Apa Itu HPV dan Kenapa Kita Harus Waspada?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/04/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Human papillomavirus (HPV) adalah suatu grup virus yang terdiri dari 130 tipe. Infeksi HPV bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia, bahkan remaja atau anak-anak yang belum aktif secara seksual pun bisa terpapar virus ini. HPV 6 dan HPV 11 adalah virus HPV yang menyebabkan kutil kelamin. HPV 16 dan HPV 18 adalah virus HPV yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kanker serviks.

Untuk mengetahui apa itu HPV lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini.

Apa saja jenis-jenis HPV?

HPV adalah virus yang diperkirakan terdiri lebih dari 150 jenis. Namun, hanya terdapat beberapa jenis yang dapat memicu terjadinya kanker serviks, yaitu HPV 11, 16, dan 18.

Mengenali berbagai jenisnya merupakan langkap penting, terutama dalam proses deteksi kanker serviks. Hal ini dikarenakan beberapa jenis HPV dapat menghilang dengan sendirinya, sementara jenis lainnya justru dapat memicu kanker.

Beberapa jenis human papilloma virus yang telah teridentifikasi dalam dunia kesehatan, antara lain:

1. HPV 6 dan HPV 11

Infeksi virus tipe ini adalah jenis yang berisiko rendah dan sangat jarang menimbulkan kanker. Untuk jenis virus ini, hampir 90% dikaitkan dengan kasus kutil kelamin.

HPV 11 juga berisiko menimbulkan masalah pada leher rahim. Namun, masalah tersebut umumnya tidak selalu berupa kanker.

Beberapa kondisi yang dapat disebabkan oleh HPV 11 adalah displasia serviks, serta perubahan pada permukaan serviks.

Kutil kelamin memiliki bentuk seperti benjolan-benjolan kecil yang menyerupai kembang kol. Biasanya, kutil akan muncul di kelamin Anda setelah beberapa minggu atau bulan Anda melakukan hubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi human papillomavirus.

Kedua infeksi virus ini dapat dicegah dengan vaksin. Diperkirakan, vaksin dapat mengurangi risiko tertular human papilloma virus sebanyak 89-99 persen.

Namun, apabila Anda telah tertular infeksi HPV 6 atau 11, dokter akan meresepkan obat-obatan yang terdiri dari beberapa jenis, seperti imiquimod (Aldara, Zyclara) atau podofilox (Condylox). Obat-obatan tersebut adalah obat topikal (oles) yang digunakan untuk mengatasi kutil kelamin akibat HPV.

Dengan mengatasi kutil yang muncul di kelamin, sistem imun tubuh Anda akan membaik dan risiko Anda terinfeksi human papillomavirus di lain waktu akan berkurang.

2. HPV 16 dan HPV 18

Berbeda dengan HPV 6 dan 11, HPV 16 dan 18 adalah virus yang tergolong dalam jenis risiko tinggi. Apabila Anda terinfeksi human papilloma jenis itu, kemungkinan Anda tidak akan mengalami gejala-gejala apa pun, meskipun keduanya adalah pemicu kanker serviks.

Dilansir dari Healthline, HPV 16 dan 18 merupakan virus yang menjadi penyebab dari 70% kasus kanker serviks di seluruh dunia.

Selain serviks, beberapa organ tubuh yang dapat terpengaruh oleh infeksi HPV 16 dan 18 adalah vagina, vulva, penis, dan anus.

Siapa saja yang bisa tertular HPV?

Baik pria maupun wanita dapat terkena infeksi human papillomavirus. Pada wanita, infeksi HPV adalah salah satu penyebab kanker serviks. Virus ini juga bisa menyebabkan masalah yang berakibat kanker pada vagina, vulva, anus, mulut, dan tenggorokan.

Human papilloma viru dapat ditularkan melalui kontak seksual, termasuk vagina, seks oral, dan anal. Banyak orang yang terpapar human papilloma virus dalam tubuhnya tidak merasakan adanya tanda-tanda atau gejala, sehingga mereka dapat menularkan virus tanpa menyadarinya.

Apakah pria juga dapat terkena infeksi HPV?

Pada pria, infeksi human papillomavirus berpotensi menyebabkan kanker pada penis, anus, mulut, tenggorokan dan penyakit kutil kelamin.

Risiko tertular HPV pada pria semakin tinggi apabila sering melakukan anal seks. Dilansir dari WebMD, peluang tersebut dapat meningkat sebanyak 17 kali pada pria yang berhubungan seks dengan sesama pria.

Selain itu, HPV adalah jenis infeksi yang lebih mudah terjadi pada pria penderita HIV/AIDS.

Sama halnya dengan wanita, infeksi human papilloma virus pada pria sangat jarang menimbulkan tanda-tanda dan gejala apa pun. Jika pria terserang infeksi virus HPV 6 dan 11, akan muncul pula kutil kelamin sebagai gejala infeksi.

Bagaimana cara mencegah infeksi HPV?

Tindakan pencegahan primer atau yang terpenting untuk mencegah terjadinya kanker serviks adalah dengan melakukan vaksinasi HPV.

Vaksinasi bekerja dengan cara membantu tubuh untuk membentuk antibodi terhadap virus ini, sehingga virus yang masuk akan mati dan tidak sampai menimbulkan kanker serviks.

Vaksin HPV merupakan vaksin inaktif (berisi protein serupa struktur cangkang virus yang tidak mengandung DNA virus). Dengan begitu, vaksin HPV adalah bentuk pencegahan kanker serviks yang aman.

Setelah disuntikkan, vaksin human papilloma virus akan merangsang pembentukan respons imun di dalam tubuh, sehingga menciptakan perlindungan terhadap kanker serviks.

Beberapa jenis vaksinasi human papilloma virus yang tersedia di antaranya:

  1. Quadrivalent: memberikan perlindungan dari HPV tipe 6, 11, 16 dan 18.
  2. Bivalent: hanya melindungi dari HPV tipe 16 dan 18.
  3. 9-valent recombinant (Gardasil 9): untuk melindungi diri dari HPV 6, 11, 16,18, 31, 33, 45, 52, dan 58.

Jika tujuannya adalah untuk pencegahan kanker serviks, salah satu dari ketiga vaksin ini dapat digunakan, karena baik Bivalent, Quadrivalent, dan 9-valent  sama-sama bermanfaat melawan kanker serviks yang disebabkan oleh HPV tipe 11, 16, dan 18.

Namun, vaksin Quadrivalent  harus digunakan jika mengharapkan perlindungan tambahan terhadap pre-kanker vulva, pre-kanker vagina, pre-kanker anal yang disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Begitu juga dengan kutil kelamin yang disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11.

Vaksin Quadrivalent  bisa diberikan untuk perempuan berusia 9-45 tahun dan laki-laki berusia 9-26 tahun. Untuk vaksin Bivalent  bisa diberikan kepada perempuan berusia 9-25 tahun.

Sementara itu, karena vaksin 9-valent melindungi tubuh dari beragam virus HPV, maka para ahli meyakini bahwa vaksin tersebut adalah pilihan yang paling tepat untuk mencegah infeksi.

Vaksin Gardasil 9 dapat diberikan untuk orang dewasa di atas 26 tahun, terutama yang belum pernah mendapatkan vaksin.

Aturan pemberian vaksin HPV

Vaksin Quadrivalent diberikan sebanyak 3 dosis. Masing-masing dosis diberikan pada jadwal bulan ke-0, 2, dan 6.

Sementara itu, vaksin Bivalent, diberikan sebanyak 3 dosis pada bulan 0, 1, dan 6.

Vaksinasi HPV dianjurkan dilakukan sedini mungkin pada usia remaja, 9 hingga 13 atau 14 tahun. Rentang usia ini dinilai efektif karena pada masa inilah tubuh memberikan proteksi respons imun yang lebih baik dibanding usia di atasnya.

Hal ini pula yang mendasari bahwa pemberian vaksin human papillomavirus pada rentang usia ini cukup 2 dosis pada bulan 0-6 atau 0-12.

Anda yang sudah aktif secara seksual juga tetap bisa mendapatkan vaksinasi human papilloma virus. Ini merupakan cara terbaik untuk melindungi diri dari virus yang mungkin belum berkembang pada Anda.

Pencegahan sekunder

Penyebaran infeksi virus ini juga dapat dicegah dengan tindakan pencegahan sekunder, yaitu melalui deteksi dini, dengan melakukan tes pap smear.

Perempuan yang telah berhubungan seksual dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ini setahun sekali. Wanita hamil juga dapat melakukan tes pap smear karena prosedur tersebut aman dan tidak berisiko.

Melalui tes pap smear, Anda juga dapat mengetahui apakah HPV yang terdapat di tubuh Anda merupakan jenis yang berisiko tinggi atau rendah.

Anda tidak perlu langsung panik apabila hasil tes HPV adalah positif. Meski ada kemungkinan sel kanker berkembang di leher rahim Anda (terutama jika tipe virus yang berisiko tinggi), hal tersebut bukan berarti Anda pasti mengidap kanker serviks.

Pencegahan lainnya

Bentuk pencegahan lain yang bisa Anda lakukan untuk menghindari infeksi HPV dengan melakukan aktivitas seksual yang sehat dan tidak berisiko.

Gunakanlah kondom setiap kali berhubungan seksual. Namun, perlu Anda ingat, HPV dapat menyebar melalui kontak kulit, bukan cairan tubuh seperti HIV. Artinya, sekalipun menggunakan kondom, bukan berarti Anda terlindungi sepenuhnya dari risiko infeksi.

Maka itu, langkah terbaik untuk mencegah infeksi HPV adalah dengan tidak bergonta-ganti pasangan seksual, serta menjaga kebersihan sehabis melakukan hubungan intim.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Serviks Stadium 3: Perkembangan, Angka Harapan Hidup, dan Pengobatan

Perkembangan kanker serviks stadium 3 sudah bukan hanya di dalam serviks, tapi sudah sampai ke area tubuh lainnya. Yuk, cari informasinya lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 05/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Kanker Serviks Stadium 2: Perkembangan, Peluang Sembuh, dan Pengobatan

Kanker serviks bisa terus berkembang hingga mencapai stadium 2. Seperti apa tahap perkembangan kanker serviks di stadium ini, dan bagaimana perawatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 04/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Segala Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Penyembuhan Kanker Serviks

Setelah pengobatan selesai, Anda akan masuk ke tahap penyembuhan kanker serviks. Apa saja yang perlu diperhatikan selama proses pemulihan kanker serviks?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 03/03/2020 . Waktu baca 9 menit

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Tes IVA dan Pap Smear

IVA test dan pap smear sama-sama metode deteksi dini kanker serviks. Meski begitu, baik IVA test dan pap smear memiliki perbedaan yang beragam. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 28/02/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penderita kanker serviks

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020 . Waktu baca 7 menit
tes kanker serviks saat hamil

Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020 . Waktu baca 3 menit
biopsi kanker serviks

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 08/03/2020 . Waktu baca 7 menit
pemeriksaan tes hpv dna

Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 07/03/2020 . Waktu baca 6 menit