home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berhubungan Seks Bisa Menurunkan Kolesterol, Mitos Atau Fakta?

Berhubungan Seks Bisa Menurunkan Kolesterol, Mitos Atau Fakta?

Hubungan seksual tidak hanya bermanfaat bagi kondisi emosional, tapi juga fisik. Bahkan, tidak sedikit yang meyakini bahwa berhubungan seks dapat membuat tubuh terasa bugar, menurunkan berat badan, hingga menurunkan kolesterol.

Akan tetapi, benarkah hubungan seksual ada hubungannya dengan kadar kolesterol Anda?

Faktor yang menurunkan kadar kolesterol

Sebelum memahami apakah berhubungan seks bisa menurunkan kolesterol atau tidak, Anda tentu perlu mengetahui sekilas soal kolesterol dan cara menurunkan kadarnya jika berlebih.

Kolesterol adalah sejenis zat menyerupai lemak yang secara alamiah terdapat pada sel tubuh Anda.

Tubuh membutuhkan kolesterol untuk beragam fungsi. Namun, kadar kolesterol yang tinggi dapat memicu pembentukan plak pada pembuluh darah. Dampaknya adalah peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, hingga serangan jantung.

Kolesterol darah akan meningkat seiring bertambahnya usia. Selain itu, pola makan tinggi lemak jenuh, obesitas, kebiasaan merokok, serta kurangnya aktivitas fisik juga menjadi pemicunya.

Untuk menurunkan kolesterol, Anda harus menjauhi faktor-faktor tersebut. Anda harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, dan tentunya rajin menjalani aktivitas fisik.

Lantas, apakah seks bisa menurunkan kolesterol?

Menurut sebuah penelitian, aktivitas fisik paling ideal untuk menurunkan kolesterol adalah gabungan olahraga aerobik dan latihan resistensi.

Olahraga aerobik adalah jenis olahraga yang memacu detak jantung, seperti berjalan kaki, berenang, dan berlari.

Sementara itu, olahraga resistensi terdiri atas sederet latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot, seperti angkat beban atau yang menggunakan dumbbell.

Kolesterol tidak dapat turun hanya dengan satu-dua kali melakukan aktivitas fisik. American Heart Association memberikan rekomendasi aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat sebanyak 3-4 kali dalam seminggu.

Contoh aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat antara lain jogging, tenis, berkebun, dan bersepeda dengan kecepatan 10 kilometer per jam. Agar semakin efektif, Anda dapat menyertakan latihan resistensi menggunakan dumbbell.

Seks memang menimbulkan rasa lelah dan membuat detak jantung meningkat, tapi kegiatan ini tidak efektif menurunkan kolesterol dibandingkan olahraga.

Kegiatan seksual tidak dapat digolongkan sebagai aktivitas fisik sedang hingga berat karena jumlah energi yang dibakar tidak cukup banyak.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal PLoS ONE menemukan bahwa pria membakar 100 kalori selama berhubungan seks, sedangkan wanita hanya membakar 69 kalori.

Angka tersebut masih jauh di bawah aktivitas fisik lain yang lebih intens. Rata-rata, olahraga aerobik yang dilakukan selama 30 menit saja sudah bisa membakar hingga 318 kalori.

Meski tidak menurunkan kolesterol, seks tetap bermanfaat

Hubungan seksual memang tidak terbukti dapat menurunkan kolesterol secara efektif, tetapi kegiatan ini termasuk aktivitas fisik ringan yang bermanfaat bagi jantung.

Tak hanya itu, manfaat berhubungan seks juga bisa membuat kehidupan Anda dan pasangan lebih menyenangkan. Untuk itu, tak ada salahnya melakukan kegiatan yang satu ini untuk mendapatkan manfaat kesehatan lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

High cholesterol. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/symptoms-causes/syc-20350800 Diakses pada 21 Juni 2019.

How to Cut High Cholesterol and Heart Attack Risk With Exercise. https://www.everydayhealth.com/high-cholesterol/treatment/fitness-and-cholesterol/ Diakses pada 21 Juni 2019.

Ho, S., Dhaliwal, S., Hills, A. and Pal, S. (2012). The effect of 12 weeks of aerobic, resistance or combination exercise training on cardiovascular risk factors in the overweight and obese in a randomized trial. BMC Public Health, 12(1).

Frappier, J., Toupin, I., Levy, J., Aubertin-Leheudre, M. and Karelis, A. (2013). Energy Expenditure during Sexual Activity in Young Healthy Couples. PLoS ONE, 8(10), p.e79342.

The Health Benefits of Sex. https://www.healthline.com/health/healthy-sex-health-benefits Diakses pada 21 Juni 2019.


Foto Penulis
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 09/09/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x