home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Ciri Kadar Kolesterol Rendah yang Mungkin Tidak Anda Sadari

Ciri Kadar Kolesterol Rendah yang Mungkin Tidak Anda Sadari

Layaknya tekanan darah, kadar kolesterol juga bisa naik dan turun. Kebanyakan orang mengeluhkan kadar kolesterol yang tinggi, tapi kolesterol rendah hingga di bawah batas normal pun bisa menimbulkan keluhan kesehatan. Apa saja ciri-ciri ketika mengalami kadar kolesterol rendah? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini!

Ciri-ciri kadar kolesterol dalam tubuh Anda rendah

Kolesterol adalah lemak yang diperlukan tubuh untuk membangun jaringan dan sel, memproduksi hormon, dan membantu sistem pencernaan bekerja dengan optimal. Kebanyakan orang mengenal kolesterol sebagai lemak jahat, padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Kolesterol terbagi menjadi dua jenis, yakni LDL (low density lipoprotein) dan HDL (high density lipoprotein). Jenis LDL dikenal dengan sebutan kolesterol jahat, sedangkan HDL dianggap sebutan kolesterol baik. Sebenarnya, keberadaan dua jenis koleterol tersebut tidaklah berbahaya asal kadarnya normal.

Berdasarkan situs American Heart Association, kadar kolesterol yang tinggi, yakni LDL, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Itulah sebabnya, sangat penting bagi Anda untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal.

Pada beberapa orang, kadar kolesterol bisa saja di bawah angka normal. Beberapa teori menyebutkan kondisi ini berkaitan dengan kanker, stroke, depresi, gangguan kecemasan, dan bayi lahir prematur jika ibunya yang memiliki kondisi ini. Bisa juga terjadi karena penggunaan obat statin dosis tinggi.

Rendahnya kadar kolesterol pada sebagian orang mungkin tidak menimbulkan gejala. Akan tetapi, mungkin juga menimbulkan ciri-ciri berikut ini menurut beberapa penelitian jika kadar kolesterol dalam tubuh cukup rendah.

1. Fungsi kognitif otak menurun

stres menyebabkan hipertensi

Kolesterol sangat penting untuk pembentukan dan pematangan sinaps, yakni tempat tersambungnya sel-sel saraf di otak. Hampir 25 % dari total kolesterol tubuh digunakan oleh otak untuk meningkatkan memori, pembelajaran, serta memproduksi berbagai hormon.

Jika kadar kolesterol rendah, bisa jadi fungsi normal otak juga mengalami penurunan. Hal ini mungkin saja membuat seseorang sulit untuk konsentrasi dan membuat keputusan. Berdasarkan studi pada Journal of Alzheimer’s disease kadar kolesterol yang terlalu rendah atau terlalu tinggi berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit demensia.

Penyakit demensia sendiri adalah penyakit yang menyebabkan menurunkan kemampuan otak dalam berpikir, mengingat, membuat keputusan, dan berbicara. Penyakit ini meningkat risikonya seiring dengan menuanya usia.

2. Suasana hati yang buruk

Kadar kolesterol yang rendah menurut beberapa penelitian berkaitan dengan penyakit depresi. Depresi adalah gangguan suasana hati yang membuat seseorang terus merasa sedih dan kesepian. Kemungkinan besar, ciri-ciri orang dengan kadar kolesterol rendah cenderung memiliki suasana hati yang buruk. Entah itu mudah marah, lebih sensitif dengan kondisi sekitarnya, atau juga terus merasa sedih.

Apakah kadar kolesterol rendah berbahaya?

Hingga kini peneliti masih mencari tahu lebih lanjut efek kesehatan dari kadar kolesterol yang rendah. Beberapa peneliti mengkhawatirkan jika kondisi tersebut bisa mengganggu fungsi seluler normal, terutama pada organ yang memiliki konsentrasi lipid (lemak) yang tinggi, seperti otak, hati, dan organ reproduksi. Begitu juga dengan hubungannya dengan peningkatan risiko osteoporosis.

Pada pengidap kolesterol tinggi, penggunaan obat statin dalam dosis tinggi dapat menyebabkan nyeri otot dan peningkatan risiko diabetes. Obat statin bekerja untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Namun, sejauh ini belum diketahui secara pasti apakah munculnya kondisi tersebut merupakan efek samping dari obat statin atau respons tubuh terhadap rendahnya kolesterol tubuh.

Berbahaya atau tidak rendahnya kadar kolesterol pada tubuh masih menunjukkan hasil yang abu-abu, sehingga butuh penelitian lebih lanjut. Terlebih setiap orang menunjukkan respons tubuh yang berbeda-beda, yakni ada yang mengalami gejala parah, ada yang mengalami gejala ringan, atau sama sekali tidak merasakan gejala apapun.

Jika Anda mengalami ciri-ciri kadar kolesterol rendah, seperti yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk periksa ke dokter. Anda biasanya perlu melakukan pengecekan kadar kolesterol lebih dahulu, sebelum dokter menetapkan diagnosisnya. Ini karena gejala yang disebutkan bisa jadi disebabkan oleh kondisi lain, bukan kadar kolesterol yang rendah.

Hal terpenting adalah tetap menjaga kadar kolesterol dalam angka yang normal. Anda dapat menjaganya dengan mengurangi makanan tinggi lemak dengan memperbanyak sayur dan buah, tidur cukup dan rajin olahraga, berhenti merokok serta kendalikan berat badan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cholesterol level: Can it be too low? (2020, November 25). Retrieved October 04, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/expert-answers/cholesterol-level/faq-20057952

Dara K. Lee Lewis, M. (2020, January 20). LDL cholesterol: How low can you (safely) go? Retrieved October 04, 2021, from https://www.health.harvard.edu/blog/ldl-cholesterol-how-low-can-you-safely-go-2020012018638

What is cholesterol? (n.d.). Retrieved October 04, 2021, from https://www.heart.org/en/health-topics/cholesterol/about-cholesterol

van Vliet P. (2012). Cholesterol and late-life cognitive declineJournal of Alzheimer’s disease : JAD30 Suppl 2, S147–S162. https://doi.org/10.3233/JAD-2011-111028

Kim, E. J., Hong, J., & Hwang, J. W. (2019). The Association between Depressive Mood and Cholesterol Levels in Korean AdolescentsPsychiatry investigation16(10), 737–744. https://doi.org/10.30773/pi.2019.03.24

Can lifestyle changes benefit your cholesterol? (2020, August 28). Retrieved October 04, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/in-depth/reduce-cholesterol/art-20045935

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 26/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri