dengan cara mencekik dan mengunci.
Anda juga berlatih agar lebih waspada terhadap sekitar.
Setelah menguasai dasar-dasarnya, Anda akan dilatih menghadapi penyerang, dan menggunakan senjata.
Karena dituntut untuk waspada dan cepat, teknik olahraga bela diri ini meningkatkan kecepatan gerakan tubuh Anda, terutama saat menendang.
Selain itu, Anda lebih mampu menendang sekaligus menyerang bagian tubuh lawan lainnya secara bersamaan.
Hal ini menandakan bahwa tubuh bisa berkoordinasi dengan baik saat bergerak.
Olahraga bela diri memiliki risiko cedera tinggi apabila Anda memahami tekniknya tidak benar, misalnya melewatkan gerakan pemanasan.
Ada baiknya, Anda mengikuti kelas atau perguruan bela diri tertentu untuk mendapatkan arahan dari pelatih berpengalaman.
Gunakan kemampuan bela diri Anda dengan bertanggung jawab. Hindari menyalahgunakannya untuk melukai orang lain yang tidak bersalah.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Turelli, F., Tejero-González, C., Vaz, A., & Kirk, D. (2020). Sport Karate and the Pursuit of Wellness: A Participant Observation Study of a dojo in Scotland. Frontiers in Sociology, 5. doi: 10.3389/fsoc.2020.587024
What are martial arts? Sports & Hobbies. Retrieved July 26, 2022, from https://www.sportsnhobbies.org/what-are-martial-arts.htm
Jenkins, K. (2016, October 27). Benefits of stance in martial arts classes. Institute of Modern Tae Kwon Do. Retrieved July 26, 2022, from https://imt.org.au/2016/10/28/benefits-stance-martial-arts-classes/
Chaabène, H., Hachana, Y., Franchini, E., Mkaouer, B., & Chamari, K. (2012). Physical and Physiological Profile of Elite Karate Athletes. Sports Medicine, 42(10), 829-843. doi: 10.1007/bf03262297
Tsang, T., Kohn, M., Chow, C., & Fiatarone Singh, M. (2010). Kung Fu Training Improves Physical Fitness Measures in Overweight/Obese Adolescents: The “Martial Fitness” Study. Journal of Obesity, 2010, 1-10. doi: 10.1155/2010/672751
Health Benefits – British Taekwondo. (2022). Retrieved 26 July 2022, from https://www.britishtaekwondo.org.uk/about-taekwondo/health-benefits/
Rapkiewicz, J., Nunes, J., Mayhew, J., Ribeiro, A., Nabuco, H., & Fávero, M. et al. (2018). Effects of Muay Thai training frequency on body composition and physical fitness in healthy untrained women. The Journal of Sports Medicine and Physical Fitness, 58(12). doi: 10.23736/s0022-4707.17.07969-5
Cheema, B., Davies, T., Stewart, M., Papalia, S., & Atlantis, E. (2015). The feasibility and effectiveness of high-intensity boxing training versus moderate-intensity brisk walking in adults with abdominal obesity: a pilot study. BMC Sports Science, Medicine and Rehabilitation, 7(1). doi: 10.1186/2052-1847-7-3
Arkkukangas, M., Bååthe, K., Ekholm, A., & Tonkonogi, M. (2021). A 10-week judo-based exercise programme improves physical functions such as balance, strength and falling techniques in working age adults. BMC Public Health, 21(1). doi: 10.1186/s12889-021-10775-z
Moreira, S., Teixeira-Araujo, A., Dos Santos, A., & Simões, H. (2017). Ten weeks of capoeira progressive training improved cardiovascular parameters in male practitioners. The Journal of Sports Medicine and Physical Fitness, 57(3). doi: 10.23736/s0022-4707.16.06030-8
Moreira, S., Teixeira-Araujo, A., Numata Filho, E., Moraes, M., & Simões, H. (2018). Psychophysiological characterization of different capoeira performances in experienced individuals: A randomized controlled trial. PLOS ONE, 13(11), e0207276. doi: 10.1371/journal.pone.0207276
What is Krav Maga? |. (2022). Retrieved 26 July 2022, from https://www.kravmagainstitute.com/self-defense/what-is-krav-maga/
Di Bacco, V., Taherzadeh, M., Birot, O., & Gage, W. (2020). The effects of single versus multiple training sessions on the motor learning of two Krav Maga strike techniques, in women. Peerj, 8, e8525. doi: 10.7717/peerj.8525
Chaabene, H., Negra, Y., Bouguezzi, R., Mkaouer, B., Franchini, E., Julio, U., & Hachana, Y. (2017). Physical and Physiological Attributes of Wrestlers: An Update. Journal of Strength and Conditioning Research, 31(5), 1411-1442. doi: 10.1519/jsc.0000000000001738
Versi Terbaru
06/11/2023
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Edria