Jangan Sampai Kena Serangan Jantung Kedua Kali, Begini Cara Tepat Mencegahnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/05/2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Setelah mengalami serangan jantung untuk pertama kalinya, Anda tentu tak ingin hal tersebut terulang kembali. Namun sayangnya, peluang dari serangan jantung kedua kalinya mungkin saja terjadi. Hal ini tergantung bagaimana Anda menjaga kesehatan tubuh. Simak penjelasan berikut ini.

Tak hanya sekali, serangan jantung kedua bisa terjadi

Tidak menutup kemungkinan bahwa Anda yang sudah terkena serangan jantung akan mengalaminya lagi di kemudian hari. Hal ini dapat terjadi apabila gaya hidup Anda yang dulu tidak diubah menjadi lebih sehat.

Seperti yang dilansir dari American Heart Association, sekitar 20% pasien berumur 45 tahun ke atas berkesempatan tinggi untuk terkena serangan yang kedua. Hal tersebut umumnya terjadi sekitar 5 tahun setelah serangan jantung yang pertama.

Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami serangan jantung kedua. Pertama, jika Anda mengalami serangan jantung senyap (silent heart attack) pada serangan jantung yang pertama. Serangan jantung ini tidak menimbulkan gejala apapun atau Anda tidak menyadari gejalanya.

Saat Anda didiagnosis mengalami serangan jantung senyap, Anda mungkin baru menyadari bahwa pernah mengalami  otot pada dada yang terasa sakit.

Namun, sama halnya dengan serangan jantung pada umumnya, kondisi ini juga menyebabkan penyumbatan pada aliran darah menuju jantung dan mungkin menyebabkan kerusakan pada otot jantung.

Lalu, yang kedua adalah stress. Jika Anda mengalami beberapa kondisi yang menjadi beban pikiran hingga memicu stres, kemungkinan untuk mengalami serangan jantung kedua juga semakin tinggi.

Menjaga kesehatan setelah mengalami serangan jantung pertama

Setelah mengalami serangan jantung yang pertama, Anda mungkin merasa khawatir dan takut akan mengalami serangan jantung yang kedua. Tentu saja kondisi ini sedikit banyak akan mengubah hidup Anda.

Setelah menjalani pengobatan untuk serangan jantung yang pertama, Anda mungkin akan diminta dokter untuk mengubah pola dan gaya hidup Anda selama ini. Anda sendiri pun mungkin akan banyak melakukan refleksi diri untuk memahami apa yang telah terjadi, dan bagaimana menjaga kesehatan agar hal tersebut tidak terulang kembali.

Oleh karena itu, mencegah serangan jantung yang kedua adalah prioritas utama yang sudah seharusnya Anda lakukan. Nah, terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan demi mengurangi peluang tersebut.

Kunci utama mencegah serangan jantung kedua muncul

hubungan darah tinggi dan serangan jantung

Mengubah gaya hidup yang sudah lama Anda jalani selama bertahun-tahun mungkin bukan hal yang mudah. Namun, jika Anda tidak ingin mengalami serangan jantung kedua atau masalah jantung lainnya, Anda harus sigap dalam menghindari berbagai pemicunya.

Nah, supaya tidak ada lagi serangan jantung kedua atau kesekian kali berikutnya, sebaiknya ikuti tips berikut ini: 

1. Berhenti merokok

mencegah penggunaan rokok dan narkoba pada anak

Merokok adalah salah satu penyebab utama terjadinya serangan jantung. Tembakau dapat menyebabkan pembekuan darah, merusak pembuluh darah, dan mempersulit darah serta oksigen mencapai organ lain, termasuk jantung.

Jika Anda tidak ingin mengalami serangan jantung yang kedua,  sebaiknya Anda mulai berhenti merokok, bahkan menghindari asapnya. Oleh karena itu, jika ingin berhenti merokok, Anda bisa memulainya dengan cara:

  • Menahan diri untuk tidak merokok.
  • Mengganti tembakau dengan permen karet nikotin, nicotine patch, atau obat yang diresepkan oleh dokter.
  • Mengikuti program untuk membantu menghilangkan kebiasaan merokok.

Jika terasa sulit, Anda bisa menanyakan kepada dokter apakah ada program yang membantu Anda untuk keluar dari lingkaran setan tersebut. Selain itu, dukungan dari orang-orang terdekat juga sangat berpengaruh untuk berhasil menghentikan kebiasaan buruk ini.

Dengan begitu, Anda bisa mengurangi risiko mengalami serangan jantung kedua yang disebabkan oleh kebiasaan merokok.

2. Makan makanan yang lebih sehat

makanan tidak sehat

Konsumsi makanan sehat ternyata juga dapat mengurangi risiko serangan jantung kedua. Mulailah untuk menjauhi makanan yang memiliki lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi.

Selain itu, ubat diet Anda dengan konsumsi sedikit garam, gula, dan produk susu berlemak tinggi. Tambahkan lebih banyak buah, sayur dan protein tanpa lemak pada menu makanan Anda. Jika Anda bisa melakukannya, otomatis kadar lemak jahat (LDL) dan trigliserida akan menurun. 

LDL dan trigliserida yang tinggi dapat memicu timbulnya plak aterosklerosis, sehingga serangan jantung pun dapat terjadi. Nah, maka dari itu mulai sekarang kurangi konsumsi makanan berjenis kue, goreng-gorengan, kentang goreng, dan sebagainya.

3. Mengontrol kadar kolesterol

menjaga kolesterol normal

Jika masih bingung pola makan apa yang harus diikuti untuk menurunkan kolesterol jahat, Anda bisa menjalani program DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Program diet yang satu ini bertujuan untuk mengendalikan hipertensi.

Dengan menjalani DASH, Anda dapat mengurangi asupan garam dan menambah variasi makanan yang dapat menurunkan tekanan darah. Hal tersebut dilakukan dengan tetap makan tiga kali sehari untuk mencukupi asupan 2000 kalori selama sepanjang tahun.

Mulai dari mengonsumsi makanan gandum utuh, memperbanyak buah dan sayuran, sampai membatasi asupan makanan yang diolah dengan minyak kelapa. Selain program diet DASH, biasanya dokter akan menganjurkan untuk mengonsumsi obat-obatan penurun kolesterol, seperti statin atau ezetimbie jika sudah terlanjur parah.

Kolesterol yang tinggi dapat memicu serangan jantung untuk kedua kalinya, sehingga penting sekali untuk menjaganya tetap dalam batas aman.

4. Rutin berolahraga

manfaat berjalan kaki

Menurunkan LDL dan tekanan darah pun dapat dilakukan dengan rutin berolahraga. Selain membuat kesehatan menjadi lebih baik, kebiasaan ini juga memperkuat otot jantung Anda.

Bagi Anda yang mengalami obesitas, olahraga sangat dianjurkan untuk dilakukan agar dapat menurunkan berat badan mereka sehingga tidak terjadi serangan jantung kedua kali atau lebih.

Mulailah rutin berolahraga selama 30-60 menit per hari. Tidak perlu melakukan aktivitas fisik yang ekstrim. Anda bisa menggunakan treadmill untuk memulainya. Jika tidak ada, jalan pagi atau jogging dengan durasi waktu yang telah disebutkan pun menjadi alternatif yang cukup baik.

Sebelum memulai aktivitas ini, tanyakan dahulu kepada dokter Anda mengenai jenis olahraga yang cocok dengan kondisi Anda saat itu. Dengan begitu, Anda bisa secara efektif mencegah terjadinya serangan jantung kedua. 

5. Membatasi konsumsi alkohol

pesta miras sindroma putus alkohol sakau alkohol

Selain rokok, alkohol juga termasuk dalam lingkaran setan penyakit serangan jantung. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika membatasi hingga berhenti mengonsumsi alkohol jika ingin mencegah terjadinya serangan jantung kedua.

Hal tersebut dikarenakan minuman beralkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan stres pada jantung. Jika Anda merasa kesulitan, tanyakan kepada dokter apakah ada program yang dapat membantu menghentikan kebiasaan ini.

6. Mengendalikan level stres

penyebab bipolar disorder

Setelah mengalami serangan jantung, wajar saja bila Anda merasakan berbagai emosi terkait dengan kondisi ini. Kemungkinan besar Anda akan merasa putus asa karena sulit beradaptasi dengan gaya hidup yang baru.

Jika Anda tidak mampu mengendalikan level stres setelah serangan jantung yang pertama, dikhawatirkan serangan yang kedua dapat terjadi. Hal ini dikarenakan emosi Anda tidak terlalu terkendali dan sering mudah marah serta tersinggung.

Oleh karena itu, cobalah untuk mengontrol emosi Anda dan mintalah bantuan kepada orang terdekat untuk memudahkan Anda. Hal ini bisa menjadi salah satu bentuk pencegahan munculnya serangan jantung kedua.

7. Melakukan pemeriksaan rutin terhadap diabetes

gejala pradiabetes

Kedua jenis diabetes, baik 1 dan 2 tentu berkaitan dengan kadar hormon insulin Anda. Bagi pasien diabetes tipe 1, mereka tidak memproduksi insulin dan diabetes tipe 2, kurang memproduksi insulin sehingga tidak berfungsi secara optimal. Oleh karena itu, para pasien diabetes yang pernah mengalami serangan jantung, sangat dianjurkan untuk mengubah gaya hidupnya.

Hal ini mampu membantu mencegah terjadinya serangan jantung kedua. Jika Anda memilih untuk mengabaikannya, peluang untuk terjadinya serangan jantung kedua disertai dengan stroke sangatlah besar.

8. Rutin berkonsultasi dengan dokter

penyebab sirosis hati

Selain mengubah pola makan dan gaya hidup Anda, jangan lupa untuk tetap datang ke sesi-sesi yang sudah dijadwalkan oleh dokter Anda. Hal ini bertujuan agar mereka dapat memonitor perkembangan dari kondisi Anda.

Patuhi apa yang dokter anjurkan untuk mencegah terjadinya serangan jantung kedua dan tetap meminum obat-obat yang telah diresepkan. Dengan begitu, Anda telah melakukan langkah yang sangat baik untuk mencegah terjadinya serangan jantung yang kedua.

Menjalani program rehabilitasi jantung

program hamil, pria tidak subur

Pada dasarnya, program rehabilitasi jantung sangat bermanfaat bagi orang-orang yang pernah mengalami serangan jantung agar tidak terjadi kedua kalinya. Rancangan ini sangat dianjurkan oleh dokter karena dapat mengatur gaya hidup menjadi lebih sehat dan memilihkan aktivitas fisik yang aman bagi Anda.

Biasanya, beberapa program aktivitas fisik tersebut meliputi; berjalan atau berlari di treadmill, senam aerobik, dan berenang. Untuk mendapatkan program yang cocok dengan kondisi Anda saat itu, silahkan hubungi dokter Anda dan tanyakan kepadanya. Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan beberapa hal di bawah ini sebelum mengikuti program ini:

  • Memiliki rujukan dari dokter
  • Dokter Anda akan menerima perkembangan dari kondisi Anda secara rutin
  • Menjalani pemeriksaan level stres untuk mengetahui jenis program mana yang cocok untuk Anda
  • Memeriksa adakah layanan pendidikan dan konseling untuk keluarga dan orang terdekat Anda.
  • Staf di dalam program tersebut bersertifikat dan telah terlatih
  • Tidak lupa untuk menyesuaikannya dengan kondisi keuangan Anda

Intinya, orang yang sudah terkena serangan jantung pun memiliki peluang yang cukup besar untuk mengalami serangan jantung kedua. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih baik agar memperkecil kemungkinan tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Obat Serangan Jantung yang Umum Digunakan

Ada berbagai pilihan obat-obatan yang dapat mengatasi terjadinya segala jenis serangan jantung, termasuk serangan jantung mendadak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Serangan Jantung 09/06/2020 . Waktu baca 7 menit

NSTEMI, Jenis Serangan Jantung yang Tergolong Ringan

Pernahkah Anda mendengar istilah NSTEMI? NSTEMI adalah jenis serangan jantung yang tergolong ringan. Namun, mengapa disebut demikian?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Serangan Jantung 04/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Untuk menjalankan perintah agama, Anda tentu ingin ikut puasa. Akan tetapi, apakah orang dengan penyakit jantung boleh puasa? Simak jawabannya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan 18/05/2020 . Waktu baca 3 menit

Infark Miokard Akut: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Pernahkah Anda mendengar tentang infark miokard akut? Ini adalah salah satu jenis penyakit jantung yang bisa membahayakan nyawa. Apa gejala dan penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Penyakit Jantung, Health Centers 11/05/2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
endokarditis adalah

Endokarditis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 11 menit
Serangan jantung bersepeda

Hati-hati Serangan Jantung Saat Bersepeda Terutama untuk Pemula

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . Waktu baca 4 menit