Gagal Jantung Sistolik dan Diastolik, Apa Beda Keduanya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Gagal jantung merupakan kondisi yang terjadi saat otot jantung tidak dapat memompa darah dengan baik seperti biasanya. Salah satu tipe gagal jantung adalah gagal jantung sebelah kiri. Tipe ini masih terbagi ke dalam dua jenis, yaitu gagal jantung sistolik dan gagal jantung diastolik. Apa yang dimaksud dengan keduanya? Simak penjelasan lengkap mengenai gagal jantung sebelah kiri di dalam artikel berikut ini.

Jenis gagal jantung sebelah kiri

Berdasarkan klasifikasi dari American Heart Association (AHA), gagal jantung sebelah kiri terbagi ke dalam dua jenis, yaitu gagal jantung sistolik dan diastolik. Jantung memompa darah yang kaya akan oksigen dari paru-paru menuju ke atrium kiri, kemudian menuju ventrikel kiri yang akan memompanya ke seluruh bagian tubuh.

Kekuatan terbesar pompa jantung didapatkan dari ventrikel kiri, maka dari itu ukurannya lebih besar dibandingkan bagian jantung lainnya. Jika terjadi gagal jantung pada ventrikel kiri, jantung bagian kiri harus bekerja lebih keras agar dapat memompa darah sesuai dengan yang dibutuhkan. Terdapat dua jenis gagal jantung sebelah kiri:

Gagal jantung sistolik

Gagal jantung sistolik dikenal juga sebagai heart failure with reduced ejection fraction (HFrEF). Ya, tipe gagal jantung memang ditentukan berdasarkan pengukuran yang disebut ejection fraction. Pengukuran ini menentukan seberapa banyak darah di dalam ventrikel yang dipompa keluar setiap terjadi kontraksi.

Dalam kondisi normal, jumlah darah yang dipompa keluar oleh ventrikel adalah 55% dari keseluruhan darah yang terdapat pada ventrikel kiri. Jadi saat jantung bagian kiri tidak memompa darah secara normal seperti biasanya, kondisi ini disebut sebagai gagal jantung dengan reduced ejection fraction.

Biasanya, saat terjadi gagal jantung sistolik, darah yang dipompa keluar dari ventrikel kiri hanya sebesar 40% atau bahkan kurang dari itu. Tentu saja jumlah darah yang dipompa jumlahnya lebih sedikit dari yang dibutuhkan oleh tubuh. Biasanya, kondisi ini disebabkan ventrikel sebelah kiri membesar sehingga tidak bisa memompa darah secara normal.

Penyebab gagal jantung sistolik

Gagal jantung sistolik dan gagal jantung diastolik cenderung memiliki penyebab yang berbeda. Untuk gagal jantung sistolik, penyebabnya adalah sebagai berikut:

  • Penyakit jantung koroner atau serangan jantung

Ya, salah satu gejala gagal jantung sistolik dapat terjadi karena jantung koroner atau serangan jantung, yaitu masalah kesehatan jantung yang terjadi karena ada penyumbatan pada pembuluh darah arteri yang membatasi jumlah aliran darah menuju jantung.

Jika dibiarkan tanpa diatasi, kondisi tersebut dapat melemahkan atau bahkan merusak otot jantung, sehingga tidak bisa bekerja untuk memompa darah.

  • Kardiomiopati

Selain serangan jantung, penyebab lain dari gagal jantung sistolik adalah kardiomipati. Kondisi ini adalah gangguan yang terjadi pada otot jantung. Hal ini menyebabkan otot jantung melemah sehingga memengaruhi kemampuannya untuk memompa darah dengan baik dan benar.

  • Tekanan darah tinggi

Salah satu komplikasi hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah gagal jantung sistolik. Hal ini terjadi saat tekanan darah meningkat pada pembuluh darah arteri. Tekanan darah tinggi menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah keluar. Lama-kelamaan otot jantung akan melemah dan tidak mampu lagi memompa darah secara normal.

  • Stenosis aorta

Stenosis aorta adalah gangguan pada katup jantung. Biasanya, katup jantung menyempit sehingga tidak terbuka sepenuhnya. Hal ini tentu membuat aliran darah menjadi terhambat.

Sama halnya dengan berbagai masalah sebelumnya, kondisi ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras memompa darah melalui katup yang menyempit. Lama-kelamaan, otot jantung akan melemah dan menyebabkan gagal jantung sistolik.

  • Mitral regurgitation

Masalah kesehatan jantung ini juga menjadi penyebab dari salah satu jenis gagal jantung sebelah kiri ini. Ya, kelainan pada katup mitral jantung ini menyebabkan terjadinya kebocoran pada jantung sebelah kiri karena katup mitral tidak dapat menutup dengan sempurna.

Hal ini menyebabkan jumlah volume darah meningkat dan melemahkan otot jantung yang kemudian menjadi penyebab dari gagal jantung sistolik.

  • Miokarditis

Kondisi yang satu ini terjadi saat terdapat infeksi virus pada otot jantung. Hal ini dapat menyebabkan peradangan pada otot jantung dan memengaruhi kemampuannya dalam memompa darah. Sama seperti sebelumnya, melemahnya otot jantung menyebabkan terjadinya gagal jantung sistolik.

  • Aritmia

Sementara itu, aritmia atau ritme jantung yang abnormal juga dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas dari pompa darah pada jantung. Hal ini juga menjadi salah satu masalah kesehatan jantung yang menjadi penyebab gagal jantung sistolik.

Gagal jantung diastolik

Gagal jantung diastolik juga ditentukan berdasarkan pengukuran yang disebut ejection fraction. Artinya, gagal jantung ini juga terjadi karena jumlah darah yang dipompa ke seluruh tubuh juga tidak sesuai dengan kebutuhan.

Sebenarnya, saat gagal jantung diastolik terjadi, ventrikel kiri masih bisa memompa darah dengan baik. Hanya saja, ventrikel bisa berubah menjadi kaku sehingga tidak bisa terisi dengan jumlah darah sebanyak pada saat normal. Berbeda dengan gagal jantung karena reduction ejection fraction, saat gagal jantung diastolik terjadi ejection fraction-nya adalah 50% atau lebih.

Meski ejection fraction tergolong normal, jantung memiliki jumlah darah yang lebih sedikit untuk dipompa ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan jumlah darah yang terpompa ke seluruh tubuh juga lebih sedikit dari jumlah normalnya. Maka itu kondisi ini disebut sebagai gagal jantung diastolik.

Penyebab gagal jantung diastolik

Beberapa penyebab gagal jantung diastolik adalah sebagai berikut:

  • Penyakit jantung koroner

Sama halnya dengan gagal jantung sistolik, penyakit jantung koroner ternyata juga menjadi penyebab pada gagal jantung diastolik. Namun, penyempitan pada pembuluh arteri sehingga menghambat aliran darah menuju jantung ini memberikan dampak yang berbeda.

Aliran darah yang lebih sedikit dari kondisi normal ini dapat mencegah otot jantung lebih rileks, sehingga otot menjadi lebih kaku dari biasa. Kondisi ini membuat darah tidak bisa memenuhi jantung seperti pada saat normal. Kondisi ini yang menyebabkan gagal jantung diastolik.

  • Hipertensi

Selain menyebabkan gagal jantung sistolik, hipertensi juga bisa menjadi penyebab gagal jantung diastolik. Saat mengalami hipertensi, dinding jantung menjadi lebih tebal dari biasanya. Tujuannya untuk melawan atau menekan tekanan darah tinggi.

Dinding jantung yang menebal membuat jantung menjadi lebih kaku dan tidak dapat menampung darah sebanyak saat kondisi otot jantung dalam keadaan rileks. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gagal jantung diastolik.

  • Stenosis aorta

Sama halnya dengan gagal jantung sistolik, stenosis aorta juga dapat menjadi penyebab gagal jantung diastolik. Saat katup jantung menyempit, ventrikel sebelah kiri menjadi menebal, sehingga membatasi jumlah darah yang bisa masuk ke dalamnya.

  • Kardiomiopati hipertropik

Masalah pada otot jantung yang biasanya turun temurun ini menyebabkan dinding ventrikel sebelah kiri menebal. Kondisi ini mencegah darah untuk dapat mengisi ventrikel tersebut. Hal ini yang menjadi penyebab terjadinya gagal jantung diastolik.

  • Pericardial disease

Masalah kesehatan jantung ini terjadi karena kelainan yang terjadi pada perikardium, yaitu lapisan yang mengelilingi jantung. Cairan yang terdapat pada percardial space atau lapisan-lapisan perikardium dan perikardium yang menebal dapat membatasi kemampuan jantung untuk diisi oleh darah. Sama halnya dengan berbagai kondisi sebelumnya, hal ini dapat menyebabkan gagal jantung diastolik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Anuria (Kencing Tidak Keluar): Penyebab, Pengobatan, dll.

Anuria adalah kondisi di mana air kencing atau urine tidak bisa keluar. Umumnya, penyebab anuria itu gangguan ginjal. Apakah kondisi ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 27 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Pasien penyakit jantung, perlu berhati-hati dalam memilih makanan. Berikut ini ada berbagai makanan yang dilarang (pantangan) untuk penyakit jantung.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Tak hanya efektif memangkas gelambir lemak perut, manfaat virgin coconut oil alias minyak kelapa dara sangat menakjubkan untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 4 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 3 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

8 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
pengaruh alkohol untuk jantung

Apa Sebenarnya Pengaruh Alkohol untuk Kesehatan Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Diabetes melitus tipe 2

Diabetes Tipe 2

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit
kuning telur untuk jantung

Manfaat Kuning Telur untuk Kesehatan Jantung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit