home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

6 Jenis Minyak Goreng yang Baik untuk Penderita Kolesterol

6 Jenis Minyak Goreng yang Baik untuk Penderita Kolesterol

Salah satu pantangan makanan penderita kolesterol adalah makanan yang digoreng. Pasalnya, jenis makanan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dari dalam tubuh. Nah, Anda sebenarnya masih boleh sesekali menggoreng makanan, asalkan dengan cara yang tepat de3ngan pilihan minyak goreng yang sehat. Yuk, simak pilihan minyak goreng untuk penderita kolesterol berikut ini!

Pilihan minyak yang sehat untuk penderita kolesterol

Jika sedang mengatur pola makan demi menurunkan kolesterol, bukan berarti Anda tidak boleh sama sekali memasak dengan cara menggoreng atau menggunakan minyak dalam makanan.

Ya, hal yang terpenting adalah memilih minyak yang sehat. Nah, berikut ini adalah beberapa pilihan minyak goreng untuk penderita kolesterol:

1. Minyak zaitun (olive oil)

Salah satu pilihan minyak goreng sehat untuk penderita kolesterol adalah minyak zaitun atau olive oil. Minyak ini memang sudah terkenal sebagai minyak goreng yang baik untuk membantu Anda menjaga kesehatan jantung.

Bahkan memasak menggunakan minyak goreng ini dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.

Selain kaya akan kandungan antioksidan yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh, minyak ini juga dapat membantu tubuh mempertahankan kadar kolesterol baik (HDL).

Jika Anda menggunakan extra virgin oil, kemampuan minyak ini dalam menurunkan kolesterol akan semakin besar, mengingat jenis minyak zaitun ini diproduksi melalui proses yang lebih minimalis dan memiliki kandungan antioksidan yang lebih banyak.

Selain bisa Anda gunakan sebagai minyak goreng untuk penderita kolesterol, minyak ini juga cocok sebagai dressing salad, pasta, atau bahkan roti.

2. Minyak canola (canola oil)

Selain minyak zaitun, canola oil juga baik sebagai minyak goreng untuk penderita kolesterol. Pasalnya, minyak ini memiliki kadar asam lemak jenuh yang tergolong rendah dan justru tinggi kadar lemak tak jenuhnya.

Para ahli juga telah melakukan penelitian yang berhasil membuktikan bahwa orang yang menggunakan minyak canola untuk memasak memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah daripada orang yang memasak dengan minyak biasa.

Bahkan, para ahli juga menyatakan bahwa minyak canola dapat menurunkan kadar kolesterol jahat hingga 17% jika dibandingkan dengan minyak biasanya.

Jika Anda ingin mendapatkan manfaat yang lebih besar dari minyak ini, pilihlah minyak canola yang tidak melalui proses pemanasan terlebih dahulu.

3. Minyak jagung (corn oil)

Kolesterol memiliki kaitan yang erat dengan kesehatan jantung. Semakin tinggi kadar kolesterol dalam tubuh, semakin besar risiko Anda mengalami penyakit jantung, dan begitu pula sebaliknya.

Nah, minyak jagung ternyata menjadi salah satu jenis minyak goreng yang baik untuk kesehatan jantung. Ini artinya, minyak ini juga baik sebagai minyak goreng untuk penderita kolesterol.

Ya, minyak ini kaya akan kandungan antioksidan seperti vitamin E yang dapat mengurangi risiko Anda terhadap berbagai penyakit jantung. Namun, tak hanya itu saja, minyak ini juga dapat mengurangi kadar kolesterol Anda.

Pasalnya, para ahli menduga kandungan pistosterol dalam minyak jagung ini dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Bahkan, menggunakan minyak jagung untuk menggoreng juga dapat menurunkan kadar kolesterol secara menyuruh serta kadar trigliserida dalam tubuh.

4. Minyak wijen (sesame oil)

Sama halnya dengan minyak jagung, minyak wijen juga baik untuk membantu Anda menjaga kesehatan jantung. Mengapa? Minyak yang satu ini kaya akan kandungan lemak tak jenuh yang baik untuk jantung.

Nah, minyak wijen memang memiliki kandungan asam lemak omega-6, salah satu jenis lemak tak jenuh yang baik untuk mencegah penyakit jantung.

Sebuah penelitian pada tahun 2015 menyatakan bahwa minyak wijen dapat mencegah pembentukan plak pada pembuluh arteri jantung. Tak hanya itu, minyak wijen juga cocok sebagai minyak goreng untuk penderita kolesterol tinggi karena minyak ini dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida.

Bahkan, minyak wijen bisa menurunkan kolesterol lebik baik jika dibandingkan dengan penggunaan minyak zaitun.

5. Minyak bunga safflower (safflower oil)

Penelitian lain juga menyatakan bahwa safflower oil juga termasuk ke dalam jenis minyak yang bisa Anda gunakan sebagai minyak goreng untuk penderita kolesterol tinggi.

Pasalnya, penelitian tersebut menyebutkan bahwa minyak ini dapat menurunkan kadar kolesterol dalam jangka empat bulan penggunaan.

Penelitian tersebut juga mendukung saran dari American Heart Association yang mengatakan bahwa lemak tak jenuh dapat menurunkan kadar LDL dalam darah. Dengan begitu, risiko penyakit jantung juga ikut menurun.

Ya, minyak ini juga baik untuk meningkatkan kesehatan jantung, mengingat kandungan lemak tak jenuh pada safflower oil dapat membuat keping darah tidak terlalu lengket. Dengan begitu, Anda bisa mencegah terjadinya penggumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung maupun stroke.

Oleh sebab itu, minyak ini juga bisa menjadi alternatif lain yang mungkin Anda gunakan jika ingin menggoreng makanan kesukaan tanpa perlu terlalu khawatir.

6. Minyak bunga matahari (sunflower oil)

Minyak yang juga bisa Anda gunakan sebagai minyak goreng untuk penderita kolesterol adalah minyak bunga matahari. Sebuah penelitian membuktikan bahwa penggunaan minyak ini selama 10 minggu dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida secara drastis.

Tak mau kalah, penelitian lain juga menyatakan bahwa minyak ini juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dalam darah jika dibandingkan dengan saat tidak menggunakannya.

Hal ini mungkin terjadi karena minyak ini juga memiliki kandungan yang tinggi akan lemak tak jenuh. Kandungan tersebut memang baik untuk menurunkan kolesterol sekaligus menjaga kondisi kesehatan jantung Anda.

Oleh sebab itu, Anda bisa menggunakan minyak ini sebagai ganti minyak-minyak tak sehat lainnya yang justru berpotensi meningkatkan kolesterol.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

5 foods that can lower your cholesterol naturally. Retrieved 29 June 2021, from https://www.piedmont.org/living-better/5-foods-that-can-lower-your-cholesterol-naturally

Lin, L., Allemekinders, H., Dansby, A., Campbell, L., Durance-Tod, S., Berger, A., & Jones, P. J. (2013). Evidence of health benefits of canola oil. Nutrition reviews71(6), 370–385. https://doi.org/10.1111/nure.12033

Namayandeh, S. M., Kaseb, F., & Lesan, S. (2013). Olive and sesame oil effect on lipid profile in hypercholesterolemic patients, which better?. International journal of preventive medicine4(9), 1059–1062.

Hashempour-Baltork, F., Torbati, M., Azadmard-Damirchi, S., & Savage, G. P. (2017). Quality Properties of Sesame and Olive Oils Incorporated with Flaxseed Oil. Advanced pharmaceutical bulletin7(1), 97–101. https://doi.org/10.15171/apb.2017.012

Selvarajan, K., Narasimhulu, C. A., Bapputty, R., & Parthasarathy, S. (2015). Anti-inflammatory and antioxidant activities of the nonlipid (aqueous) components of sesame oil: potential use in atherosclerosis. Journal of medicinal food18(4), 393–402. https://doi.org/10.1089/jmf.2014.0139

Jenkins, D. J., Chiavaroli, L., Wong, J. M., Kendall, C., Lewis, G. F., Vidgen, E., Connelly, P. W., Leiter, L. A., Josse, R. G., & Lamarche, B. (2010). Adding monounsaturated fatty acids to a dietary portfolio of cholesterol-lowering foods in hypercholesterolemia. CMAJ : Canadian Medical Association journal = journal de l’Association medicale canadienne182(18), 1961–1967. https://doi.org/10.1503/cmaj.092128

Healthy Cooking Oils. Retrieved 29 June 2021, from https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/fats/healthy-cooking-oils

Choosing cooking oils. Retrieved 29 June 2021, from https://www.heartfoundation.org.nz/about-us/news/blogs/choosing-cooking-oils

Asp, M. L., Collene, A. L., Norris, L. E., Cole, R. M., Stout, M. B., Tang, S. Y., Hsu, J. C., & Belury, M. A. (2011). Time-dependent effects of safflower oil to improve glycemia, inflammation and blood lipids in obese, post-menopausal women with type 2 diabetes: a randomized, double-masked, crossover study. Clinical nutrition (Edinburgh, Scotland)30(4), 443–449. https://doi.org/10.1016/j.clnu.2011.01.001
Clifton, P. M., & Keogh, J. B. (2017). A systematic review of the effect of dietary saturated and polyunsaturated fat on heart disease. Nutrition, metabolism, and cardiovascular diseases : NMCD27(12), 1060–1080. https://doi.org/10.1016/j.numecd.2017.10.010
Saremi, A., & Arora, R. (2010). Vitamin E and cardiovascular disease. American journal of therapeutics17(3), e56–e65. https://doi.org/10.1097/MJT.0b013e31819cdc9a
Maki, K. C., Lawless, A. L., Kelley, K. M., Kaden, V. N., Geiger, C. J., & Dicklin, M. R. (2015). Corn oil improves the plasma lipoprotein lipid profile compared with extra-virgin olive oil consumption in men and women with elevated cholesterol: results from a randomized controlled feeding trial. Journal of clinical lipidology9(1), 49–57. https://doi.org/10.1016/j.jacl.2014.10.006
Gillingham, L. G., Robinson, K. S., & Jones, P. J. (2012). Effect of high-oleic canola and flaxseed oils on energy expenditure and body composition in hypercholesterolemic subjects. Metabolism: clinical and experimental61(11), 1598–1605. https://doi.org/10.1016/j.metabol.2012.04.016
Iggman, D., Gustafsson, I. B., Berglund, L., Vessby, B., Marckmann, P., & Risérus, U. (2011). Replacing dairy fat with rapeseed oil causes rapid improvement of hyperlipidaemia: a randomized controlled study. Journal of internal medicine270(4), 356–364. https://doi.org/10.1111/j.1365-2796.2011.02383.x
Estruch, R., Ros, E., Salas-Salvadó, J., Covas, M. I., Corella, D., Arós, F., Gómez-Gracia, E., Ruiz-Gutiérrez, V., Fiol, M., Lapetra, J., Lamuela-Raventos, R. M., Serra-Majem, L., Pintó, X., Basora, J., Muñoz, M. A., Sorlí, J. V., Martínez, J. A., Martínez-González, M. A., & PREDIMED Study Investigators (2013). Primary prevention of cardiovascular disease with a Mediterranean diet. The New England journal of medicine368(14), 1279–1290. https://doi.org/10.1056/NEJMoa1200303 (Retraction published N Engl J Med. 2018 Jun 21;378(25):2441-2442)
Moreno-Luna, R., Muñoz-Hernandez, R., Miranda, M. L., Costa, A. F., Jimenez-Jimenez, L., Vallejo-Vaz, A. J., Muriana, F. J., Villar, J., & Stiefel, P. (2012). Olive oil polyphenols decrease blood pressure and improve endothelial function in young women with mild hypertension. American journal of hypertension25(12), 1299–1304. https://doi.org/10.1038/ajh.2012.128
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 26/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team