backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Yuk, Main Air! Berenang Ternyata Banyak Manfaat Bagi Anak Dengan Autisme

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji · Tanggal diperbarui 16/08/2021

    Yuk, Main Air! Berenang Ternyata Banyak Manfaat Bagi Anak Dengan Autisme

    Anak dengan gangguan spektrum autisme (GSA) atau lebih sering disebut autisme memiliki risiko tenggelam lebih besar dibandingkan anak pada umumnya.

    advertisement iconIklan

    Dilansir dari laman CNN, Dr. Guohua Li, seorang peneliti dari Center for Injury Epidemiology and Prevention di Columbia University telah melakukan penelitian untuk melihat hubungan antara autisme dan cedera. Hasilnya, hampir setengah (46%) kasus kematian karena cedera yang tidak disengaja pada anak dengan autisme terjadi karena tenggelam. Oleh karena itu, membekali anak autisme dengan kemampuan berenang sangat penting. Lalu apa saja manfaat berenang lainnya yang bisa diperoleh oleh anak dengan autisme?

    Apa saja manfaat berenang untuk anak dengan autisme?

    berenang setelah makan

    Selain untuk mencegah terjadinya tenggelam, ada berbagai manfaat berenang yang bisa didapatkan anak dengan autisme. Gerakan lembut dan berulang yang dilakukan saat beraktivitas di air dapat memberikan ketenangan pada anak GSA. Berenang juga membantu mengatasi frustrasi atau perasaan marah yang sedang dialami anak. Pasalnya, saat berolahraga di kolam renang anak akan melepaskan endorfin yang membuat mereka merasa lebih positif, atau merasa lebih bahagia.

    Autism Spectrum Disorder Foundation mencatat bahwa banyak olahraga yang sulit dilakukan untuk anak-anak dengan autisme karena mereka harus fokus pada beberapa aspek yang berbeda sekaligus.

    Ini berbeda dengan berenang. Berenang adalah olahraga yang bisa dilakukan sendirian sehingga jauh lebih mudah bagi anak dengan autisme untuk melakukan olahraga ini. Anak dengan autisme yang belajar renang lama-lama akan meningkatkan kemampuan koordinasi gerakan tubuhnya, serta memperkuat fisiknya.

    Dilansir dari laman Autism Speaks, anak dengan autisme yang belajar renang memiliki keseimbangan tubuh, kelenturan, dan juga daya tahan otot yang lebih baik.

    Pada dasarnya juga anak dengan autisme memiliki gangguan dalam memproses rangsangan sensoris, seperti sensitif terhadap suara, cahaya, ataupun sentuhan. Dengan belajar renang, ini dapat membantu mengatasi masalah proses sensoris tersebut.

    Tips mengajari anak dengan autisme berenang

    air kencing di kolam renang

    Keunikan perilaku yang dimiliki anak dengan autisme membuat Anda harus mengajari dengan penuh dengan kesabaran dan ketekunan. Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

    advertisement iconIklan

    1. Jangan menggunakan bahasa yang berbelit-belit

    Gunakan instruksi yang jelas dan langsung dengan kata yang mudah dimengerti. Ini akan membantu anak dengan ASD belajar untuk mengerti apa yang harus dilakukan. Hindari mengatakan, “Jangan begitu kakinya!” karena anak malah jadi bingung sebenarnya harus bagaimana.

    Lebih baik langsung katakan apa yang seharusnya dilakukan anak misalnya, “Luruskan dan lemaskan kakimu.”

    2. Konsisten

    Anda membutuhkan kesabaran ekstra, terutama karena Anda harus mengulang-ulang perintah yang sama. Ulangi terus tiap gerakan yang diajarkan dan amati kemajuannya. Sebelum menguasai satu teknik atau gaya renang, jangan mencoba teknik yang baru karena nanti anak jadi bingung.

    3. Berikan pujian

    advertisement iconIklan

    Puji segala keberhasilan yang dilakukan anak saat bisa melakukan suatu gerakan dengan baik, misalnya memberikan tepuk tangan yang meriah.

    4. Biarkan anak bermain

    Waktu main adalah kesempatan anak berenang bebas, tanpa aturan. Biarkan anak bergerak leluasa di air untuk mengeksplorasi keingintahuan mereka di kolam renang.

    Meskipun ini waktu bebas, Anda harus tetap mengawasi dan sigap jika ada hal darurat yang diperlukan untuk menjaga keselamatan anak.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Apakah artikel ini membantu?

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji · Tanggal diperbarui 16/08/2021

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan