Apakah Memasak Pakai Minyak Canola Dijamin Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Minyak canola termasuk salah satu pilihan minyak goreng yang baik untuk memasak. Tetapi apakah minyak ini benar lebih sehat untuk tubuh? Simak jawabannya di sini.

Sekilas tentang minyak canola

Minyak canola adalah jenis minyak nabati yang berasal dari biji tanaman Canola (Brassica napus). Nama canola itu sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari Canada Oil, sebagai negara produsen utamanya.

Minyak canola atau kanola mengandung 63% lemak tak jenuh tunggal dan asam alfa-linoleat, turunan dari omega-3. Kedua senyawa ini sudah lama dikaitkan manfaatnya untuk meningkatkan kesehatan jantung. Minyak asal Kanada ini juga terbukti rendah akan kandungan asam erusat, asam lemak yang menyebabkan kerusakan jantung.

Meski begitu, minyak kanola tidak memiliki kandungan antioksidan sebanyak “teman” satu golongannya yaitu minyak zaitun, karena sudah melalui beragam teknik penyulingan kompleks. Karena proses penyulingan ini pula minyak canola hanya mengandung sedikit nutrisi penting. Yang tersisa adalah sedikit vitamin E dan vitamin K yang larut dalam lemak.

Apakah minyak canola baik untuk kesehatan?

Meski mengandung banyak senyawa yang bisa menguntungkan kesehatan jantung, tapi minyak ini tidak ideal untuk digunakan memasak dalam suhu tinggi. Misalnya menggoreng atau membakar.

Minyak nabati yang mengandung lemak tak jenuh tunggal seperti minyak canola mampu meminimalisir risiko berbagai penyakit jantung. Di sisi lain, minyak kanola mengandung tinggi asam linoleat, turunan asam lemak omega-6 yang apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Ketika dipanaskan, minyak ini akan mengalami oksidasi dan bereaksi dengan oksigen untuk membentuk radikal bebas dan senyawa berbahaya. Omega-6 akan menghasilkan senyawa eicosanoids yang memicu peradangan.

Peradangan dapat meningkatkan faktor risiko beberapa penyakit serius, seperti penyakit jantung, peradangan sendi (arthritis), depresi, dan bahkan kanker. Peradangan yang diakibatkan oleh omega-6 juga mungkin merusak struktur DNA. Asam linoleat dapat menumpuk dalam sel-sel lemak tubuh, membran sel, hingga terserap ke dalam ASI. Peningkatan omega-6 dalam ASI dikaitkan dengan asma dan eksim pada anak-anak.

Selain itu, sekitar 80 persen minyak kanola dihasilkan dari tanaman canola yang telah melalui rekayasa genetik (GMO). Minyak canola juga sering diolah dari biji kanola dengan menggunakan pelarut kimia, biasanya heksana, yang tentu dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Proses pemurnian minyak juga serungnya menambahkan sedikit lemak trans.  Sebuah penelitian menemukan bahwa minyak canola mengandung sekitar 0,56-4,2% lemak trans.

Bijak memilih minyak canola untuk memasak

Secara keseluruhan, minyak kanola tidak seburuk minyak sayur lainnya, tetapi masih jauh dari kata sehat. Meski begitu, sejauh ini belum ada penelitian yang menghubungkan minyak kanola dengan risiko penyakit tertentu.

Gunakan minyak kanola organik yang tidak mengandung lemak trans dalam jumlah tinggi, maka mungkin lebih baik untuk dikonsumsi. Sebaiknya Anda mengonsumsi minyak zaitun atau minyak kelapa yang lebih sehat.

Namun jika Anda ingin mengurangi risiko kesehatan dari lemak trans, mengurangi makanan kemasan dan cepat saji saja tidak cukup. Anda perlu juga mengurangi makanan yang serba digoreng dan juga penggunaan minyak nabati untuk memasak, bahkan hanya sekadar sebagai siraman salad.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat dan Cara Menggunakan Minyak Zaitun Dengan Benar untuk Memasak

Ada segudang manfaat minyak zaitun untuk kesehatan. Namun, hati-hati. Cara menggunakan minyak zaitun yang keliru bisa saja jadi berbalik merugikan Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Tips Makan Sehat, Nutrisi 28 Mei 2020 . Waktu baca 12 menit

5 Bahan Pengganti Mentega untuk Membuat Kue yang Lebih Sehat

Ingin membuat kreasi kue yang lebih sehat tapi tetap lezat? Coba ganti mentega dengan bahan lain. Apa saja bahan yang bisa menjadi pengganti mentega?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Tips Makan Sehat, Nutrisi 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Seberapa Ampuh Minyak Zaitun untuk Mengobati Jerawat?

Minyak zaitun menjadi produk serba guna yang banyak digunakan untuk kecantikan termasuk mengatasi jerawat. Cari tahu faktanya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Jerawat, Kesehatan Kulit 16 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit

8 Sumber Makanan Terbaik yang Kaya Asam Lemak Omega 3

Omega 3 adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Anda bisa mendapatkan nutrisi ini lewat makanan yang mengandung omega 3 seperti berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Fakta Gizi, Nutrisi 9 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kedutan mata kiri atas

9 Cara Alami Memanjangkan Bulu Mata Supaya Lebih Lentik

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat minyak zaitun untuk rambut

Segudang Manfaat Minyak Zaitun untuk Rambut dan Cara Memakainya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
minyak untuk rambut

Beragam Minyak dari Bahan Alami untuk Rambut yang Lebih Sehat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 8 menit
omega 3 untuk ibu hamil

Pilihan Sumber Asam Lemak Omega 3 yang Aman untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit